Showing posts with label Innocence of Muslims. Show all posts
Showing posts with label Innocence of Muslims. Show all posts

Friday, December 28, 2012

Beginilah Nasib Keluarga Si Pembuat Filem Yang Menghina Nabi


Unikei - Anggota keluarga Nakoula Basseley Nakoula, warga California yang menulis dan memproduksi film anti-Islam, Innocence of Muslims, hidup tak tenang setelah film itu menuai kemarahan muslim di berbagai negara. Mereka memutuskan meninggalkan rumah Senin dinihari, dengan kawalan polisi, untuk mulai hidup dalam persembunyian.

Nakoula Basseley Nakoula belum kembali ke rumahnya di Cerritos, California, sejak diwawancarai Jumat larut malam oleh petugas federal tentang perannya dalam pembuatan film itu. Karyanya telah memicu protes penuh kekerasan anti-Amerika di seluruh dunia.

Saat meninggalkan rumah, anggota keluarga Nakoula menutupi seluruh wajahnya. Mereka kemudian naik ke mobil polisi untuk bergabung dengan Nakoula di sebuah tempat yang dirahasiakan.

"Mereka memutuskan bahwa mereka akan lebih aman keluar dari rumah itu sehingga bisa bergerak dan hidup normal," kata Steve Whitmore, juru bicara kepolisian. "Yang kami lakukan adalah menjemput mereka dan menyatukan mereka dengan Nakoula," seperti dikutip Tempo online dari ABC News Selasa (18/9).

Whitmore menolak menyebutkan di mana keluarga itu tinggal saat ini. Mereka menyatakan tidak akan pernah kembali ke rumah mereka di Cerritos, meskipun keputusan itu "sepenuhnya terserah pada keluarga".

Nakoula, 55 tahun, mengakui perannya dalam pembuatan film itu. Saat itu, ia meminta bantuan polisi untuk menangani ancaman pembunuhan yang diterimanya sejak peluncuran film itu. Ia juga menyatakan "takut mati", terkait keselamatan dirinya dan keluarganya.

Nakoula awalnya menggunakan nama samaran Sam Bacile, mengatakan kepada wartawan ia adalah seorang "Yahudi-Israel", dan film itu menelan biaya sekitar US$ 5 juta, yang berasal dari teman-teman Yahudi-nya. Namun, yang sebenarnya, Nakoula adalah seorang Mesir-Amerika beragama Kristen Koptik.

Ia kemudian mengatakan kepada pihak berwenang bahwa ia dan putranya, Abanob Basseley, 21 tahun, yang bertanggung jawab untuk memproduksi film itu. Ia juga meralat biaya produksi sebesar US$ 50 ribu hingga US$ 60 ribu dan syuting yang dilakukan tak lebih dari 12 hari. Ia mengklaim uang untuk film itu berasal dari keluarga istrinya di Mesir.

Catatan yang diperoleh oleh ABC News menunjukkan, Nakoula pernah dihukum karena berniat memproduksi metamfetamin pada 1990-an. Ia juga pernah terjerat kasus hukum untuk tuduhan penipuan bank.

Menurut situs The Smoking Gun, Nakoula dihukum 21 bulan penjara dan lima tahun masa percobaan, lalu dipindahkan dari kompleks pemasyarakatan federal di Lompoc, California, ke rumah transisi pada tahun 2010. Ia dibebaskan dari tahanan federal pada Juni 2011. Produksi film itu dimulai hanya dua bulan setelah dia bebas di sebuah tempat di selatan California.(fq)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita-begini-nasib-keluarga-pembuat-film-innocence-of-muslims.html
»»   Selanjutnya...

Tuesday, December 25, 2012

Ronaldo Masuk Islam, Kecam Film Innocence of Muslims?


Foto bintang sepak bola Cristiano Ronaldo sedang memegang kaligrafi syahadat menghebohkan dunia maya, baru-baru ini. Di jejaring sosial, Ronaldo diposisikan mendukung Islam dan mengecam film Innocence of Muslims. Benarkah megabintang Real Madrid itu masuk Islam gara-gara film Innocence of Muslims?

Seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (25/9), foto Ronaldo yang sedang memegang pigura dengan gambar kaligrafi kalimat syahadat, menyebar lewat situs jejaring sosial Facebook dan Twitter.

"Banyak pengguna Facebook telah berbagi gambar yang menunjukkan Cristiano Ronaldo membawa suvenir dengan tulisan Arab. Foto dianggap sebagai reaksi Ronaldo dalam menanggapi fitnah yang dialami umat Islam belakangan ini," tulis Al-Arabiya menukil dari Ad-Diyar.

Namun setelah ditelusuri, foto tersebut ternyata hasil 'editan' dari foto asli ketika Ronaldo sedang memegang foto aksinya di lapangan saat membela Timnas Portugal. Ia tidak memegang kaligrafi dua kalimat syahadat.

Inilah foto asli Ronaldo yang kemudian diedit 

“Beritanya disebarkan di kalangan media Iran,” kata Saman Kamvar, pemimpin redaksi koran Kristen Iran Mohabat News kepada Al Arabiya.

Kabar Ronaldo memiliki 'solidaritas kepada umat Islam' awalnya dilaporkan klub jurnalis Iran yang berafiliasi dengan media Pemerintah Iran. Foto itu kemudian menyebar cepat. Namun, banyak yang tak menyadari foto Ronaldo itu adalah hasil manipulasi.

Al Arabiya menambahkan, foto hasil manipulasi itu awalnya beredar di forum-forum situs berita online berbahasa Arab akhir Juni lalu, seiring dengan kabar yang merebak bahwa Ronaldo telah masuk Islam. Agaknya, foto itu dimunculkan kembali menyusul hebohnya film Innocence of Muslims.
»»   Selanjutnya...

Sunday, December 23, 2012

Empat Orang Paling Diburu Dalam Film Innocence Of Moslem

Unikei - Film Innocence Of Moslem sangat menohok hati Umat Islam dan mengakibatkan gelombang protes dimana-mana. Film yang di sutradarai oleh Sam Bacile yang belakangan mengaku bernama asli Nakoula Basseley Nakoula ini menceritakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang Pezina, Pembohong, mengajarkan kekerasan dan pembantaian juga hal-hal lain yang menggambarkan bahwa Islam adalah merupakan sampah dunia.

Menurut para pemeran film ini mereka di bohongi oleh Sang sutradara atas film ini karena pada kontrak mereka film ini pada awalnya berjudul Dessert Warrior, mereka tidak tahu jika akhirnya film ini berubah judul menjadi Innocence Of Moslem. Rupanya mereka menyadari akan hal tersebut, makanya saat ini mereka bersembunyi untuk menghindari kemarahan Umat Islam.

Muslim sangat tidak mentoleransi upaya apapun untuk mem-visualitaskan Nabi Muhammad dalam bentuk apapun baik lukisan, foto, film atau dalam bentuk yang lain, siapapun tahu itu. Ketika hal tersebut dilakukan oleh seseorang pasti akan menimbulkan reaksi yang sangat keras dari Umat Islam di seluruh dunia dan pelakunya harus berani menanggung resiko yang akan muncul kemudian.

Berikut ini orang-orang paling di buru oleh Umat Islam atas film Innocence Of Muslem tersebut.

1. Sam Bacille
Semula orang ini di tengarai bernama Sam Bacile, dialah penulis dan sutradara dari film laknat ini, seorang Yahudi Amerika. Namun sejak mendapat kecaman keras dari Umat Islam di seluruh dunia atas film ini tiba-tiba muncul lelaki bernama Nakoula Basseley Nakoula berusia 55 tahun yang menyerahkan diri dan mengaku sebagai pembuat film Innocence Of Muslem. Pada hari Sabtu malam waktu setempat, 15 September 2012, dari kediamannya di kota Cerritos, negara bagian California, AS, dia dijemput sherif setempat. Dia minta diinterogasi aparat keamanan federal Amerika atas pengakuannya sebagai pembuat film tersebut.

Teka-teki atas penyerahan diri pria bernama Nakoula Basseley Nakula pun muncul di benak sebagian masyarakat dunia, apakah ini sebuah konspirasi untuk menyembunyikan pelaku pembuat film yang sebenarnya? mengingat pria ini mempunyai catatan kriminal cukup banyak dan bisa saja dia menjual diri demi sejumlah uang. Baca tentang catatan kejahatannya dalam artikel sebelumnya berjudul: Catatan Kriminal Pembuat Film Innconce Of Moslem . Pria ini kemudian didentifikasikan sebagai pria keturunan Arab mesir dan di sebut-sebut sebagai pemeluk agama Kristen Koptik sebuah sekte Kristen Kuno yang ada di Mesir dan banyak di tentang oleh Kristen modern (Roma). Konspirasi adalah hal umum yang banyak terjadi di dunia ini, kita lihat saja perkembangan selanjutnya. Semoga masyarakat dunia mampu melihat secara jeli terhadap masalah global apalagi yang berkaitan dengan umat Islam.

2.Cindy Lee Garcia
Dia adalah Seorang aktris California bernama Cindy Lee Garcia , menurutnya dia tidak mengetahui bahwa ternyata film ini adalah untuk mengolok-olok umat Islam dan pemeran George akhirnya di ganti sebagai Nabi Muhammad. Walaupun sebetulnya perlu di pertanyakan mana mungkin dia tidak mengetahui bahwa film tersebut adalah untuk menghina Islam sementara dia menjadi pemeran dalam film tersebut dan menggunakan atribut-atribut Islam dan bercerita tentang kehidupan timur tengah masa itu.

Cindy Lee Garcia menyalahkan Nakoula Basseley karena telah menipunya dalam film tersebut. Nakoula telah menaruhnya dan keluarganya di ujung tanduk kemarahan Umat Islam.

"Saya mendapatkan ancaman kematian yang mengerikan melalui Internet, mereka mengatakan akan memotong saya, memotong saya dan membunuh saya dan keluarga saya," kata Garcia, 55, kepada Bakersfield, California, The News, Senin.

3.Anna Gurji


Anna Gurji, salah satu pemeran perempuan dalam film Innocence Of Muslims mengaku ditipu oleh sang pembuat film, Nakoula Basseley Nakoula.

Dalam film tersebut, Anna berperan sebagai pengantin termuda dari karakter bernama George. Namun, ia menegaskan tidak tahu bahwa karakter George diubah menjadi sosok Nabi Muhammad.

"Tidak ada pemberitahuan kepada semuanya tentang (Nabi) Muhammad dan tidak ada tentang agama selama saya ada dalam set. Saya seratus persen yakin tidak ada seorang pemain mengetahui rencananya (Nakoula) apa yang direncanakan untuk Desert Warrior," kata Anna seperti dikutip dari Huffington Post, Rabu (19/9).

Anna dan aktor lainnya mengira bahwa mereka sedang bermain dalam film berjudul Desert Warrior yang menceritakan tentang komet yang jatuh ke bumi tepatnya di Timur Tengah dengan setting ribuan tahun lalu.

Dalam cerita tersebut juga dikisahkan sebuah suku di Timur Tengah yang mengira bahwa komet tersebut suci.

Aktris asal Georgia tersebut mengatakan ia dibayar US$75/hari dan adegannya dengan karakter George direkam dengan layar hijau. Ia mengaku terkejut saat mengetahui hasil akhir film tersebut yang membuat marah umat muslim dari seluruh dunia.

"Katanya ada banyak efek khusus, jadi banyak adegan dalam film tersebut direkam dengan latar layar hijau. Itu film dengan biaya rendah. Aku tidak mengira semua itu akan diputarbalikkan. Saat orang-orang bertanya setelah melihat film itu, saya syok," ujarnya.

Putri sutradara film asal Georgia tersebut mengaku sangat ketakutan terlebih melihat reaksi umat muslim di seluruh dunia yang mengecam film tersebut. Namun, ia tidak pergi dari rumah dan bersembunyi. Anna hanya mengunci diri di dalam rumahnya karena takut masyarakat khususnya di Timur Tengah akan menyalahkannya.

"Saya tidak tahu harus berbuat apa tapi harus mengatakan yang sebenarnya. Saya tidak akan pergi bersembunyi, karena jika kita tidak bicara yang sebenarnya, tidak ada tempat di dunia ini untuk ditinggali," tuturnya. (sumber MI.COM)

4.Pemeran George


Inilah pemeran George yang kemudian di ganti dengan Nabi Muhammad dalam film tersebut. Belum di peroleh identitas secara pasti tentang orang ini. Sejauh ini masih berupa gambar saja yang beredar di masyarakat.

Film yang melibatkan 60 pemain dan 45 kru ini rata-rata mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui jika film ini adalah untuk menghina Islam dan Nabi Muhammad.. Padahal dalam film tersebut menggunakan atribut-atribut islam dan cerita yang mirip dengan kehidupan Nabi Muhammad.

Pertanyaannya adalah mungkinkah Sam Bacille melakukan segala setting ulangnya sendirian? Bagaimana proses pengisian suaranya?, mungkinkah Sam Bacille berganti suara dalam 60 karakter suara para pemainnya. Bagaimana menyingkronkan antara alur cerita dengan dialog yang di gunakan?, sementara mereka mengatakan bahwa film semula berjudul Dessert Warrior kemudian di ganti dengan Innocence Of Moslem.

Logika kita pasti akan mengatakan mungkinkah film "Laskar Pelangi" dapat diganti dengan judul "Saur Sepuh"..? sementara adegan filmnya menceritakan Laskar Pelangi dan dialognya menggunakan dialog film Saur Sepuh?, Jadi bagaimana mungkin para pemainnya tidak mengetahui jika sebenarnya film tersebut menghina Nabi Muhammad?. Hanya ada dalam sebuah kondisi yang dapat di benarkan untuk mengakui kebenaran pengakuan para pemainnya, yaitu saat mereka memerankan film tersebut dalam kondisi mabuk atau tidak sadar sehingga tidak tahu apa yang dilakukannya.

Mohon masyarakat dunia khususnya Moslem untuk bisa membuka mata atas fakta-fakta tersebut untuk memperoleh penjelasan yang masuk akal agar tidak di berdaya oleh orang-orang yang mau cuci tangan atas kesalahan mereka dan membiarkan film tersebut terus beredar, dan muncul film-film baru yang menghina Islam dan Nabi Muhammad
»»   Selanjutnya...

Catatan Kriminal Si Pembuat Film Innocence Of Muslims


Unikei - Dunia Islam bergejolak atas munculnya film Innocence Of Muslem. Semula di tengarai bahwa pembuat Film ini adalah Sam Bacile, namun ternyata tiba-tiba muncul lelaki bernama Nakoula Basseley Nakoula berusia 55 tahun menyerahkan diri dan mengaku sebagai pembuat film Innocence Of Muslem. Pada hari Sabtu malam waktu setempat, 15 September 2012, dari kediamannya di kota Cerritos, negara bagian California, AS

Ternyata, Nakoula Basseley Nakoula adalah warga Amerika Serikat berdarah Mesir. Pria yang lahir 55 tahun lalu itu tinggal di kota Cerritos, di negara bagian California, AS. Patut dicatat, meski beragama Kristen Koptik, dia bukanlah seorang umat Kristen yang saleh. Dia sejatinya seorang kriminal.

Nakoula pernah beberapa kali tersandung masalah hukum. Pada tahun 1997, dia pernah ditahan kantor Sherif Los Angeles. Pada 27 Maret 1997, dia didakwa karena memproduksi metamfetamin.

Mengaku bersalah, Nakoula dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan tiga tahun masa percobaan pada 3 November 1997. Kantor Kejaksaan mengatakan dia melanggar masa hukuman percobaannya pada 8 April 2002 dan kembali dijebloskan ke bui selama satu tahun.

Pada 2010, dia terlibat penipuan bank--yang kini dijadikan alasan aparat AS untuk menahan dan memeriksanya.

Sejak film amatirnya itu menuai protes keras dari banyak umat Islam, Nakoula bersembunyi. Dia menjauhkan diri dari lingkungan sosialnya. Berbagai pihak mencoba menelusuri identitas dan keberadaan produser yang semula disebut-sebut bernama Sam Bacile, seorang Yahudi anti-Islam.

Wall Street Journal (WSJ) dalam sebuah artikelnya mencoba menelusuri produser film yang ketika itu asal-usulnya masih misterius. Selasa pekan lalu lalu, WSJ berhasil menghubungi Sam Bacile melalui telepon. Kepada WSJ dia mengaku berumur 52 tahun dan warga negara Amerika keturunan Israel. Dia juga terang-terangan mengaku anti Islam, bahkan menyebut agama ini sebagai "kanker peradaban".

Rupanya dia berbohong. Dalam catatan pemerintah Amerika dan Israel, tidak ada warga mereka bernama Sam Bacile. Media di AS yang menelusuri riwayat Bacile, belakangan mengungkapkan bahwa dia juga ternyata bukan seorang Yahudi, melainkan seorang keturunan Arab.

WSJ melacak nomor telepon Bacile, dan ternyata dia beralamat di Cerritos, California. Di alamat itu, tertera nama penghuninya bukan Bacile, melainkan Nakoula Basseley Nakoula, seorang produser film. Kepada salah satu awak media, Nakoula pernah membantah bahwa dia adalah Bacile.

Kini, setelah identitasnya diketahui, Nakoula menyerahkan diri ke aparat dan membuat pengakuan mengejutkan: dialah sang pembuat film "Innocence of Muslims" yang telah membuat marah umat Islam itu.
»»   Selanjutnya...

Film Pelecehan Menjadikan Buku Buku Islam Di Inggris Laris Manis


Unikei - Penjualan buku-buku Islam di Inggris semakin meningkat setelah tersebarnya film yang melecehkan Rasululullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Peningkatan penjualan mencapai 20 hingga 30 persen dibanding dengan angka penjualan bulan-bulan sebelumnya, demikian lansir Al Arabiya (20/9/2012).

Sejumlah sumber dari para pegawai di sejumlah toko buku di London menyampaikan bahwa sejumlah besar dari konsumen banyak mencari buku-buku yang berisi pengenalan terhadap Islam dan terjemahan Al Qur`an.

Seorang wanita yang bertanggung jawab atas toko buku Water Stone London menyampaikan bahwa buku-buku Islam berbahasa Inggris merupakan buku yang paling laris di toko-toko buku Inggris.

Hal serupa juga disempaikan oleh petugas di toko buku umum milik pemerintah di kawasan Illing London Barat, bahwa banyak warga Inggris yang mencari-cari buku-buku mengenai Islam di beberapa waktu terakhir.

Direktur lembaga nirlaba Oxfam Inggris juga menyebutkan bahwa peningkatan penjualan buku-buku Islam mencapai 20-30 persen yang serupa dengan kondisi pasca 11 September. (hidayatullah.com)

note: ini bukan berarti kita mengapresiasi promosi film anti Islam ya, tapi ini adalah hikmah dari kejadian tersebut. Semoga orang yang dulu membenci Rasulullah, Allah berikan hidayah untuk berbalik memeluk islam dan mencitai Nabi kita, Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam setelah membaca tentang beliau. Aamiin.
»»   Selanjutnya...

Tuesday, December 18, 2012

Terry Jones : Obama Pro-Islam, AS Hilang Wibawa


Unikei - Sempat berhenti menghujat Islam dan Muslim, pastor Terry Jones seolah mendapat momentum kembali melalui film "Innocence of Muslims". Ia pun mulai gencarkan lagi serangan opini terhadap Islam dan Muslim.

Jones melalui sebuah wawancara telepon dengan harian Buenos Aires Herald mengaku tidak menyesal mendukung film yang isinya dinilai menghina Nabi Muhammad itu atas dalih kebebasan berekspresi. Pria asal Florida, Amerika Serikat yang pernah nekat membakar kitab suci Alquran ini juga menganggap AS telah hilang kewibawaaan karena Islam dan pemerintahan AS saat ini sebagai bencana.

Lalu apa saja komentar pastur kontroversial ini mengenai film Innocence of Muslims? Berikut petikan wawancara Jones bersama Buenos Aires Herald seperti dikutip dari laman Breaking News - BuenosAiresHerald.com.

Reaksi film "Innocence of Muslims" sangat luar biasa, Anda justru mempromosikan film tersebut, Anda tidak menyesal?

Tentu saja tidak. Kami memiliki kebebasan berbicara dan berekspresi. Kadang, memang membuat nyaman, kadang berbahaya. Martin Luther King sendiri dibunuh karena itu. Jika saya memilih untuk tidak mengatakan hal yang membuat orang marah, lalu dimana tempat itu? Pastinya kita menetap di Nazi Jerman.

Direktur film tersebut mengatakan Islam adalah kanker, Anda setuju dengan pernyataan itu?

Tentu saja. Itu tidak berarti klaim. Saya pikir Islam adalah agama yang sangat berbahaya dan saya pikir kanker merupakan kata yang tepat untuk itu. Ada banyak umat Islam di dunia, dan saya tentu berharap prosesntase Islam radikal relatif kecil. Katakanlah 170 juta umat Islam membenci Barat, AS dan kebebasan berbicara. Jumlah itu sangat besar. Karena itu, sebagian kecil itu harus diatasi dengan cara radikal pula.

Maksudnya?

Saya tidak berarti mempromosikan semua jenis kekerasan atau perang. Tapi saya pikir kita harus mengirimkan pesan yang lebih kuat guna mengatakan kita tidak akan mentolerir ketakutan. Kita sering melihat apa yang Islam dan Muslim katakan, itu menunjukan AS telah kehilangan kewibawaannya di seluruh dunia. Ketika suatu negara mampu menyerang kedutaan kami, memanjat dinding, menurunkan bendera AS, menarik keluar dubes lalu membunuhnya. Mungkin ada yang salah dengan mereka tetapi juga dengan kami.

Jadi, Anda tidak setuju dengan usaha presiden Obama berdamai dengan dunia Islam?

Saya setuju, tapi saya pikir mereka juga sangat mengutuk terorisme. Sangat mudah untuk berbicara, tetapi mereka juga harus mengambil tindakan. Pemerintahan Obama adalah bencana. Ia pro-Islam. Melihat dari bagaimana dia bereaksi, saya percaya rahasia tentang identitas Muslimnya.

Tapi Obama memastikan dirinya Kristen?

Saya pikir Obama adalah pembohong dan penipu.
»»   Selanjutnya...

Sunday, December 16, 2012

Siapa Nakoula Basseley Nakoula Yang Membuat Film "Innocence of Muslims" Itu ??


Unikei - Siapa Nakoula ? Ternyata, Nakoula Basseley Nakoula adalah warga Amerika Serikat berdarah Mesir. Pria yang lahir 55 tahun lalu itu tinggal di kota Cerritos, di negara bagian California, AS. Patut dicatat, meski beragama Kristen Koptik, dia bukanlah seorang umat Kristen yang saleh. Dia sejatinya seorang kriminal.

Nakoula pernah beberapa kali tersandung masalah hukum. Pada tahun 1997, dia pernah ditahan kantor Sherif Los Angeles. Pada 27 Maret 1997, dia didakwa karena memproduksi metamfetamin.

Mengaku bersalah, Nakoula dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan tiga tahun masa percobaan pada 3 November 1997. Kantor Kejaksaan mengatakan dia melanggar masa hukuman percobaannya pada 8 April 2002 dan kembali dijebloskan ke bui selama satu tahun.

Pada 2010, dia terlibat penipuan bank--yang kini dijadikan alasan aparat AS untuk menahan dan memeriksanya.

Sejak film amatirnya itu menuai protes keras dari banyak umat Islam, Nakoula bersembunyi. Dia menjauhkan diri dari lingkungan sosialnya. Berbagai pihak mencoba menelusuri identitas dan keberadaan produser yang semula disebut-sebut bernama Sam Bacile, seorang Yahudi anti-Islam.

Wall Street Journal (WSJ) dalam sebuah artikelnya mencoba menelusuri produser film yang ketika itu asal-usulnya masih misterius. Selasa pekan lalu lalu, WSJ berhasil menghubungi Sam Bacile melalui telepon. Kepada WSJ dia mengaku berumur 52 tahun dan warga negara Amerika keturunan Israel. Dia juga terang-terangan mengaku anti Islam, bahkan menyebut agama ini sebagai "kanker peradaban".

Rupanya dia berbohong. Dalam catatan pemerintah Amerika dan Israel, tidak ada warga mereka bernama Sam Bacile. Media di AS yang menelusuri riwayat Bacile, belakangan mengungkapkan bahwa dia juga ternyata bukan seorang Yahudi, melainkan seorang keturunan Arab.

WSJ melacak nomor telepon Bacile, dan ternyata dia beralamat di Cerritos, California. Di alamat itu, tertera nama penghuninya bukan Bacile, melainkan Nakoula Basseley Nakoula, seorang produser film. Kepada salah satu awak media, Nakoula pernah membantah bahwa dia adalah Bacile.

Kini, setelah identitasnya diketahui, Nakoula menyerahkan diri ke aparat dan membuat pengakuan mengejutkan: dialah sang pembuat film "Innocence of Muslims" yang telah membuat marah umat Islam itu.

Film murahan

Film itu dibuat dengan kualitas rendah. Tampak jelas, aktor-aktornya hanya "ditempelkan" di atas latar buatan padang pasir secara kasar. Alih-alih digarap serius, Innocence of Muslims terlihat sebagai sebuah film murahan yang konyol.

Saat diwawancarai WSJ, Nakoula mengaku membuat film itu untuk menggambarkan Islam sebagai agama yang penuh kebencian. "Ini adalah film politik, bukan film agama," tuturnya.

Film berdurasi dua jam itu dia buat tahun lalu di California selama tiga bulan. Dalam menggarap film ini, Nakoula mengaku bekerja sama dengan 60 aktor dan 45 kru. Untuk mendanainya, dia mengaku mendapat donasi sekitar US$5 juta dari 100 orang Yahudi. Namun, saat ditanya siapa, dia menolak mengidentifikasinya.

Belakangan, kru dan para aktor film Innocence of Muslim mengaku diperdaya Nakoula. Mereka merasa telah dibohongi sang produser yang tiba-tiba mengubah judul dan naskah di tengah-tengah proses syuting, tanpa sepengetahuan mereka.

Kepada CNN, Rabu 13 September 2012, sebanyak 80 kru dan aktor yang terlibat dalam pembuatan film tersebut mengaku terkejut akan dampak yang ditimbulkannya.

"Seluruh kru dan pemain sangat sedih dan merasa disalahgunakan oleh produser. Kami 100 persen tidak berada di balik film ini dan telah diperdaya. Kami kaget dengan penulisan ulang naskah dan kebohongannya kepada kami. Kami sedih atas tragedi yang disebabkannya," demikian tertulis dalam pernyataan bersama para kru.

Salah seorang aktor yang menolak disebutkan namanya mengatakan bahwa mereka pertama kali melakukan casting pada Juli 2011. Nakoula ketika itu mengatakan akan menggarap film berjudul Desert Warrior, sebuah film tentang sejarah Arab di gurun.

Menurut dia, pada naskah awal yang dibacanya, sama sekali tidak ada karakter Nabi Muhammad. Saat naskahnya tiba-tiba diubah oleh Nakoula, para kru dan aktor telah memprotes. Tapi, kepada mereka, Nakoula mengatakan perubahan dibuat semata agar kaum muslim berhenti membunuh.

Pada naskah awal, karakter Nabi Muhammad semula tertulis bernama "George". Para aktor juga menyebut nama "George", bukan "Muhammad", saat syuting berlangsung. Namun, usai syuting, mereka diminta mengambil suara dengan mengucapkan kata "Muhammad", yang ternyata belakangan disisipkan ke dalam film, menggantikan "George".

Staf produksi yang mengaku memiliki naskah asli film ini juga menegaskan bahwa film tersebut awalnya dinyatakan tidak ada hubungannya dengan Nabi Muhammad dan Islam. "Saya tidak akan pernah terlibat dalam film yang mengakibatkan seseorang terluka. Saya mual saat menyadari bahwa saya terlibat dalam film yang menyebabkan seseorang tewas," kata seorang aktris.

Viva.co.id
»»   Selanjutnya...

Google Tidak Mau Cabut Film "Innocence of Muslims"


Unikei - Google menolak permintaan Gedung Putih untuk mencabut penayangan film anti-Islam, "Innocence of Muslims", di YouTube, yang telah memicu gelombang protes anti-Amerika di negara-negara Muslim.

"Kami telah membatasi akses video itu itu di negara-negara di mana itu dinyatakan ilegal, seperti di India dan Indonesia, serta di Libya dan Mesir, mengingat situasi yang sangat sensitif di negara-negara itu," demikian pernyataan resmi Google kepada Reuters, Minggu 16 September 2012.

Google menyatakan lebih memilih menerapkan kebijakan membatasi akses ke klip-klip video di YouTube daripada berurusan dengan hukum atau tekanan politik setempat.

Pejabat-pejabat Gedung Putih hari Jumat lalu meminta Google agar mempertimbangkan apakah video tersebut melanggar ketentuan YouTube. Google menyatakan video itu masih masuk batas-batas yang dibolehkan dalam ketentuan mereka.

"Kami tidak dapat dan tidak akan memberangus kekebasan berekspresi di setiap negara. Tapi kami ingin YouTube dan Google meminjau kembali penayangan video tersebut," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jay Carney.

Pernyataan itu berbeda dari sebelumnya, kemungkinan karena pemerintah AS melihat meningkatnya skala aksi protes yang berlangsung.

Hanya sehari sebelumnya, Kamis, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton juga keras mengutuk film itu. Namun, dia bersikeras bahwa film itu harus tetap diizinkan disiarkan berdasarkan prinsip kebebasan berekspresi.

Film "Innocence of Muslims" dibuat di California dan trailer-nya yang berdurasi 13 menit luas beredar di Internet. Film ini dikecam karena dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW dan menggambarkan tokoh suci umat Islam itu seperti badut.

Akibatnya, film ini langsung menyulut aksi protes. Salah satu di antaranya berlangsung rusuh di Konsulat AS di Benghazi, Libya, 11 September 2012. Duta besar AS dan tiga pejabatnya tewas. Protes kemudian menyebar ke beberapa negara-negara Muslim lainnya. Sedikitnya sudah 17 orang tewas sejak protes pertama kali berlangsung pada Selasa lalu.

VIVA.CO.ID
»»   Selanjutnya...

Thursday, December 13, 2012

8 Dubes AS yang Tewas Saat Bertugas

8 Dubes AS yang Tewas Saat Bertugas

Unikei - Dubes AS untuk Libya Chris Steven, tewas karena menghirup asap yang ditimbulkan karena gedung Konsulat AS dihunjam roket buntut dari protes massa Libya atas film 'Innocence of Muslims'. Kantor sejarah Kemenlu AS mengumpulkan bahwa ada 7 dubes AS yang bernasib serupa, meninggal dalam tugas.

1. Laurence Steindhart


Laurence Steindhart adalah diplomat kawakan yang melanglang buana menjadi Dubes AS untuk Swedia, Peru, Uni Soviet, Turki, Cekoslovakia dan Kanada. Steindhart merupakan Dubes AS pertama yang gugur dalam tugas.

Saat menjadi Dubes AS untuk Kanada, dia meninggal dalam kecelakaan pesawat pada 28 Maret 1950 saat pesawatnya terbang di wilayah Ontario, Kanada. Dia dikuburkan di Arlington National Cemetery.

2. John Gordon Mein


John Gordon Mein adalah Dubes AS untuk Guatemala. Limousin yang dikendarainya dicegat di tengah jalan oleh gerilyawan Fuerzas Armadas Rebeldes di Guatemala City. Dia kemudian diminta turun dan ditembak pada 28 Agustus 1968. Insiden itu hanya satu blok dari Gedung Konsulat AS.

3. Cleo A Noel Jr


Cleo A Noel Jr adalah Dubes AS untuk Sudan. Noel ditembak oleh faksi Black September Organisasi Pembebasan Palestina di Khartoum pada 1 Maret 1973. Noel dimakamkan di Arlington National Cemetery.

4. Rodger P Davis


Rodger P Davis adalah Dubes AS untuk Siprus Rodger P Davis meninggal karena ditembak sniper saat demo di depan Kedubes AS di Nikosia, Siprus pada 19 Agustus 1974. Demonstrasi itu untuk memprotes kebijakan AS atas Siprus.

Davis dimakamkan di Sunset View Cemetery, El Cerrito, California.

5. Francis E Melloy


Francis E Melloy, Dubes AS untuk Libanon, penasihat ekonomi serta sopirnya diculik oleh Front Populer Pembebasan Palestina (PFLP) dan ditembak mati pada 16 Juni 1976. Pembunuh mereka Bassem Farkh dan Namek Kamal akhirnya dibebaskan pada tahun 1996 karena menurut Hukum Amnesti Internasional 1991, hal itu termasuk kejahatan yang dilakukan saat perang.

6. Adolph Dubs


Adolph Dubs adalah Dubes AS untuk Afghanistan. Dia diculik tentara militan dan ditahan di Kabul Hotel. Para tentara militan meminta tebusan pembebasan pimpinan mereka Badruddin Bahes.

Setelah pertukaran itu, terjadi tembak menembak antara Polisi Afghanistan dan tentara militan yang menculik Dubs. Tim kesehatan Kedubes AS menemukan Dubs duduk di kursi dengan beberapa luka tembak di kepala dan dada. Insiden itu terjadi pada 14 Februari 1979.

7. Arnold L Raphel


Arnold L Raphel adalah Dubes AS untuk Pakistan yang fasih berbahasa Urdu, Prancis dan Persia. Dia meninggal dalam kecelakaan pesawat di Bahalwalpur, Pakistan pada 17 Agustus 1988. Dalam pesawat yang Raphel tumpangi juga ada Presiden Pakistan Zia ul-Haq dan Jenderal AS Brigjen Herbert M Wassom

8. John Christopher Steven


Steven adalah Dubes AS untuk Libya. Dia meninggal saat gedung Konsulat di mana dirinya berada diroket oleh demonstran yang protes akan film 'Innocence of Muslims' pada 12 September 2012. Steven meninggal karena terjebak dalam reruntuhan dan terlalu banyak asap di sana.

Sementara 3 staf Kedubes AS lain tewas tertembak..
»»   Selanjutnya...

Dubes AS untuk Libya dan Tiga Stafnya Tewas Mengenaskan

Dubes AS untuk Libya dan Tiga Stafnya Tewas


Unikei - Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya, Chris Stevens, dan tiga anggota kedutaan tewas akibat serangan roket ke konsulat AS di Kota Benghazi, Selasa malam waktu setempat, 11 September 2012. Demikian keterangan sumber keamanan Libya kepada media, Rabu, 12 September 2012.

Koresponden Al Jazeera di Libya, Suleiman Idrissi, melaporkan dari kota di sebelah timur Libya, bahwa konflik bersenjata di kawasan tersebut sebagai buntut protes terhadap tayangan film amatir tentang penghinaan kepada Nabi Muhammad, setelah terjadi unjuk rasa serupa di Kairo, Mesir. "Dua anggota anggota staf kedutaan luka-luka," ungkap Idrissi.

"Seorang staf kedutaan AS tewas dan seorang lagi cedera," kata Abdel-Moenm Al-Hurr, juru bicara Komite Keamanan Agung Libya, Rabu. Dia menambahkan, pemrotes menembakkan peluncur granat ke gedung dari lahan pertanian.

"Bentrok senjata berlangsung sengit antara angkatan bersenjata Libya melawan milisi bersenjata di luar konsulat AS," katanya. Dia juga mengatakan jalan-jalan ditutup dan pasukan keamanan berkeliling gedung. Mayat korban dibawa ke Bandara Internasional Benghazi untuk diterbangkan ke Tripoli, selanjutnya diangkut ke pangkalan udara AS di Jerman.

Menanggapi insiden mematikan itu, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan bahwa tidak ada sikap apa pun sebagai pembenaran untuk menyerang konsulat AS di Benghazi.

"Saya mengutuk keras serangan terhadap konsulat AS di Benghazi, kemarin. Tidak ada alasan hukum apa pun melakukan penyerangan menyebabkan pejabat AS tewas. Saya mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga mendiang dan seluruh koleganya di Kementerian Luar Negeri."

Kerusuhan di Benghazi dipicu oleh pemutaran film yang diproduksi oleh warga asing dari komunitas koptik Mesir di AS, yang dianggap oleh masyarakat Islam setempat telah menghina Nabi Muhammad. Insiden ini bersamaan dengan peringatan 11 tahun serangan 11 September 2001 di AS.

"Begitu mereka mendengar ini (pemutaran film), mereka menyerbu garnisun militer, selanjutnya turun ke jalan. Mereka menyeru masyarakat untuk berkumpul dan menyerang konsulat AS di Benghazi," lapor Idrissi.

TEMPO.CO
»»   Selanjutnya...

Sutradara Film Penghina Nabi Muhammad Sembunyi

Sutradara Film Penghina Nabi Muhammad Sembunyi


Unikei - Sutradara film asal Israel, Sam Bacile, yang kini tinggal di California, AS, bersembunyi setelah film arahannya yang menghina Nabi Muhammad membuat marah kaum muslimin di Libya dan Mesir.

Berbicara melalui telepon dari tempat persembunyiannya, penulis skenario sekaligus sutradara Sam Bacile tetap pada pendapatnya bahwa Islam itu "sebagai sebuah kanker". Pria berusia 56 tahun ini mengatakan bahwa dia sengaja membuat film tersebut sebagai bentuk provokasi politik untuk mengutuk agama.

Tak pelak, film Bacile menimbulkan amarah warga Libya dan Mesir, Selasa, 11 September 2012, dengan cara membakar film dan menyerang konsulat Amerika Serikat di Kota Benghazi. Mereka juga membunuh diplomat AS di sana. Di Mesir, amarah masyarakat dilampiaskan ke kedutaan besar AS di Kairo. Para pengunjuk rasa memanjat tembok kedutaan untuk mengganti bendera AS dengan spanduk Islami.

"Ini adalah film politik," kata Bacile. "Amerika Serikat kehilangan banyak uang dan pasukan dalam perang Irak dan Afganistan, namun kami sedang bertempur melawan idologi."

Bacile, seorang pengusaha properti di California yang menyebut dirinya sebagai seorang Yahudi Israel, mengatakan dia yakin film tersebut akan membantu tanah airnya untuk mengekspos kelemahan Islam kepada dunia. "Islam adalah sebuah kanker," ujarnya.

Bacile menjelaskan, film berdurasi dua jam ini telah menghabiskan biaya produksi US$ 5 juta (Rp 48 miliar). Seluruh dana tersebut ditanggung renteng oleh lebih kurang 100 donatur Yahudi. Dalam film tersebut, Bacile menggambarkan Nabi Muhammad adalah seorang penipu. Untuk menyaksikan cuplikannya, film ini dilihat di YouTube berdurasi 13 menit dalam bahasa Inggris.

Dia juga menyebut Nabi Muhammad sebagai hidung belang yang lemah dan menyetujui pelecehan seksual pada anak-anak. Film ini oleh umat Islam dianggap sebagai penghinaan terhadap junjungan Rasulullah Muhammad.

Serangan hina terhadap Nabi Muhammad tidak hanya sekali ini saja. Sebelumnya, koran Denmark pada edisi 2005 lalu, menerbitkan 12 karikatur tentang Nabi Muhammad sehingga memicu kerusuhan di negara-negara Islam.

Lelaki Yahudi ini melanjutkan, dia merasa prihatin atas kematian warga Amerika yang tewas akibat filmnya. Dia menyalahkan lemahnya keamanan kedutaan dan kekerasan di Libya. "Saya rasa sistem keamanan (di kedutaan) tidak bagus," kata Bacile. "Amerika harus melalukan sesuatu untuk mengubahnya."

Seorang pengarah film, Steve Klein, mengatakan produser film perlu memberikan perhatian terhadap anggota keluarga yang tinggal di Mesir. Namun Bacile menolak pendapat tersebut. Klein katakan, dia berjanji akan tetap membantu Bacile membuat film namun dia mengingatkan, "Di masa depan, Anda bakal menjadi Theo van Gogh."

Van Gogh adalah seorang Belanda produser film, yang tewas dibunuh oleh ekstrimis muslim pada 2004 setelah membuat film yang dianggap menghina Islam.
"Kami ingatkan bahwa hal ini (pembunuhan) bisa saja terjadi pada Anda," kata Klein.

Film Bacile disulih suara ke dalam bahasa Arab oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Produser film yang dapat berbahasa Arab ini membenarkan bahwa filmnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab yang akurat. Film ini dibuat dalam waktu tiga bulan pada musim panas 2011, didukung 59 aktor dan sekitar 45 orang di belakang kamera. "Ketika diputar di bioksop-bioskop Hollywwod awal tahun ini, kursi gedung kosong melompong," kata Bacile.

TEMPO.CO
»»   Selanjutnya...

Aktris Film Anti - Islam Innocence of Muslims Trauma

Aktris Film Anti-Islam Innocence of Muslims Trauma


Unikei - Aktris Cindy Lee Garcia tak menyangka film yang dibintanginya, Innocence of Muslims, akan memicu protes berdarah di sejumlah negara. "Ini membuatku gila," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Gawker, Rabu, 12 September 2012.

Film kontroversial ini dianggap kurang ajar karena mendiskreditkan sosok Nabi Muhammad. Akibatnya, sejumlah masyarakat muslim marah. Dalam unjuk rasa terkait film ini di Benghazi, Libya, empat diplomat Amerika tewas mengenaskan karena kantornya diroket dan dibakar.

"Sutradara bilang (saat syuting), ini hanya film biasa berlatar Mesir 2.000 tahun yang lalu," ujar aktris asal Bakersfield, California. Dalam film itu, ia memainkan peran kecil sebagai wanita yang menyerahkan anaknya pada Nabi Muhammad untuk dinikahi.

"Dalam film, bukan Muhammad peran yang kutahu, tapi Master George," ujarnya.

Nama Muhammad sendiri dialihsuarakan oleh sang sutradara pada proses pasca-produksi. Mengetahui itu, ia merasa amat geram pada sang sutradara dan produser karena merasa dimanfaatkan. Dampaknya, ia merasa trauma. "Seseorang terbunuh karena film yang kubintangi," ujarnya.

Hasil editing final film tersebut diakuinya amat mengerikan. Terlebih setelah melihat dampak yang ditimbulkan dari film yang diketahuinya berjudul Desert Warriors tersebut. Film yang telah diedit tersebut kemudian diunggah cuplikannya ke dalam situs YouTube. Cuplikan inilah yang membuat kaum muslim marah besar. Selain Libya, di Mesir juga tercatat unjuk rasa besar-besaran memprotes film ini.

TEMPO.CO
»»   Selanjutnya...

Wednesday, December 12, 2012

Jones Promosikan Film 'Anti-Islam' di Gerejanya


Unikei - REPUBLIKA.CO.ID, Pastur kontroversial, Terry Jones mengaku memiliki rencana mempromosikan film "Innocence of Muslims" di gerejanya di Gainesville, Florida pada Selasa (11/9). Film yang isinya dinilai menistakan Nabi Muhammad AS itu, menurutnya bukan untuk menyerang muslim.

"(Film) Ini adalah produksi Amerika, tidak didesain untuk menyerang muslim namun untuk menunjukan ideologi merusak Islam," klaimnya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Wall Street Journal Selasa (11/9) waktu setempat. "Film ini mengungkapkan lebih jauh kehidupan Muhammad dalam cara satir," tambahnya.

"Innocence of Muslims" merupakan film hasil garapan penulis, sutradara sekaligus produser Sam Bacile, 56 tahun. Film berdurasi dua jam itu digarapnya tahun lalu di California bersama 60 aktor dan 45 kru dalam waktu tiga bulan. Bacile mengklaim filmnya ini adalah sebuah film politik, bukan film agama. (Baca: Film 'Anti-Islam' Diklaim sebagai Film Politik)

Belice mengaku mendapat sokongan dana besar dari sejumlah pendonor Yahudi. Ia mengaku berhasil mengumpulkan hingga 5 juta dolar Amerika dari sekitar 100 orang Yahudi. (Baca: Yahudi Sumbang 5 Juta Dolar untuk Film 'Anti-Islam')

Kantor berita AP pada Rabu (12/9) melaporkan kalau Sam Belice mengaku sebagai Yahudi keturunan Israel yang tinggal di California, Amerika Serikat (AS). Pria itu juga dikenal sebagai seorang pengembang real estate di Negeri Paman Sam. (Baca: Pembuat Film 'Anti-Islam' Mengaku Berdarah Israel).

Keberadaan Belice hingga saat ini masih misteri. Saat diwawancarai lewat telepon ia menolak mengungkap lokasi persembunyiannya. (Baca:Pembuat Film 'Anti-Islam' Menyembunyikan Diri)

Sumber
»»   Selanjutnya...

Inilah Film yang Menghina Nabi Muhammad


Unikei - Umat Islam kembali digegerkan dengan kasus penghinaan kepada Rasulullah saw. Sebuah film yang dibuat di Inggris berjudul “Innocence of Muslims” mengegerkan dunia Islam karena Nabi Muhammad digambarkan dengan prilaku yang sangat buruk dan diperankan oleh seorang aktor Amerika Serikat.

Tak pelak, umat muslim di Liya dan Mesir bergolak menanggapi peredaran film kontroversial tersebut. Apalagi, film juga sengaja diedarkan dengan terjemahan bahasa Arab.

Dilansir Wall Street Journal, film itu diproduksi oleh pengusaha real state kenamaan Amerika Serikat keturunan Israel, Sam Bacile (52) asal California.
Dalam pernyataannya, Bacile, menyebut Islam tidak ubahnya seperti penyakit kanker.

Film itu dibuat dengan biaya US$ 5 juta atau sekitar Rp 47,8 miliar, yang merupakan hasil donasi dari 100 warga Yahudi di Amerika Serikat.

Dalam film itu Nabi Muhammad diperankan oleh seorang aktor Amerika dan digambarkan dengan prilaku yang sangat jauh dari sejarah kehidupan Rasulullah saw.

Di Timur Tengah, film yang kali pertama memvisualkan sosok Nabi Muhammad itu kini memantik unjuk rasa besar-besaran di Libya dan Mesir.

Bahkan, seorang warga Amerika Serikat tewas saat pengunjuk rasa menerobos ke gedung Konsulat AS di Kota Benghazi, Libya, Selasa (12/09) waktu setempat.

Film itu sengaja dimunculkan bersamaan dengan peringatan peristiwa 11 September.

Dilansir CNN, di Kairo, Mesir, sejumlah pengunjuk rasa melompati pagar kedutaan dan menurunkan bendera AS.

Di Libya, saksi mata menyatakan kelompok Islam garis keras Ansar al-Sharia merangsek ke gedung konsulat di Benghazi.

Otoritas di AS telah mengkonfirmasi kematian seorang warganya, namun identitasnya belum dipublikasikan.

Sumber
»»   Selanjutnya...

Pastor Kontroversial Terry Jones Mengatakan Muhammad SAW Bakal Diadili Atas Serangan 11/9


Unikei - Tidak puas membakar Kitab Suci Al-Quran, pastor senior asal Kota Gainsville, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, Terry Jones berencana menggelar sidang untuk Nabi Muhammad SAW atas kejahatan pada kemanusiaan.

Agen berita Ahlul Bait melaporkan (8/9/2012), beberapa situs mengaku mendapatkan surat elektronik dari Jones bermaksud memberi pertanyaan pada Rasul, apa alasan utama di balik serangan 11/9. "Apakah Dia Nabi Allah seperti diklaim Islam? Apakah Dia penipu? Apakah Dia cinta damai? Apakah Dia meninggalkan agama pembawa kebaikan dan lebih mengarah pada kesetaraan umat manusia? Apakah Dia mewarisi agama pecinta kekerasan, rasisme dan selalu berprasangka buruk?" situs El-Bashayer melansir beberapa pertanyaan Jones untuk Muhammad SAW.

Pertanyaan Jones tadi membuat banyak situs menyebut dia orang gila. Paling konyol, di akhir surat elektronik, pastor itu mengatakan jika terbukti bersalah, Rasulullah akan dieksekusi kemarin.

Situs memuat surat Jones banyak mendapat komentar. Para pemuda muslim berpendapat lewat forum internasional, kenapa tidak ada satu tindakan pun atas aksi pastor itu membakar Al-Quran. Lelaki berkumis lebat itu bahkan tidak diadili dengan tuduhan menghina Islam.

Menurut umat muslim, tindakan Jones hendak mengadili Nabi Muhammad SAW sudah di luar batas toleransi. Ini terjadi sebab seluruh petugas berwenang hanya diam melihat aksi pastor itu dan membuat dia semakin jauh menghina Islam.
»»   Selanjutnya...