Showing posts with label Nakoula Basseley Nakoula. Show all posts
Showing posts with label Nakoula Basseley Nakoula. Show all posts

Friday, December 28, 2012

Beginilah Nasib Keluarga Si Pembuat Filem Yang Menghina Nabi


Unikei - Anggota keluarga Nakoula Basseley Nakoula, warga California yang menulis dan memproduksi film anti-Islam, Innocence of Muslims, hidup tak tenang setelah film itu menuai kemarahan muslim di berbagai negara. Mereka memutuskan meninggalkan rumah Senin dinihari, dengan kawalan polisi, untuk mulai hidup dalam persembunyian.

Nakoula Basseley Nakoula belum kembali ke rumahnya di Cerritos, California, sejak diwawancarai Jumat larut malam oleh petugas federal tentang perannya dalam pembuatan film itu. Karyanya telah memicu protes penuh kekerasan anti-Amerika di seluruh dunia.

Saat meninggalkan rumah, anggota keluarga Nakoula menutupi seluruh wajahnya. Mereka kemudian naik ke mobil polisi untuk bergabung dengan Nakoula di sebuah tempat yang dirahasiakan.

"Mereka memutuskan bahwa mereka akan lebih aman keluar dari rumah itu sehingga bisa bergerak dan hidup normal," kata Steve Whitmore, juru bicara kepolisian. "Yang kami lakukan adalah menjemput mereka dan menyatukan mereka dengan Nakoula," seperti dikutip Tempo online dari ABC News Selasa (18/9).

Whitmore menolak menyebutkan di mana keluarga itu tinggal saat ini. Mereka menyatakan tidak akan pernah kembali ke rumah mereka di Cerritos, meskipun keputusan itu "sepenuhnya terserah pada keluarga".

Nakoula, 55 tahun, mengakui perannya dalam pembuatan film itu. Saat itu, ia meminta bantuan polisi untuk menangani ancaman pembunuhan yang diterimanya sejak peluncuran film itu. Ia juga menyatakan "takut mati", terkait keselamatan dirinya dan keluarganya.

Nakoula awalnya menggunakan nama samaran Sam Bacile, mengatakan kepada wartawan ia adalah seorang "Yahudi-Israel", dan film itu menelan biaya sekitar US$ 5 juta, yang berasal dari teman-teman Yahudi-nya. Namun, yang sebenarnya, Nakoula adalah seorang Mesir-Amerika beragama Kristen Koptik.

Ia kemudian mengatakan kepada pihak berwenang bahwa ia dan putranya, Abanob Basseley, 21 tahun, yang bertanggung jawab untuk memproduksi film itu. Ia juga meralat biaya produksi sebesar US$ 50 ribu hingga US$ 60 ribu dan syuting yang dilakukan tak lebih dari 12 hari. Ia mengklaim uang untuk film itu berasal dari keluarga istrinya di Mesir.

Catatan yang diperoleh oleh ABC News menunjukkan, Nakoula pernah dihukum karena berniat memproduksi metamfetamin pada 1990-an. Ia juga pernah terjerat kasus hukum untuk tuduhan penipuan bank.

Menurut situs The Smoking Gun, Nakoula dihukum 21 bulan penjara dan lima tahun masa percobaan, lalu dipindahkan dari kompleks pemasyarakatan federal di Lompoc, California, ke rumah transisi pada tahun 2010. Ia dibebaskan dari tahanan federal pada Juni 2011. Produksi film itu dimulai hanya dua bulan setelah dia bebas di sebuah tempat di selatan California.(fq)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita-begini-nasib-keluarga-pembuat-film-innocence-of-muslims.html
»»   Selanjutnya...

Sunday, December 23, 2012

Empat Orang Paling Diburu Dalam Film Innocence Of Moslem

Unikei - Film Innocence Of Moslem sangat menohok hati Umat Islam dan mengakibatkan gelombang protes dimana-mana. Film yang di sutradarai oleh Sam Bacile yang belakangan mengaku bernama asli Nakoula Basseley Nakoula ini menceritakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang Pezina, Pembohong, mengajarkan kekerasan dan pembantaian juga hal-hal lain yang menggambarkan bahwa Islam adalah merupakan sampah dunia.

Menurut para pemeran film ini mereka di bohongi oleh Sang sutradara atas film ini karena pada kontrak mereka film ini pada awalnya berjudul Dessert Warrior, mereka tidak tahu jika akhirnya film ini berubah judul menjadi Innocence Of Moslem. Rupanya mereka menyadari akan hal tersebut, makanya saat ini mereka bersembunyi untuk menghindari kemarahan Umat Islam.

Muslim sangat tidak mentoleransi upaya apapun untuk mem-visualitaskan Nabi Muhammad dalam bentuk apapun baik lukisan, foto, film atau dalam bentuk yang lain, siapapun tahu itu. Ketika hal tersebut dilakukan oleh seseorang pasti akan menimbulkan reaksi yang sangat keras dari Umat Islam di seluruh dunia dan pelakunya harus berani menanggung resiko yang akan muncul kemudian.

Berikut ini orang-orang paling di buru oleh Umat Islam atas film Innocence Of Muslem tersebut.

1. Sam Bacille
Semula orang ini di tengarai bernama Sam Bacile, dialah penulis dan sutradara dari film laknat ini, seorang Yahudi Amerika. Namun sejak mendapat kecaman keras dari Umat Islam di seluruh dunia atas film ini tiba-tiba muncul lelaki bernama Nakoula Basseley Nakoula berusia 55 tahun yang menyerahkan diri dan mengaku sebagai pembuat film Innocence Of Muslem. Pada hari Sabtu malam waktu setempat, 15 September 2012, dari kediamannya di kota Cerritos, negara bagian California, AS, dia dijemput sherif setempat. Dia minta diinterogasi aparat keamanan federal Amerika atas pengakuannya sebagai pembuat film tersebut.

Teka-teki atas penyerahan diri pria bernama Nakoula Basseley Nakula pun muncul di benak sebagian masyarakat dunia, apakah ini sebuah konspirasi untuk menyembunyikan pelaku pembuat film yang sebenarnya? mengingat pria ini mempunyai catatan kriminal cukup banyak dan bisa saja dia menjual diri demi sejumlah uang. Baca tentang catatan kejahatannya dalam artikel sebelumnya berjudul: Catatan Kriminal Pembuat Film Innconce Of Moslem . Pria ini kemudian didentifikasikan sebagai pria keturunan Arab mesir dan di sebut-sebut sebagai pemeluk agama Kristen Koptik sebuah sekte Kristen Kuno yang ada di Mesir dan banyak di tentang oleh Kristen modern (Roma). Konspirasi adalah hal umum yang banyak terjadi di dunia ini, kita lihat saja perkembangan selanjutnya. Semoga masyarakat dunia mampu melihat secara jeli terhadap masalah global apalagi yang berkaitan dengan umat Islam.

2.Cindy Lee Garcia
Dia adalah Seorang aktris California bernama Cindy Lee Garcia , menurutnya dia tidak mengetahui bahwa ternyata film ini adalah untuk mengolok-olok umat Islam dan pemeran George akhirnya di ganti sebagai Nabi Muhammad. Walaupun sebetulnya perlu di pertanyakan mana mungkin dia tidak mengetahui bahwa film tersebut adalah untuk menghina Islam sementara dia menjadi pemeran dalam film tersebut dan menggunakan atribut-atribut Islam dan bercerita tentang kehidupan timur tengah masa itu.

Cindy Lee Garcia menyalahkan Nakoula Basseley karena telah menipunya dalam film tersebut. Nakoula telah menaruhnya dan keluarganya di ujung tanduk kemarahan Umat Islam.

"Saya mendapatkan ancaman kematian yang mengerikan melalui Internet, mereka mengatakan akan memotong saya, memotong saya dan membunuh saya dan keluarga saya," kata Garcia, 55, kepada Bakersfield, California, The News, Senin.

3.Anna Gurji


Anna Gurji, salah satu pemeran perempuan dalam film Innocence Of Muslims mengaku ditipu oleh sang pembuat film, Nakoula Basseley Nakoula.

Dalam film tersebut, Anna berperan sebagai pengantin termuda dari karakter bernama George. Namun, ia menegaskan tidak tahu bahwa karakter George diubah menjadi sosok Nabi Muhammad.

"Tidak ada pemberitahuan kepada semuanya tentang (Nabi) Muhammad dan tidak ada tentang agama selama saya ada dalam set. Saya seratus persen yakin tidak ada seorang pemain mengetahui rencananya (Nakoula) apa yang direncanakan untuk Desert Warrior," kata Anna seperti dikutip dari Huffington Post, Rabu (19/9).

Anna dan aktor lainnya mengira bahwa mereka sedang bermain dalam film berjudul Desert Warrior yang menceritakan tentang komet yang jatuh ke bumi tepatnya di Timur Tengah dengan setting ribuan tahun lalu.

Dalam cerita tersebut juga dikisahkan sebuah suku di Timur Tengah yang mengira bahwa komet tersebut suci.

Aktris asal Georgia tersebut mengatakan ia dibayar US$75/hari dan adegannya dengan karakter George direkam dengan layar hijau. Ia mengaku terkejut saat mengetahui hasil akhir film tersebut yang membuat marah umat muslim dari seluruh dunia.

"Katanya ada banyak efek khusus, jadi banyak adegan dalam film tersebut direkam dengan latar layar hijau. Itu film dengan biaya rendah. Aku tidak mengira semua itu akan diputarbalikkan. Saat orang-orang bertanya setelah melihat film itu, saya syok," ujarnya.

Putri sutradara film asal Georgia tersebut mengaku sangat ketakutan terlebih melihat reaksi umat muslim di seluruh dunia yang mengecam film tersebut. Namun, ia tidak pergi dari rumah dan bersembunyi. Anna hanya mengunci diri di dalam rumahnya karena takut masyarakat khususnya di Timur Tengah akan menyalahkannya.

"Saya tidak tahu harus berbuat apa tapi harus mengatakan yang sebenarnya. Saya tidak akan pergi bersembunyi, karena jika kita tidak bicara yang sebenarnya, tidak ada tempat di dunia ini untuk ditinggali," tuturnya. (sumber MI.COM)

4.Pemeran George


Inilah pemeran George yang kemudian di ganti dengan Nabi Muhammad dalam film tersebut. Belum di peroleh identitas secara pasti tentang orang ini. Sejauh ini masih berupa gambar saja yang beredar di masyarakat.

Film yang melibatkan 60 pemain dan 45 kru ini rata-rata mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui jika film ini adalah untuk menghina Islam dan Nabi Muhammad.. Padahal dalam film tersebut menggunakan atribut-atribut islam dan cerita yang mirip dengan kehidupan Nabi Muhammad.

Pertanyaannya adalah mungkinkah Sam Bacille melakukan segala setting ulangnya sendirian? Bagaimana proses pengisian suaranya?, mungkinkah Sam Bacille berganti suara dalam 60 karakter suara para pemainnya. Bagaimana menyingkronkan antara alur cerita dengan dialog yang di gunakan?, sementara mereka mengatakan bahwa film semula berjudul Dessert Warrior kemudian di ganti dengan Innocence Of Moslem.

Logika kita pasti akan mengatakan mungkinkah film "Laskar Pelangi" dapat diganti dengan judul "Saur Sepuh"..? sementara adegan filmnya menceritakan Laskar Pelangi dan dialognya menggunakan dialog film Saur Sepuh?, Jadi bagaimana mungkin para pemainnya tidak mengetahui jika sebenarnya film tersebut menghina Nabi Muhammad?. Hanya ada dalam sebuah kondisi yang dapat di benarkan untuk mengakui kebenaran pengakuan para pemainnya, yaitu saat mereka memerankan film tersebut dalam kondisi mabuk atau tidak sadar sehingga tidak tahu apa yang dilakukannya.

Mohon masyarakat dunia khususnya Moslem untuk bisa membuka mata atas fakta-fakta tersebut untuk memperoleh penjelasan yang masuk akal agar tidak di berdaya oleh orang-orang yang mau cuci tangan atas kesalahan mereka dan membiarkan film tersebut terus beredar, dan muncul film-film baru yang menghina Islam dan Nabi Muhammad
»»   Selanjutnya...

Catatan Kriminal Si Pembuat Film Innocence Of Muslims


Unikei - Dunia Islam bergejolak atas munculnya film Innocence Of Muslem. Semula di tengarai bahwa pembuat Film ini adalah Sam Bacile, namun ternyata tiba-tiba muncul lelaki bernama Nakoula Basseley Nakoula berusia 55 tahun menyerahkan diri dan mengaku sebagai pembuat film Innocence Of Muslem. Pada hari Sabtu malam waktu setempat, 15 September 2012, dari kediamannya di kota Cerritos, negara bagian California, AS

Ternyata, Nakoula Basseley Nakoula adalah warga Amerika Serikat berdarah Mesir. Pria yang lahir 55 tahun lalu itu tinggal di kota Cerritos, di negara bagian California, AS. Patut dicatat, meski beragama Kristen Koptik, dia bukanlah seorang umat Kristen yang saleh. Dia sejatinya seorang kriminal.

Nakoula pernah beberapa kali tersandung masalah hukum. Pada tahun 1997, dia pernah ditahan kantor Sherif Los Angeles. Pada 27 Maret 1997, dia didakwa karena memproduksi metamfetamin.

Mengaku bersalah, Nakoula dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan tiga tahun masa percobaan pada 3 November 1997. Kantor Kejaksaan mengatakan dia melanggar masa hukuman percobaannya pada 8 April 2002 dan kembali dijebloskan ke bui selama satu tahun.

Pada 2010, dia terlibat penipuan bank--yang kini dijadikan alasan aparat AS untuk menahan dan memeriksanya.

Sejak film amatirnya itu menuai protes keras dari banyak umat Islam, Nakoula bersembunyi. Dia menjauhkan diri dari lingkungan sosialnya. Berbagai pihak mencoba menelusuri identitas dan keberadaan produser yang semula disebut-sebut bernama Sam Bacile, seorang Yahudi anti-Islam.

Wall Street Journal (WSJ) dalam sebuah artikelnya mencoba menelusuri produser film yang ketika itu asal-usulnya masih misterius. Selasa pekan lalu lalu, WSJ berhasil menghubungi Sam Bacile melalui telepon. Kepada WSJ dia mengaku berumur 52 tahun dan warga negara Amerika keturunan Israel. Dia juga terang-terangan mengaku anti Islam, bahkan menyebut agama ini sebagai "kanker peradaban".

Rupanya dia berbohong. Dalam catatan pemerintah Amerika dan Israel, tidak ada warga mereka bernama Sam Bacile. Media di AS yang menelusuri riwayat Bacile, belakangan mengungkapkan bahwa dia juga ternyata bukan seorang Yahudi, melainkan seorang keturunan Arab.

WSJ melacak nomor telepon Bacile, dan ternyata dia beralamat di Cerritos, California. Di alamat itu, tertera nama penghuninya bukan Bacile, melainkan Nakoula Basseley Nakoula, seorang produser film. Kepada salah satu awak media, Nakoula pernah membantah bahwa dia adalah Bacile.

Kini, setelah identitasnya diketahui, Nakoula menyerahkan diri ke aparat dan membuat pengakuan mengejutkan: dialah sang pembuat film "Innocence of Muslims" yang telah membuat marah umat Islam itu.
»»   Selanjutnya...

Sunday, December 16, 2012

Siapa Nakoula Basseley Nakoula Yang Membuat Film "Innocence of Muslims" Itu ??


Unikei - Siapa Nakoula ? Ternyata, Nakoula Basseley Nakoula adalah warga Amerika Serikat berdarah Mesir. Pria yang lahir 55 tahun lalu itu tinggal di kota Cerritos, di negara bagian California, AS. Patut dicatat, meski beragama Kristen Koptik, dia bukanlah seorang umat Kristen yang saleh. Dia sejatinya seorang kriminal.

Nakoula pernah beberapa kali tersandung masalah hukum. Pada tahun 1997, dia pernah ditahan kantor Sherif Los Angeles. Pada 27 Maret 1997, dia didakwa karena memproduksi metamfetamin.

Mengaku bersalah, Nakoula dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan tiga tahun masa percobaan pada 3 November 1997. Kantor Kejaksaan mengatakan dia melanggar masa hukuman percobaannya pada 8 April 2002 dan kembali dijebloskan ke bui selama satu tahun.

Pada 2010, dia terlibat penipuan bank--yang kini dijadikan alasan aparat AS untuk menahan dan memeriksanya.

Sejak film amatirnya itu menuai protes keras dari banyak umat Islam, Nakoula bersembunyi. Dia menjauhkan diri dari lingkungan sosialnya. Berbagai pihak mencoba menelusuri identitas dan keberadaan produser yang semula disebut-sebut bernama Sam Bacile, seorang Yahudi anti-Islam.

Wall Street Journal (WSJ) dalam sebuah artikelnya mencoba menelusuri produser film yang ketika itu asal-usulnya masih misterius. Selasa pekan lalu lalu, WSJ berhasil menghubungi Sam Bacile melalui telepon. Kepada WSJ dia mengaku berumur 52 tahun dan warga negara Amerika keturunan Israel. Dia juga terang-terangan mengaku anti Islam, bahkan menyebut agama ini sebagai "kanker peradaban".

Rupanya dia berbohong. Dalam catatan pemerintah Amerika dan Israel, tidak ada warga mereka bernama Sam Bacile. Media di AS yang menelusuri riwayat Bacile, belakangan mengungkapkan bahwa dia juga ternyata bukan seorang Yahudi, melainkan seorang keturunan Arab.

WSJ melacak nomor telepon Bacile, dan ternyata dia beralamat di Cerritos, California. Di alamat itu, tertera nama penghuninya bukan Bacile, melainkan Nakoula Basseley Nakoula, seorang produser film. Kepada salah satu awak media, Nakoula pernah membantah bahwa dia adalah Bacile.

Kini, setelah identitasnya diketahui, Nakoula menyerahkan diri ke aparat dan membuat pengakuan mengejutkan: dialah sang pembuat film "Innocence of Muslims" yang telah membuat marah umat Islam itu.

Film murahan

Film itu dibuat dengan kualitas rendah. Tampak jelas, aktor-aktornya hanya "ditempelkan" di atas latar buatan padang pasir secara kasar. Alih-alih digarap serius, Innocence of Muslims terlihat sebagai sebuah film murahan yang konyol.

Saat diwawancarai WSJ, Nakoula mengaku membuat film itu untuk menggambarkan Islam sebagai agama yang penuh kebencian. "Ini adalah film politik, bukan film agama," tuturnya.

Film berdurasi dua jam itu dia buat tahun lalu di California selama tiga bulan. Dalam menggarap film ini, Nakoula mengaku bekerja sama dengan 60 aktor dan 45 kru. Untuk mendanainya, dia mengaku mendapat donasi sekitar US$5 juta dari 100 orang Yahudi. Namun, saat ditanya siapa, dia menolak mengidentifikasinya.

Belakangan, kru dan para aktor film Innocence of Muslim mengaku diperdaya Nakoula. Mereka merasa telah dibohongi sang produser yang tiba-tiba mengubah judul dan naskah di tengah-tengah proses syuting, tanpa sepengetahuan mereka.

Kepada CNN, Rabu 13 September 2012, sebanyak 80 kru dan aktor yang terlibat dalam pembuatan film tersebut mengaku terkejut akan dampak yang ditimbulkannya.

"Seluruh kru dan pemain sangat sedih dan merasa disalahgunakan oleh produser. Kami 100 persen tidak berada di balik film ini dan telah diperdaya. Kami kaget dengan penulisan ulang naskah dan kebohongannya kepada kami. Kami sedih atas tragedi yang disebabkannya," demikian tertulis dalam pernyataan bersama para kru.

Salah seorang aktor yang menolak disebutkan namanya mengatakan bahwa mereka pertama kali melakukan casting pada Juli 2011. Nakoula ketika itu mengatakan akan menggarap film berjudul Desert Warrior, sebuah film tentang sejarah Arab di gurun.

Menurut dia, pada naskah awal yang dibacanya, sama sekali tidak ada karakter Nabi Muhammad. Saat naskahnya tiba-tiba diubah oleh Nakoula, para kru dan aktor telah memprotes. Tapi, kepada mereka, Nakoula mengatakan perubahan dibuat semata agar kaum muslim berhenti membunuh.

Pada naskah awal, karakter Nabi Muhammad semula tertulis bernama "George". Para aktor juga menyebut nama "George", bukan "Muhammad", saat syuting berlangsung. Namun, usai syuting, mereka diminta mengambil suara dengan mengucapkan kata "Muhammad", yang ternyata belakangan disisipkan ke dalam film, menggantikan "George".

Staf produksi yang mengaku memiliki naskah asli film ini juga menegaskan bahwa film tersebut awalnya dinyatakan tidak ada hubungannya dengan Nabi Muhammad dan Islam. "Saya tidak akan pernah terlibat dalam film yang mengakibatkan seseorang terluka. Saya mual saat menyadari bahwa saya terlibat dalam film yang menyebabkan seseorang tewas," kata seorang aktris.

Viva.co.id
»»   Selanjutnya...