Showing posts with label Israel. Show all posts
Showing posts with label Israel. Show all posts

Sunday, December 30, 2012

Kissinger Prediksi Israel Lenyap 10 Tahun Lagi


Unikei - Siapa tidak kenal Henry Kissinger. Meskipun tidak menduduki jabatan resmi di Gedung Putih Washington tapi politikus gaek berdarah Jerman ini dianggap bapak pembina politik. Mengingat peranannya sebagai koordinator Grup elite Bilderberg, di mana persoalan dunia diputuskan di sana oleh sekitar 200 tokoh penting dunia.

Henry Kissinger adalah pendukung utama Israel dan peretas teori politik Amerika di masanya. Namun belakangan dia mengejutkan jagat perpolitikan Israel. Ia menegaskan bahwa setelah 10 tahun, “negara Israel” tidak akan ada lagi. Ini sebuah perubahan signifikan dalam pemikiran laki-laki yang satu ini. Padahal sebelum ini, ia telah me-“nazar”-kan keseluruhan hidupnya untuk menjaga eksistensi Israel dari kehancuran.

Meski statemen Kissinger yang dimuat oleh New York Post ini menjatuhkan elit-elit politik Tel Aviv, meski mereka menampik itu keluar dari mantan penasehat keamanan nasional dan mantan Menlu Amerika ini, namun editor koran Amerika ini, Cindy Adams menegaskan bahwa statemen yang dimuat itu sudah akurat dan valid. Ia mengatakan, Kissinger menegaskannya dengan kata-kata “In 10 years, there will be no more Israeal”.

Maka statemen ini memiliki muatan yang sama dengan apa yang diungkapkan oleh banyak lembaga-lembaga studi strategis dan tokoh politik internasional yang memiliki pengalaman dan kapasitas untuk berbicara tentang Israel. Inti dari muatan itu adalah “kehancuran Israel sudah diambang pintu” dengan latar belakang sejumlah kekalahan dan kegagalan yang dialami negara penjajah Palestina itu selama dua dekade terakhir. Selain itu, faktor lain adalah berbagai perpecahan yang mulai dialami entitas penjajah dan negara buatan ini dalam beberapa waktu mendatang.

Yang membuat statemen Kissinger menjadi riil, hakiki dan tidak terelakkan adalah situasi kebingungan yang menyelimuti elit-elit Israel yang belakangan mulai menampakkan kerapuhan mereka yang jelas dalam bentuk tindakan dan prilaku. Inilah yang mendorong presiden Amerika Barack Obama meremehkan PM Likud Benjamen Netanyahu dan menunda jadwal pertemuan di sela-sela agenda Majlis Umum PBB pada Selasa lalu (25/9) di New York.

Buldoser Israel yang terus menggerogoti area Masjid Al-Aqsha (pip)
Meski prediksi Kissinger soal habisnya usia Israel dalam waktu yang tidak lama adalah kesimpulan yang konclusi, baik diakui oleh penentu kebijakan di Washington atau Eropa atau tidak diakui, namun statemen tokoh-tokoh penting Israel di Palestina dan Al-Quds, sekeleas mantan kepala Mossad, Meir Daghan dan lainnya membuktikan bahwa kehancuran Israel tinggal menghitung mundur saja.

Dalam wawancara dengan harian Jerusalem Post Israel edisi April lalu, Meir Daghan menegaskan, “Saya yakin bahwa negara kami sudah sampai pada titik dimana pemerintah Israel tidak mampu lagi mengatur negara. Kami sudah berada di bibir jurang. Saya tidak mau berlebihan. Ini adalah tragedi. Namun kami sedang menghadapi spekulasi buruk di masa mendatang.”

Bahkan ketika mengomentari kemungkinan serangan Israel ke Iran, Meir Daghan menegaskan dalam wawancaranya dengan forum sosial CBS Amerika edisi 11 Maret 2012 bahwa reaksi Iran atas serangan Israel pasti akan menghancurkan.

Tema masa depan Israel menjadi materi menarik bagi spesialis, pemikir dan pengamat setelah kemenangan kelompok perlawanan Hezbollah menghadapi perang Israel pada Juli 2006 dan ketegaran pejuang Palestina di Gaza menghadapi blokade dan agresi Israel akhir tahun 2008. Dua peristiwa itu membuktikan kepalsuan mitos Israel sebagai “tentara tak terkalahkan” dan rapuhnya sistem keamanan Israel. Tak heran bila sejumlah pakar strategi dan militer di Timur dan Barat menegaskan bahwa Israel akan musnah jika menyerang Iran.

Kita sepakat dengan Henry Kissinger soal kepastian hancur dan habisnya Israel. Namun kita berbeda dengan “jangka waktunya”. Sebab kita yakin Israel yang menerapkan politik kekerasan sejak proyek ilegal dan inkonstitusionalnya didirikan tahun 1948 pasti akan hancur dalam waktu dekat. Sebab dunia semakin mengisolasi Israel dan di sisi lain, perlawanan semakin keras dari pejuang-pejuangan kebangkitan Islam untuk mendekatkan pembebasan Palestina dan Al-Quds dari penodaan Israel.

Apa yang dibangun di atas kebatilan pasti batil dan nasibnya pasti akan hilang.
»»   Selanjutnya...

Friday, December 28, 2012

Ancaman Israel Justru Membuat Iran Menjadi Semakin Kuat


Unikei - Ancaman aksi militer Israel terhadap Iran terkait program nuklirnya hanya memperkuat sikap Republik Islam itu. Demikian dikemukakan Kepala Garda Revolusi Iran Jenderal Mohammad Ali Jafari, Jumat (28/9).

"Musuh ingin menghentikan jalan kita, namun ancaman itu hanya akan memperkuat tekad kita untuk terus melangkah ke arah yang sama," kata Jenderal Mohammad Ali Jafari di hadapan ribuan anggota milisi Basij.

"Karena itulah ketika Zionis mengeluarkan ancaman militer, mereka ditenangkan AS," kata Jafari, seperti disiarkan situs berita Sepahnews milik Garda Revolusi Iran.

Pernyataan Jafari itu disampaikan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada sidang Majelis Umum PBB, Kamis, "Sebuah garis merah mengenai program senjata nuklir Iran" perlu ditetapkan. Menurut Netanyahu, negaranya sedang mempertimbangkan serangan-serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran.

"Jika serangan militer dilancarkan terhadap instalasi nuklir kita, maka kita berjanji musuh tidak akan lolos dalam keadaan hidup," kata kepala satuan rudal balistik dan udara Iran Jenderal Farzad Esmaili, Jumat, seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.

Akhir pekan lalu, Jafari mengatakan, perang antara Iran dan Israel pada akhirnya akan terjadi, namun tidak pasti di mana dan kapan, dan negaranya telah siap.

Baru pertama kali ini seorang pejabat tinggi Iran mengakui kemungkinan meletusnya perang antara kedua negara yang bermusuhan itu.

Jafari, yang dikutip kantor-kantor berita ISNA dan Fars, juga mengatakan, konflik semacam itu akan mengarah pada kemusnahan Israel.

"Jika mereka memulai (agresi), maka itu berarti kehancuran mereka dan akan menjadi akhir sejarah," katanya, Sabtu(22/9) pekan lalu.

Sehari kemudian, seorang komandan senior Garda Revolusi mengatakan kepada televisi berbahasa Arab Al-Alam, Iran bisa melancarkan serangan terlebih dulu jika Israel bersiap-siap menyerang negara tersebut.

Jika Israel dan Iran terlibat dalam konflik militer, "Tidak ada yang bisa diramalkan... dan itu akan berubah menjadi Perang Dunia III," kata Brigjen Amir Ali Hajizadeh, yang bertanggung jawab atas sistem rudal Garda Revolusi.

"Israel tidak akan bisa membayangkan tanggapan kami, dan negara itu akan mengalami kerusakan besar dan itu akan menjadi pendahuluan atas kemusnahannya," kata Hajizadeh, Ahad lalu.

Ketegangan Iran-Israel meningkat secara berarti dalam beberapa pekan, dimana Israel mengancam akan melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran.

Israel yakin program nuklir Iran bertujuan membuat senjata atom yang mengancam keberadaan negara Yahudi itu dan statusnya sebagai satu-satunya kekuatan nuklir di Timur Tengah, meski tidak diumumkan.

Iran bersikeras program nuklirnya untuk tujuan sipil damai. Namun Iran justru terlibat dalam perselisihan dengan badan pengawas nuklir PBB dan Dewan Keamanan PBB menyangkut masalah nuklir

( SUMBER : METROTVNEWS.COM )
»»   Selanjutnya...

Ya Ampuuun !!! Inilah Fakta Menyeramkan Tentang Nuklir Israel


Unikei - Ketika AS dan Barat sibuk menuding Iran soal fasilitas nuklirnya untuk tujuan pertahanan, tak banyak tudingan yang mengarah pada Israel. Padahal, Israel senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan nuklirnya dengan tujuan militer.

Bahkan, proyek nuklir Israel sejak awal pendiriannya bertujuan militer. Pada tahun 1952, rezim Zionis mendirikan Komisi Energi Nuklir. Lima tahun kemudian komisi tersebut mencapai kesepakatan dengan Prancis mengenai pembangunan reaktor riset Dimona, Negev.

Reaktor riset berkekuatan 24 megawat air berat itu dioperasikan pada tahun 1964. Di reaktor ini pula Prancis melakukan pengolahan bahan bakar nuklir, sekaligus menyiapkan plutonium untuk memenuhi kepentingan militer Israel.

Sejak itu Israel semakin agresif meningkatkan kemampuan nuklir militernya. Pada tahun 1964, CIA melaporkan bahwa Israel berhasil memproduksi bom atom plutonium.

Hingga dekade 1990-an, rezim Zionis meningkatkan jumlah hulu ledak nuklirnya dari 75 hingga 130 buah. Pada tahun 2006, dengan dukungan AS dan negara Barat lainnya, Israel terang-terangan mengumumkan program nuklir militernya. Bulletin of The Atomis Scientist mengumumkan bahwa jumlah hulu ledak nuklir Israel menempati urutan kelima di dunia.

Sejatinya, senjata nuklir merupakan bagian dari doktrin militer Israel. Berbeda dengan Iran yang bersikap transparan terhadap IAEA, Israel justru menolak kedatangan inspektur IAEA untuk meninjau program nuklir yang jelas-jelas bertujuan militer, dan mengancam kawasan dan dunia itu. Tel Aviv juga menolak untuk menandatangani traktat NPT. Namun mengapa Israel yang malah mendesak publik dunia supaya menekan Teheran untuk menghentikan program nuklir sipilnya.

Sumber: http://lontong-oe.blogspot.com/2012/09/fakta-menyeramkan-tentang-nuklir-israel.html
»»   Selanjutnya...

Wednesday, December 26, 2012

Iran Ancam Serang Israel Lebih Dulu


Unikei - TEHERAN, (PRLM).- Iran bisa melancarkan serangan terlebih dulu jika Israel bersiap-siap menyerang negara tersebut, dan itu akan berubah menjadi Perang Dunia ke-III, kata seorang komandan senior Garda Revolusi kepada televisi Al-Alam, Minggu.

"Jika Israel dan Iran terlibat dalam konflik militer, 'tidak ada yang bisa diramalkan'... dan itu akan berubah menjadi Perang Dunia III," kata Brigjen Amir Ali Hajizadeh kepada televisi berbahasa Arab itu.

Hajizadeh, yang bertanggung jawab atas sistem rudal Garda Revolusi, mengatakan, "Bila Israel telah mempersiapkan segala sesuatu untuk melancarkan serangan, kami mungkin akan melancarkan serangan lebih dulu. Namun kami belum melihat hal ini."

Ia menambahkan, Iran memperkirakan setiap serangan Israel akan dilakukan dengan otorisasi AS, namun "apakah serangan-serangan rejim Zionis itu dengan atau tanpa sepengetahuan AS, kami akan tetap menyerang pangkalan-pangkalan AS di Bahrain, Qatar dan Afghanistan."

"Israel tidak akan bisa membayangkan tanggapan kami -- dan negara itu akan mengalami kerusakan besar dan itu akan menjadi pendahuluan atas kemusnahannya," kata jendral Iran itu.

Sabtu, pemimpin Garda Revolusi Jendral Mohammad Ali Jafari mengatakan, perang antara Iran dan Israel "pada akhirnya akan terjadi, namun tidak pasti di mana dan kapan".

Baru pertama kali ini seorang pejabat tinggi Iran mengakui kemungkinan meletusnya perang antara kedua negara yang bermusuhan itu. Konflik semacam itu akan mengarah pada kemusnahan Israel.

"Jika mereka memulai (agresi), maka itu berarti kehancuran mereka dan akan menjadi akhir sejarah," katanya.

Ketegangan meningkat secara berarti dalam beberapa pekan ini, dimana Israel mengancam akan melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran. Israel yakin program nuklir Iran bertujuan membuat senjata atom yang akan mengancam keberadaan negara Yahudi itu dan statusnya sebagai satu-satunya kekuatan nuklir di Timur Tengah meski tidak diumumkan.

Iran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil damai, namun negara itu terlibat dalam perselisihan dengan badan pengawas nuklir PBB dan Dewan Keamanan PBB menyangkut masalah tersebut.
»»   Selanjutnya...

Tuesday, December 25, 2012

PM Israel Meninggalkan Ruangan Sidang Umum PBB, Karena Tak Tahan Di Cerca Presiden Iran

Delegasi Israel walk out saat Presiden Iran berpidato/ *dailymail


Zionis, zionis dan zionis. Itulah kata-kata yang selalu diucapkan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad saat berpidato di Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

Presiden pertama dari kalangan non ulama itu tak pernah menggunakan nama “Israel” dalam menyebut negara tersebut.
Dikutip dailymail, Selasa (25/09), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang duduk untuk melihat dan mendengarkan Ahmadinejad berpidato mengajak seluruh delegasinya untuk walk out (meninggalkan ruang sidang), karena tak tahan dicerca oleh Ahmadinejad dari atas podium.

“Zionis itu berhak menguasai Palestina dengan dukungan Barat. Zionis tak punya sejarah di sana,” ledek Ahmadinejad.
Sebelumnya, delegasi Amerika Serikat dipimpin Dubes AS untuk PBB, Susan Rice juga walk out, pasca Ahmadinejad menyatakan kesiapan Iran untuk berperang dengan Israel dan AS.

Nampaknya Ahmadinejad Udah terang terangan ya .. tidak takut sama AS apalagi sama Zionis ... Hahahaha ... 
»»   Selanjutnya...

Monday, December 24, 2012

Iran:Jika Irsael Berani Menyerang,Maka 24 Jam Israel Bakal Rata dengan Tanah


Unikei - Gencarnya retorika perang yang dilancarkan PM Israel Benjamin Netanyahu tak membuat militer Iran gentar.

Bahkan, Wakil komandan Korps Pengawal Revolusi Islam, Brigadir Jenderal Hossein Salami, balik mengancam bakal membuat Israel rata dengan tanah dalam 24 jam.

“Rezim itu yang lebarnya hanya 24 kilometer bisa rusak punggungnya oleh salah satu dari batalyon infantri kami dalam 24 jam,” kata Salami, dikutip farsnews, Senin (24/09).

“Doktrin strategis kami adalah defensif. Kita tidak akan memulai perang. Tapi kalau ada tindakan perang terhadap kami, kami akan memberikan balasan tidak akan berhenti. Musuh bisa memulai perang, tapi akhir ada di tangan kami,” tegasnya.

Dia juga menggarisbawahi ketepatan rudal yang terus dikembangkan oleh Iran.

“Rudal kami mampu mentargetkan markas musuh di wilayah tersebut, dengan jarak berapapun, dengan kemampuan penghancuran yang tinggi. Kami telah menguasai pengetahuan tentang pengembangan semua rudal modern,” klaim Salami.

Israel meningkatkan ancaman melaksanakan serangan sepihak terhadap fasilitas energi nuklir Iran sebelum pemilihan presiden AS pada tanggal 6 November.

Namun, Presiden Barack Obama selalu menentang setiap aksi militer Israel tersebut.

Para pejabat militer Iran berjanji akan memberikan respons menghancurkan untuk setiap serangan militer terhadap negara itu dan menjanjikan perang panjang yang bisa memicu perang dunia III karena akan melebar di luar Timur Tengah.
»»   Selanjutnya...

Sunday, December 23, 2012

Iran Yakinkan Dunia Bisa Lenyapkan Israel dari Peta Dunia

Unikei - Di tengah meningkatkan retorika perang Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi meyakinkan publik dunia kalau kekuatan militer Iran mampu melenyapkan rezim Israel dari peta dunia.

Ditegaskan Vahidi, satu hal yang tak diketahui dunia adalah, peralatan dan kelengkapan tempur militer Iran yang dieskpos, bukan merupakan kekuatan sebenarnya.

“Selama ini yang kami tampilkan adalah sebagian dari kemampuan pertahanan kami. Dan mereka (Israel) tidak tahu dengan pasti seberapa besar kemampuan kami. Sebaliknya kami tahu kekuatan mereka,” tegas Vahidi,

Pernyatan Vahidi memang bukan omong kosong. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran memang mencapai prestasi besar di sektor pertahanan dan menjadi negara yang berswasembada peralatan militer untuk sistem pertahanan.

Bahkan, dinas intelijen CIA dan Mossad (Israel) menurut Meir Dagaan, mantan direktur Mossad, hingga saat ini Israel masih buta soal seberapa besar kemampuan asli militer Iran yang sebenarnya.

“Mereka (Iran) tentu tidak bodoh. Tidak semua peralatan militernya ditunjukkan ke publik. Kami yakin masih ada yang mereka sembunyikan. Ini yang menjadi kekhawatiran Israel,” ujar Meir Dagaan.
»»   Selanjutnya...

Iran Siap Musnahkan Zionis Israel

Unikei - Di tengah gencarnya Israel mengumandangkan retorika perangnya, Iran telah meningkatkan kemampuan pertahanan militernya hingga ke level yang bisa memusnahkan rezim Israel.

“Kemampuan pertahanan republik Islam Iran terhadap ancaman-ancaman rezim Zionis telah berkembang hingga ke level yang akan bisa memusnahkan rezim Israel,” cetus Menteri Pertahanan Iran Brigjen Ahmad Vahidi.

Menurut Vahidi, rezim Israel tengah dihadapkan pada berbagai masalah dan berupaya menutup-nutupi masalah domestiknya itu lewat retorika perang. Demikian seperti diberitakan kantor berita resmi Iran, IRNA dan dilansir Press TV,

Ancaman perang Israel terhadap Iran terkait dengan program nuklir yang dijalankan Iran. Israel, juga Amerika Serikat dan negara negara Eropa mencurigai Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya.

Namun pemerintah Iran berulang kali membantahnya. Ditegaskan Iran bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.
»»   Selanjutnya...

Perang Iran vs AS - Israel Diprediksi Pecah 2013


Unikei - Telah terkonfirmasi hasil sebuah simulasi perang Amerika Serikat dan Iran yang dilakukan oleh Brookings Institution’s Saban Center for Middle East Policy, dan menyebutkan bahwa harga minyak mentah akan mencapai 200 dolar per barel.

David Ignatius, penulis kolom Opini di Washington Post menyatakan bahwa simulasi itu diikuti oleh Kenneth Pollack, seorang anggota senior Brookings dan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat.

Secara singkat, Ignatius menyimpulkan hasil simulasi itu dan menjelaskan bahwa masing-masing pihak (Amerika dan Iran) dengan sangat mudah salah menguraikan sinyal yang dikirim kedua pihak.

Salah penafsiran itu menjadi basis dari simulasi. Masing-masing pihak memilih opsi terbatas, namun aksi mereka diinterpretasikan sebagai pelanggaran terhadap garis merah.

Pertempuran akan lebih dahsyat dari yang diprediksikan karena sinyal-sinyal dari kedua belah pihak tidak diserap dengan benar. Selain itu, keduanya akan saling mengabaikan upaya untuk membuka jalur komunikasi, dan masing-masing saling berusaha menunjukkan superioritas.

Dalam simulasi disebutkan, konflik kedua pihak akan terjadi pada bulan Juli 2013, Barack Obama terpilih kembali menjadi Presiden AS, perundingan antara Kelompok 5+1 dan Iran membentur jalan buntu
Akhirnya Israel melancarkan serangan sepihak ke Iran. Di sisi lain, teror terhadap para ilmuwan nuklir Iran terus berlanjut.

Amerika Serikat, Inggris, dan Israel juga menggulirkan perang cyber baru untuk melumpuhkan program nuklir Iran.

Akibat perang, harga minyak akan mencapai 200 dolar per barel.
Amerika Serikat akan dihadapkan pada dua opsi, pertama membuka Selat Hormuz dengan kekuatan militer dan menentukan ultimatum kepada Iran, opsi kedua adalah serangan ke instalasi nuklir Iran bersamaan dengan pembukaan Selat Hormuz.
»»   Selanjutnya...

Thursday, December 13, 2012

Netanyahu Siap Gulingkan Obama?


Unikei - REPUBLIKA.CO.ID, Pemimpin oposisi rezim Zionis Israel Shaul Mofaz menuding Perdana Menteri Benyamin Netanyahu berupaya menggulingkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Barack Obama karena perselisihan atas program nuklir Iran.



"Tolong jelaskan kepada kami, siapa musuh terbesar Israel, AS atau Iran? Siapa yang lebih Anda takutkan, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad atau Obama? Pemerintahan mana yang lebih penting untuk digulingkan, di Washington atau di Tehran?," kata Mofaz di parlemen Israel Knesset, kepada The Jerusalem Post sebagaimana dilansir Press TV.

Ia menambahkan, campur tangan Israel dalam urusan internal AS dan menyikapi Washington dari sekutu menjadi musuh telah merusak hubungan.

Mofaz juga menuding Netanyahu telah menebarkan ketakutan dan kepanikan di kalangan warga Israel mengenai masalah Iran. "Perang hanya dapat dilancarkan ketika tidak ada pilihan," ujarnya.

"Kami mengetahui bagaimana mereka akan mulai, tetapi kami tidak tahu bagaimana mereka akan mengakhirinya. Dimana pertimbangan Anda? Anda tengah menakut-nakuti publik. " imbuhnya.

Selama beberapa pekan terakhir, hubungan antara Tel Aviv dan Washington memburuk setelah Netanyahu secara terbuka mengkritik kebijakan Obama tentang isu nuklir Tehran.

Pada tanggal 2 September, Netanyahu menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menetapkan garis merah yang jelas bagi Iran atas program nuklirnya.

Gedung Putih tidak menggubris seruan PM Israel dan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada Senin mengatakan, Washington tidak menetapkan tenggat waktu untuk resolusi diplomatik terkait perdebatan Barat atas program nuklir Tehran.

Mendengar pernyataan Clinton, Netanyahu geram dan pada tanggal 12 September langsung mengeluarkan statemen keras bahwa AS tidak memiliki hak moral untuk menghentikan Israel meluncurkan serangan militer terhadap Iran.

Sementara itu, harian Israel Haaretz melaporkan bahwa Netanyahu telah mengajukan permintaan untuk bertemu dengan Obama selama kunjungan mendatang ke New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB, namun Gedung Putih menolak permintaan itu dengan menyatakan bahwa jadwal Presiden AS tidak memungkinkan untuk menggelar pertemuan tersebut.
»»   Selanjutnya...