Showing posts with label Iblis. Show all posts
Showing posts with label Iblis. Show all posts

Friday, December 28, 2012

Naudzubillah, Inilah Cara Iblis Menyesatkan Kita Dengan Sajadah

Unikei - Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apakah kalian tidak berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat di sisi Rabb mereka?” Maka kami berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana berbarisnya malaikat di sisi Rabb mereka?” Beliau menjawab: “Mereka menyempurnakan barisan-barisan (shaf-shaf), yang pertama kemudian (shaf) yang berikutnya, dan mereka merapatkan barisan”. (HR. Muslim, An Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah).

Siang menjelang dzuhur. salah satu iblis ada di masjid. Kebetulan hari itu adalah hari Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada di dalam masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk dan masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air


Pada setiap orang, iblis masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap SAJADAH. "Hai Blis!" panggil seorang Kiai, ketika baru masuk masjid. Iblis merasa terusik dan berkata : "Kau kerjakan saja tugasmu kiai, Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam masjid ini!"
Pak Kiai : "ini rumah ALLAH, blis! Tempat yang suci, kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!" Kiai coba mengusir iblis.
Iblis : "Kiai, hari ini adalah hari uji coba sistem baru". Kiai tercenggung. "Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu".
"Dengan apa?", tanya kiai.
Iblis : "Dengan sajadah !".
Kiai : "Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, blis? "
Iblis : "Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah dibawah UMR, demi keuntungan besar!"
Kiai : " Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru ?"
Iblis : " bukan itu saja kiai, Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar"
Kiai : "Untuk apa ?"
Iblis : "Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang kau pimpin, Kiai! Selain itu, saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggan. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. dari situ saya bisa ikut membentangkan sajadah".

Dialog iblis dan kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi sajadahnya lebih kecil.

Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajdahnya, tanpa melihat kanan-kiri. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dahulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya

Keduanya masih melakukan sholat sunnah.
"Nah, liat itu kiai !", Iblis memulai dialog lagi
"Yang mana ?", tanya kiai

"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu, mereka punya sajadah yang bebeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka"

Iblis lenyap. Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf. Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunnah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan iblis sebelumnya. Pemilik sejadah lebar ,rukuk, Kemudian sujud. Tetapi sambil bangun dari sujud, ia membuka sajadahnya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil berada dibawah sajada yang besar. kemudian ia berdiri, Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditutupi oleh sajadah yang lebih besar. Itu berjalan sampai akhir sholat sunnah.

Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadiaan itu beberapa kali terlihat di beberapa bagian masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas dari pada di bawah. Di atas sajadah saja orang sudah berebut kekuasaan dengan orang lain. Siapa yang memiliki sajadah lebar akan meletakkan diatas sajadah kecil. Sajadah sudah dijadikan iblis sebagai pembedaan kelas.

Pemilik sajadah diidentikan sebagai orang yang memiliki kekayaan, yang setiap saat harus berada diatas daripada yang lain. Sedangkan pemilik sajadah yang kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang kaya.
Diatas sajadah saja, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain. " ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM

“Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekatanlah, dan luruskanlah dengan leher-leher (kalian), karena demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf seakan-akan dia adalah kambing kecil.” (HR Abu Dawud)
»»   Selanjutnya...

Wednesday, December 19, 2012

Mungkinkah Iblis Akan Masuk Surga ?


Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Mungkinkah Iblis Akan Masuk Surga ? . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia , Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Mungkinkah Iblis Akan Masuk Surga ?

Salahkah Iblis karena menolak bersujud kepada Adam?
Bukankah sujud hanya boleh kepada Allah?
Benarkah Iblis kelak akan masuk surga, karena dia hanya mau sujud kepada Allah?
Apakah memang seperti itu tauhid yang sesungguhnya?
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir. QS 2: 34
Dalam ayat ini ada yang mentafsirkan kata “Sujud” sebagai makna “Menyembah” dan ada juga yang mentafsirkannya sebagai makna “Penghormatan” layaknya orang Jepang yang membungkukkan badan untuk menghormati seseorang.
Bagi yang memaknai sebagai “Menyembah” punya pemikiran bahwa nanti Setan akan masuk Surga karena hanya mau sujud pada Allah. Tetapi benarkah demikian?. Jawabnya tidak. Sesungguhnya letak kesalahan Iblis ada beberapa :
Allah berfirman, ‘Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?’
Iblis berkata, ‘Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.’ Allah berfirman, ‘Maka keluarlah kamu dari surga, sesungguhnya kamu adalah orang yang diusir, sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.’“ Qs. 38 : 75-78

1. Iblis berlaku sombong

“………..Sesungguhnya Allah tidak menyukai ORANG-ORANG yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. 4:36).
“Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya kecuali Iblis, dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk ORANG-ORANG yang kafir. (QS 38:73-74).

2. Niat Iblis menyesatkan manusia

Iblis berkata: Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan. Allah berfirman: Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat). Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka, (QS. 38:79-83)
Seandainya Iblis tidak berlaku seperti dua alasan diatas, tentu bisa saja pembangkangannya sujud pada adam kemungkinan tetap membuat iblis bisa masuk surga, tetapi karena Iblis berlaku sombong dan mengancam Allah untuk menyesatkan manusia, maka haramlah surga bagi iblis.
Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya. (QS. 38:85)
Wallahua’lam
»»   Selanjutnya...

Wednesday, December 12, 2012

Artikel Islami: Bani Adam vs Iblis

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Artikel Islami: Bani Adam vs Iblis . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia , Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Artikel Islami: Bani Adam vs Iblis


Saya berharap yang membaca postingan saya adalah bani Adam, sama seperti saya yang juga bani Adam. Nabi Adam alaihissalam merupakan musuh bebuyutan Iblis, karena hadirnya Nabi Adam alaihissalam telah membuat Iblis terusir dari jannah dan Allah menghukumnya tersesat selama-lamanya. Namanya musuh bebuyutan, sampai anak turun Nabi Adam alaihissalam pun jadi sasaran Iblis dan bala tentaranya.

Bukalah Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 16-17, di sini akan kita temui sumpah Iblis yang akan menjerumuskan kita dari ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.


“Iblis menjawab : Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf : 16-17)
Di dalam ayat ini Allah Ta’ala mengisahkan tentang Iblis yang bersumpah untuk menyesatkan Bani Adam dari jalan yang lurus sekuat tenaga dengan berbagai cara dan dari segala arah dengan berbagai taktik dan strategi.
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 16-17 di atas adalah:
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka”: Iblis akan membuat manusia ragu akan permasalahan akhirat (Min baini Aidihim), ( akhirat adalah masa depan kita).
“Dan dari belakang mereka”: membuat mereka cinta kepada dunia (Wa MinKholfihim), ( dunia selalu di belakang kita ).
“dari kanan”: urusan-urusan agama akan dibuat tidak jelas (Wa ‘An Aimaanihim)
“Dan dari kiri mereka”: dan manusia akan dibuat tertarik dan senang terhadap kemaksiatan (Wa ‘An Syama’ilihim).
Akan tetapi Iblis tidak akan bisa menyesatkan kita dari arah atas dan bawah kita, kenapa?
Al-Fakhrur-Razy dalam tafsirnya berkata: “Diriwayatkan bahwa ketika Iblis mengatakan ucapannya tersebut, maka hati para malaikat menjadi kasihan terhadap manusia mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, bagaimana mungkin manusia bisa melepaskan diri dari gangguan syaitan?” Maka Allah berfirman kepada mereka bahwa bagi manusia masih tersisa dua jalan: atas dan bawah, jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam do’a dengan penuh kerendah-hatian atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyu’an, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka” (At-Tafsir Al-Kabir V/215)
Dalam tafsir yang lain juga dikatakan bahwa Iblis tidak mendatangi kita dari atas, karena rahmat turun kepada manusia dari atas (Tafsir Ibnu katsir III/394-395)
Inilah ambisi Iblis untuk menyesatkan semua bani Adam sampai tidak tersisa seorang pun dari mereka kecuali yang bersyukur dan taat kepada Allah. Secara realita, ternyata program syaithan ini menjadi kenyataan karena mayoritas bani Adam telah terperangkap dalam jebakan-jebakannya, kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas.

Cara Iblis membuat perangkap untuk menyesatkan  Bani Adam
Dalam rangka menyesatkan bani Adam dari jalan yang lurus, Iblis mempersiapkan cara dan jebakan-jebakan. Ada enam tingkatan jebakan yang dipasang Iblis untuk menjerat bani Adam. Saya mendapati enam macam ini dari buku yang saya baca, karya Abu Abdurrahman Shabry bin Salamah Sahin dengan judul asli “Ash-Shira’ Ma’asy-Syaithan”, yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Pustaka Al-Kautsar.
Enam tingkatan itu adalah sebagai berikut :
  1. Iblis akan berupaya menjerumuskan bani Adam ke lembah kekafiran atau kesyirikan. Kekafiran dan kesyirikan merupakan dosa tertinggi yang tak akan diampuni oleh Allah atas pelakunya. Maka Iblis begitu giat untuk mempromosikan kesyirikan ini. Iblis membuat tuhan-tuhan selain Allah yang semua itu diyakini bani Adam sebagai tandingan adanya tuhan selain Allah. Banyak Bani adam yang terjebak dengan jebakan ini, namun tak sedikit pula yang selamat. Namun bila bani Adam selamat dari jebakan ini Iblis akan menggunakan cara berikutnya.
  2. Iblis akan berusaha menjatuhkan bani Adam ke lembah bid’ah sehingga ia mengamalkan bid’ah dan menjadi ahlul bid’ah. Iblis tidak akan melarang bani Adam untuk menyembah Allah tanpa menyekutukan dengan selain-Nya, namun Iblis akan menyusupkan ajaran-ajaran yang tidak berasal dari al-qur’an dan sunnah Rasulullah shalallahu’alaihi wa salama ke dalam ajaran Islam. Sehingga para ahli bid’ah akan menyibukkan diri dengan amalan-amalan bid’ah, bani Adam mengira perbuatan mereka tidak menyimpang karena bagusnya Iblis membungkus amalan bid’ah menjadi seakan-akan amalan sunnah.Bani Adam akan selamat bila membentengi diri dengan mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa salama secara benar. Namun bila bani Adam termasuk ahli sunnah dan tidak mampu diperdaya, maka iblis akan menggunakan cara berikutnya.
  3. Iblis akan menggoda bani Adam untuk melakukan dosa-dosa besar. Dosa besar memang tidak menyeret pelakunya kepada kekafiran, akan tetapi akan menyeret bani adam kepada neraka. Banyak sekali Bani Adam terjebak ke dalam jebakan ini, tiap hari kita dengar berita pembunuhan, perzinaan, dan banyak lagi dosa-dosa besar terjadi. Namun bila Allah menjaganya, maka syaithan akan menggoda dengan cara lain.
  4. Iblis akan menggoda bani Adam untuk melakukan dosa-dosa kecil dan menganggapnya remeh. Dosa kecil seringkali dianggap remeh, padahal sesuatu yang kecil bila berlangsung terus-menerus dan berlangsung lama akan menjadi besar pula. Sekecil apapun peluang, Iblis tak akan melewatkannya walaupun dengan dosa kecil. Bila gagal, maka Iblis akan menggoda dengan cara lain.
  5. Iblis akan menyibukkan bani Adam dengan perkara mubah sehingga mereka lalai dari perkara pokok. Perkara mubah adalah perkara yang boleh dilakukan, mubah bila dilakukan tidak membuat kita berdosa, namun juga tidak akan mengandung pahala, tergantung niat kita. Mubah lebih sering mengandung amalan dunia, sehingga bila kita disibukkan dengan hal-hal yang mubah maka kita akan menderita kerugian akhirat yang besar. Kita tidak berdosa akantetapi pahala akhirat kita tidak akan bertambah, statis… ini merupakan kerugian bagi bani Adam. Namun bila bani Adam selamat dari perangkap ini, maka Iblis akan menggunakan cara yang terakhir.
  6. Iblis akan menyibukkan bani Adam dengan amalan yang rendah nilai pahalanya, misalnya dia menyibukkan bani Adam dengan amal sunnah sehingga melalaikannya dari amal wajib. Demikian seterusnya. Iblis akan menyibukkan bani Adam dengan salat qiyamul lail, namun membuat lalai dari shalat subuh berjamaah. begitu seterusnya.
Bila ada seorang yang selamat dari enam perangkap syaithan tersebut, maka dia termasuk hamba Allah yang ikhlas yang tidak dapat digoda oleh syaithan dengan taufiq dan hidayah dari Allah Ta’ala.
Dalam penjelasan lain ada satu lagi makar yang dilancarkan Iblis kepada Bani Adam yang Rasulullah Shalallahu’alaihi wa salama pun tak akan selamat dari makar ini. Iblis menguasai orang-orang kafir yang zhalim untuk menyiksa kaum mukmin. Sampai saat ini masih kita lihat makar Iblis yang satu ini masih berlangsung.

Demikian merupakan per4angkap-perangkap Iblis yang harus kita kenal. Renungkanlah, maka kita akan tahu sejauh mana kita telah terjerumus ke dalam perangkap Iblis ini.Dari poin 1 s/d 6, mana yang pernah kita dapati pada diri kita.

Bani Adam, waspadalah…Iblis tak akan melepaskan sekecil apapun peluang yang dimilikinya untuk menjebak kita. Tetap mohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa  Ta’ala, berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah akan menyelamatkan kita dari jebakan-jebakan Iblis dan bala tentaranya.
Semoga tulisan ini bermanfaat.
»»   Selanjutnya...

Thursday, December 6, 2012

Apa Perbedaan Iblis, Setan Dan Jin Itu ?

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Apa Perbedaan Iblis, Setan Dan Jin Itu ?. Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Apa Perbedaan Iblis, Setan Dan Jin Itu ?


Dalam kitab Ahkamul Qur’an karangan Qurthubi dijelaskan sbb :
Para ulama berbeda pendapat mengenai asal-usul Jin. Hasan al-Basri mengatakan bahwa Jin keturan Iblis, seperti manusia keturunan Adam. Dari dua kelompok ini ada yang beriman dan ada yang kafir, keduanya juga berhak mendapatkan pahala dan siksaan dari Allah. Mereka yang beriman dari keduanya adalah kekasih Allah dan mereka yang kafir adalah Setan.

Ibnu Abbas berpendapat : Jin adalah keeturunan Jann, mereka bukan setan, mereka bisa mati dan mereka ada yang beriman dan ada yang kafir. Sedangkan setan adalah anak Iblis mereka tidak akan mati kecuali bersama-sama Iblis.

Dalam tafsir surat An-Nas, Qatadah berkata : Sesungguhnya dari jin dan manusia terdapat setan-setan. Ini mirip dengan pendapat Hasan Basri di atas. Dalam surah a-An’am (112) dikatakan “”Dan demikian lah Aku jadikan untuk setiap nabi musuh dari setan-setan manusia dan jin”.

Dalam buku “Hayatul Hayawan al-Kubra” karangan Dumairi : semua jin adalah keturunan Iblis. Namun dikatakan juga bahwa Jin merupakan satu rumpun, sedangkan Iblis adalah satu dari mereka. Jin juga mempunyai keturunan,seperti dijelaskan dalam al-Qur’an surah al-Kahf (55) “Apakah kalian akau menjadikan mereka (jin) dan keturunanya sebagai kekasih selain Aku (Allah) padahal mereka adalah musuh kalian”. Mereka yang kafir dari kaum jin disebut
setan.

Dalam kitab “Akaamu-l-Marjan fi Ahkamil Jan” karangan Syibli (hal. 6) disebutkan bahwa jin mencakup malaikat dan mahluk lainnya yang kasat mata. Sedangkan setan adalah jin yang durhaka dan kafir, mereka adalah anak-anak
Iblis. Jauhari berkata :Semua yang durhaka dan membangkang dari manusia, jin dan
hewan disebut setan. Orang Arab menyebut ular sebagai setan.

Yang terpenting bagi umat manusia adalah meyakini bahwa setan adalah musuh mereka dan selalu berusaha untuk menyesatkannya dan menjauhkannya dari jalan Allah. Kita dilarang menyembah atau menuruti kata setan.

Dalam surah Yasin (60) dikatakan “Bukankah Aku(Allah) telah membuat perjanjian kepadamu hai bani Adam agar kalian tidak menyembah setan, mereka adalah musuh yang paling jelas”. Demkian juga dalam surah Fathir (6) “Sesungguhnya setan adalah musuh kalian maka jadikanlah mereka musuh”.. Dan banyak dalil-dalil yang mengingatkan kita agar hati-hati terhadap tipu daya dan rayuan setan ini.

http://kampussamudrailmuhikmah.wordpress.com/
»»   Selanjutnya...