Showing posts with label Iptek. Show all posts
Showing posts with label Iptek. Show all posts

Monday, December 31, 2012

Ilmuan Menemukan Cara Baru Untuk Mendeteksi Alien

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Ilmuan Menemukan Cara Baru Untuk Mendeteksi Alien . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Ilmuan Menemukan Cara Baru Untuk Mendeteksi Alien



Peneliti dari University of Cantebury menemukan cara baru untuk mendeteksi keberadaan alien atau makhluk hidup di luar angkasa, terutama yang berupa mikroba.

Cara tersebut dikembangkan berdasarkan pengetahuan produksi metana dan hidrogen lewat hidrolisis olivin atau serpetinisasi. Proses tersebut di Bumi terjadi saat mineral olivin bereaksi dengan air menghasilkan serpentina di sekitar wilayah ventilasi hidrotermal.

Christopher Oze dan timnya melakukan tes serpentinisasi dalam skala laboratorium. Ia mengukur rasio hidrogen dan metana yang dihasilkan. Hasil uji ini merepresentasikan rasio hidrogen dan metana, dengan kondisi tak ada makhluk hidup.

Tahap selanjutnya, Oze mengukur rasio hidrogen dan metana secara alami, yang merepresentasikan hasil proses serupa saat ada makhluk hidup. Kedua hasil itu kemudian dibandingkan, dan ternyata terdapat perbedaan di antara kedua hasil. Jika ada kehidupan, maka kelimpahan metana lebih besar.
"Cara ini memberikan momen ketika kita akhirnya menyadari bahwa metode ini bisa digunakan untuk mencari adanya kehidupan di planet lain," urai Oze seperti dikutip Discovery, Rabu (27/6/2012).

Dengan cara ini, pencarian kehidupan di Mars, misalnya, bakal bisa dilakukan dengan lebih mudah. Manusia di Bumi cukup mengirim robot dengan perangkat yang mampu menganalisis rasio hidrogen dan metana untuk mengendus adanya alien.

Sumber
»»   Selanjutnya...

Misteri Mati Suri Dalam Kacamata Fisika Kuantum

Apa yang terjadi ketika seseorang mengalami kondisi hampir mati?

(ilustrasi) melalui terowongan gelap menuju cahaya terang saat mati suri | Viva.co.id
Perasaan tenang luar biasa, melihat cahaya terang menyilaukan entah dari mana, jiwa yang terlepas sesaat dari raga, memasuki sebuah dimensi lain, atau berjalan di kegelapan terowongan menuju cahaya di ujungnya. Atau mungkin berkomunikasi dengan roh, yang memintanya kembali ke raganya, untuk hidup kembali.

Pengalaman mati suri (near death experience) memiliki pola yang berbeda untuk setiap orang yang mengalaminya. Juga ragam penjelasan, dari psikologis hingga menurut keyakinan masing-masing.

Teori baru ditawarkan oleh dua ilmuwan fisika kuantum ternama. Menurut mereka, pengalaman hampir mati terjadi ketika zat yang membentuk jiwa manusia terlepas dan meninggalkan sistem syaraf, memasuki alam semesta.

Berdasar pada ide ini, kesadaran (consciousness) sejatinya dianggap sebagai sebuah program komputer kuantum dalam otak, yang bisa tetap bertahan di alam semesta bahkan setelah kematian. Ini menjelaskan persepsi sejumlah orang yang pernah mengalami mati suri.

Adalah Dr Stuart Hameroff, Profesor Emeritus pada Departemen Anestesi dan Psikologi dan Direktur Pusat Studi Kesadaran University of Arizona, yang mengembangkan teori kuasi-relijius ini.

Hameroff seperti dikutip Daily Mail, mendasarkan teorinya pada teori kuantum kesadaran yang ia kembangkan bersama fisikawan Inggris, Sir Roger Penrose yang menyatakan, esensi dari jiwa kita terkandung dalam strukstur yang disebut mikrotubulus (jamak: mikrotubula) yang berada dalam sel-sel otak.

Mereka berpendapat, pengalaman kesadaran kita adalah hasil dari efek gravitasi kuantum dalam mikrotubula. Sebuah teori yang mereka sebut sebagai pengaturan pengurangan obyektif (Orch-OR).

Dengan demikian, menurut teori ini, jiwa kita lebih dari sekadar interaksi antar neuron pada otak. Melainkan susunan yang terbangun dari intisari alam semesta, dan mungkin telah ada sejak waktu bermula.

Konsep ini agak mirip dengan keyakinan Buddha dan Hindu, bahwa kesadaran adalah bagian integral dari alam semesta. Dan memang mirip dengan filsafat Barat idealis.

Dengan keyakinan itu, Dr Hameroff menyatakan bahwa saat pengalaman hampir mati terjadi, mikrotubula kehilangan kondisi kuantumnya, namun informasi di dalamnya tak lantas hancur. Sebaliknya, ia hanya meninggalkan raga dan kembali ke alam semesta.

"Katakanlah jantung berhenti berdetak, darah berhenti mengalir, mikrotubulus kehilangan keadaan kuantumnya," kata Dr Hameroff. "Tapi informasi kuantum di dalam mikrotubulus tidak rusak, tak bisa dihancurkan. Hanya didistribusikan dan menghilang ke alam semesta."

Jika pasien tersebut sadar, hidup kembali, informasi kuantum itu juga akan kembali ke mikrotubulus. "Sehingga pasien bisa berkata, 'aku mengalami pengalaman hampir mati'."

Bagaimana jika pasien itu tak pernah tersadar?

"Jika pasien tak sadar dan akhirnya meninggal dunia. Bisa jadi informasi kuantumnya tetap eksis di luar jasadnya, mungkin tanpa batas, sebagai sebuah ruh."

Namun, teori Orch-OR tesebut mendapat kritik keras dari para pemikir empiris, dan terus menjadi perdebatan kontroversial di kalangan ilmuwan.

Fisikawan MIT, Max Tegmark adalah salah satu penentangnya. Ia menerbitkan makalah setebal 2.000 halaman yang mengritik teori tersebut, dan kerap dikutip oleh banyak penentang.

Meski demikian, Dr Hameroff yakin, penelitian fisika kuantum akan menvalidasi Orch-Or. Apalagi efek kuantum kini digunakan untuk menjelaskan banyak proses biologis, seperti bau, navigasi burung, dan fotosintesis.

[ Sumber: teknologi.viva.co.id ]
»»   Selanjutnya...

Saturday, December 29, 2012

Gagak Wariskan 'Dendam' Pada Keturunannya

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Gagak Wariskan 'Dendam' Pada Keturunannya. Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Gagak Wariskan 'Dendam' Pada Keturunannya

Pengunjung unikei sebuah penelitian yang dilakukan selama 5 tahun terhadap gagak-gagak yang tinggal di kawasan Seattle, Washington, Amerika Serikat menunjukkan bahwa burung gagak bisa mengingat mana 'manusia yang berbahaya' bagi keselamatannya. Hebatnya, burung ini bisa memberitahukan informasi ini pada anak-anaknya serta gagak-gagak lain.

Menurut John Marzluff, profesor dari University of Washington, kemampuan ini telah membantu spesies itu beradaptasi dengan sukses serta berkembang biak bersama dengan manusia. “Perilaku setiap individu manusia terhadap hewan sangat berbeda dan berubah-ubah,” kata Marzluff, seperti dikutip dari ABC. “Berhubung manusia sering hadirkan ancaman bagi hewan, kemampuan mempelajari perilaku sosial ini sangat berguna bagi hewan,” ucapnya.

Pada percobaan, peneliti menggunakan topeng lalu menjebak, mengikat kemudian melepas 7 sampai 15 ekor burung di 5 kawasan yang berbeda di Seattle. Untuk mengetahui dampak penangkapan tersebut, selama 5 tahun kemudian, dilakukan penelitian terhadap perilaku burung itu terhadap orang-orang yang melintas di kawasan lokasi penangkapan.

Peneliti menggunakan topeng 'penjahat' atau topeng yang mereka pakai saat menjebak para burung. Setelah itu mereka membandingkannya dengan menggunakan topeng lain yang tidak ada kaitannya dengan penangkapan terhadap gagak tersebut. Dalam 2 minggu setelah penangkapan, rata-rata 26 persen gagak 'memarahi' orang yang menggunakan topeng penjahat. http://anehdidunia.blogspot.com

Mereka mengganggu orang itu dengan mengepakkan sayap dan mengibaskan ekornya. Kadang, tindakan gagak yang pernah disakiti itu dibantu oleh gagak-gagak lain yang bergabung dan mengerumuni 'penjahat' tersebut. Setelah lebih dari setahun, lebih dari 30 persen menyerang orang yang memakai topeng penjahat. Angkanya malah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni mencapai 66 persen setelah tiga tahun dari waktu penjebakan terhadap gagak.

Marzluff menyebutkan, kawasan di mana gagak menyerang manusia yang menggunakan topeng 'penjahat' juga semakin meluas. Namun demikian, tidak ada perubahan pada perilaku gagak terhadap manusia yang menggunakan topeng 'baik-baik'.
»»   Selanjutnya...

Misteri Perang Nuklir Mahabaratha Berteknologi Canggih ??

Misteri Perang Nuklir Mahabaratha


Ratusan panah-panah api (missile) berterbangan dilangit, tak kalahnya panah-panah api berekor panjang (laser) juga terlihat membelah cakrawala, bola-bola api raksasa (nuclear blast) menyilaukan dan membutakan mata, semua itu diakhiri suara menggelegar yang *****akkan telinga, ribuan nyawa manusia dan hewan melayang tak terkira dan menyisakan kehancuran yang dahsyat di berbagai tempat dimuka Bumi tercinta.

Apa mungkin 15.000 tahun SM, ada perang nuklir dan peradaban manusia sudah demikian tinggi? Padahal, teknologi nuklir merupakan teknologi hi-tech yang dikerjakan oleh para ahli fisika.

Kesalahan kecil yang terjadi pada peralatan atau prosesnya dapat menjadi bencana, penebar maut. Seperti kebocoran di reaktor nuklir Chernobyl milik Rusia yang menelan banyak korban jiwa karena radiasi radio aktif.

Ada kabar menarik dari arkeolog India. Ditemukan sejumlah bukti yang menunjukkan di India diduga pernah terjadi 2 perang besar yang menggunakan senjata pemusnah massal.

Penelitian dilakukan oleh oleh Michael Cremo tahun 2003, arkeolog senior dari AS. Selama 8 tahun, penganut agama Hindu ini meneliti narasumber dari kitab suci Weda dan Jain, yang ditulis pendeta Walmiki, ribuan tahun lalu. Cremo tertarik menginvestigasi dan mendalami dua kitab suci tersebut.

Ia menemukan nama-nama yang tertera di kitab tersebut ada di India. Ditemani tim dan rekannya, Dr.Rao C.S, arkeolog terkemuka India, ia meneliti dengan perangkat canggih “penjejak waktu” ( thermoluminenscence dating method ) untuk setiap obyek.


Dengan karbon radio isotop, keakuratan umur objek mampu dijejak hingga miliaran tahun ke belakang. Kitab Weda ternyata bisa menjadi nara sumber akurat, mengungkap kisah-kisah sebenarnya beribu tahun lalu. Tak semata kitab suci.

Mereka mencoba mengupas isi kisah Mahabarata, dari awal kejadian hingga perang Bharatayudha, ditandai berakhirnya perjalanan keluarga Bharata. Mereka yang berperang, berasal dari keturunan Pandu dan Destrarata, 2 bersaudara.

Baratayuda, adalah istilah yang dipakai di Indonesia untuk menyebut perang besar di Kurukshetra antara keluarga Pandawa melawan Korawa. Perang ini merupakan klimaks dari kisah Mahabharata, yaitu sebuah wira carita terkenal dari India.

Dr.Rao meneliti bukti-bukti sejarah di lautan, di teluk Gujarat, untuk mengungkap bukti keberadaan Kerajaan Dwaraka. Istana Sri Krisna, otak penggalang strategis dari pihak Pandawa. Konon, kerajaan ini musnah ditelan gelombang laut tahun 1478 SM, setelah perang Bharatayudha tahun 1443 SM.


Princes of the Indonesian epic, Bharata Yhuda or The Great Battle, are carved in stone in this monument in Freedom Square. Bhatara Kresna and Raden Arjuna Sastra are two handsome princes of the Pandawa Lima lineage, shown here inspecting the war front battle station. with a bow and arrow, riding a chariot of eight galloping horses – a scene supposedly taken from Bharata Yuda War when Arjuna defeated Karna. The monument holds great significance for the locals, with some believing that the very figure opens a door to the spiritual world. (touristspot.ruvenga.com)

Michael Cremo mengadakan penelitian di daratan, diantaranya: Indraprasta, Hastinapura, dan padang Khurusethra, bekas perang itu terjadi. Seperti diketahui, Indraprasta merupakan tempat bermukim keluarga Pandawa di awal perjuangan merebut Hastina. Khurusethra adalah bekas pertempuran dahsyat keluarga Bharata.

Para ahli menemukan banyak bukti yang mengejutkan. Tanah tegalan luas itu ternyata tak ditumbuhi tanaman apa pun, karena tercemar radio aktif. Pada puing-puing bangunan atau sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo Daro tercemar residu radio aktif yang cukup pekat.

Menurut Dr.Indrajit, ahli termonuklir, hal ini terjadi diduga akibat radiasi ledakan termonuklir skala besar dalam peperangan tersebut. Jelasnya terdapat dalam kalimat Weda yang diterjemahkan bebas seperti ini, ”Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana/ Vimana.


Terlihat relief Vimana sedang melayang di kanan atas

Dalam Ufology, Vimana adalah wahana mirip piring terbang. Bahkan ada teori, bahwa dulunya Vimana adalah istilah untuk kendaraan alien yang berperang dengan manusia Bumi yang pada saat itu juga sudah canggih.

Teori kedua dalam Ufology, bahwa dulunya ada dua ras alien yang memperebutkan Bumi dan menghasilkan radiasi-radiasi yang hingga kini masih dapat dibuktikan.

Oleh kerenanya, manusia mengganggap bahwa para alien tersebut adalah “Dewa-dewa dari langit” yang sangat tangguh dan perkasa, lalu manusia membuat ceritanya dalam kitab-kitab Hindu.

Vimana dapat mendarat di tengah air, lalu mengangkat gendewa dan meluncurkan sebatang anak panah. Semacam senjata mirip rudal/ roket, yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang bersinar terang di atas wilayah musuh.

Curahannya seperti hujan lebat yang deras, mengepung musuh dengan kekuatan dahsyat. Setelah panah itu tiba pada sasarannya, dalam sekejap sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk seperti cendawan raksasa merekah di atas wilayah kurawa.

Angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup wuuus… wuuus, disertai debu pasir.

Burung-burung bercicit panik seolah-olah langit runtuh dan bumi gonjang-ganjing. Sementara itu di atas langit, matahari seolah-olah bergoyang, panas membara memancarkan udara mengerikan, membuat bumi berguncang, dan gunung-gunung bergoyang.”


“Di kawasan darat yang luas, binatang-binatang mati terbakar dan berubah bentuk. Air sungai kering kerontang, ikan, udang dan hewan laut lainnya, semuanya mati.”

“Saat panah (apakah roket atau senjata laser?) meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh berjatuhan bagaikan batang pohon yang terbakar hangus. Akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna tersebut, tercipta badai api, diikuti ledakan dahsyat yang memancarkan debu beracun (radio aktif?).”

Menurut kepercayaan populer Kuil Mahabalipuram bukan suatu kuil, tetapi suatu candi yang terakhir dari serangkaian tujuh candi, enam di antaranya telah tenggelam.

Penemuan bangunan utama reruntuhan itu terjadi pada bulan April 2002 di lepas pantai Mahabalipuram di Tamil Nadu, India Selatan, pada kedalaman 5 hingga 7 meter (15-21 kaki) dilakukan oleh tim gabungan dari Dorset Scientific Exploration Society (SES) dan India’s National Institute of Oceanography (NIO).

Penyelidikan di lokasi masing-masing ditemukan batu, sisa-sisa tembok yang tersebar, batu persegi dan blok persegi panjang dan platform besar dengan undak-undakan yang menuju ke sana. Semua ini berbaring di tengah-tengah formasi geologis batuan lokal.

Terdapat 4 sosok singa di empat lokasi, reruntuhan itu disimpulkan menjadi bagian dari kompleks candi.

Dinasti Pallava, yang menguasai wilayah itu selama abad ke-7 Masehi, dikenal memiliki banyak bangunan batu keras seperti struktural candi di Mahabalipuram dan Kanchipuram.



Poet Dwarka (India)
Di antara yang paling menarik dari penemuan-penemuan arkeologi yang dibuat di India dalam beberapa tahun terakhir adalah yang dibuat di lepas pantai dan Bet Dwarka Dwarka di Gujarat.

Penggalian telah berlangsung sejak 1983. Ini adalah dua tempat yang terpisah 30 km satu sama lain. Dwarka berada di pantai laut Arab, dan Bet Dwarka adalah di Teluk Kutch.

Kedua tempat ini dihubungkan dengan legenda tentang Kresna yang baik. Ada banyak candi di sini, terutama yang termasuk ke dalam periode abad pertengahan.

Dinilai sebagai salah satu dari tujuh kota paling tua di negara ini, kota legendaris Dvaraka adalah tempat kediaman Lord Krishna. Hal ini diyakini bahwa akibat kerusakan dan kehancuran oleh laut, Dvaraka telah tenggelam enam kali!

Untuk memperluas dan memperdalam penelitian ini, Unicef dan NASA membantu pemotretan dengan citra lansat satelit. Dari hasil riset dan pemotretan yang difokuskan di hulu sungai Gangga, para arkeolog menemukan banyak sisa puing bangunan yang telah menjadi batu hangus.



Batu besar reruntuhan ini ketika dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Ketika dicoba melebur bebatuan tsb, ternyata dibutuhkan suhu minimal 1.800 derajat celcius! Batu biasa dalam keadaan normal tak mencapai suhu ini.

Kecuali pada benda-benda yang terkena radiasi nuklir, baru bisa mencapai suhu yang demikian tinggi. Di pedalaman hutan primitif India, peneliti juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus.

Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batu dalam bangunan juga telah di-kaca-lisasi. Para peneliti heran, selain di India, batu radiasi juga ditemukan di bekas Kerajaan Babilonia Kuno, Gurun Sahara dan Gurun Gobi di Mongolia!

Inilah bukti reruntuhan perang nuklir prasejarah, derajat radiasi masih terekam meski kejadiannya ribuan tahun SM ( Sebelum Masehi ). Batu kaca pada reruntuhan tersebut, semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.

Diduga kuat perang Bharatayudha adalah perang nuklir yang terjadi antara 30.000 – 15.000 SM. Untuk meneliti lebih jauh penyebaran batu radiasi ini, para ahli nuklir PBB akan mengungkapnya dalam program khusus.


Penelitian yang dilakukan Dr. Rao di bawah lautan didasarkan petunjuk Weda, bahwa Kerajaan Dwaraka ditelan laut beberapa saat setelah Bharatayudha usai. Kerajaan Dwaraka adalah kediaman Sri Krisna, raja yang pegang kendali strategis di perang saudara ini.

Dalam kitab suci Hindu, ia merupakan jelmaan Dewa Wisnu, pemelihara perdamaian. Keberadaan Dwaraka dilakukan selama 8 tahun, dan baru jelas setelah dibantu citra satelit NASA. Dari sana ditemukan jejak kerajaan tersebut di bawah Teluk Gujarat.

Setelah ada petunjuk pasti, akhirnya Dwaraka berhasil ditemukan dalam keadaan hancur digulung gelombang Laut Arab yang cukup dahsyat. Dari hasil investigasi, banyak temuan berharga indikator kehidupan makhluk 15.000 tahun lalu.

Selain tembikar, ada bongkahan batu besar yang diduga benteng dan dinding istana. Batuan dipenuhi ornamen indah, lonceng kuil dari tembaga, jangkar kapal, pot bunga dari keramik, serta uang emas dan tembaga.

Penemuan logam ini memperlihatkan kepada kita, bahwa peradaban 30.000 – 15.000 tahun lalu ternyata sudah tinggi. Tak heran temuan ini mengindikasikan penggunaan senjata pemusnah massal di perang itu.


space wars & star wars (ilustrasi)

Bahkan menurut beberapa ahli yang lebih kontroversial malah menyatakan, bahwa pada masa lalu manusia sudah beberapa kali hampir mengalami pemusnahan massal akibat perang nuklir, perang bintang dan perang-perang besar lainnya.

Hingga manusia yang dapat bertahan hidup dan berlindung (survive) hanya tersisa ribuan jiwa saja, lalu mereka kembali ke zaman batu atau “seperti” zaman prasejarah.

Kemudian terus berkembang-biak kembali menjadi jutaan dan milyaran. Lalu terjadi lagi perang besar di bumi yang menyebabkan kemusnahan massal manusia, lalu berkembang-biak lagi, begitu seterusnya selama belasan kali.

Namun tak selamanya perang besar terjadi akibat peperangan antara manusia di bumi. Menurut paneliti yang tertarik masalah Ufology, manusia juga pernah melawan makhluk-makhluk luar angkasa atau alien, dan akhirnya juga menyisakan kehancuran dahsyat di Bumi.

Perlawanan ini juga membuktikan bahwa pada masa lalu peradaban manusia di bumi telah canggih, jika tidak canggih maka tak mungkin ras manusia berani melawan. Tapi akibat kekalahan teknologi yang jauh-jauh lebih canggih, ras manusia kalah namun berhasil untuk bertahan hidup dibawah pemukaan bumi.

Setelah beberapa dekade radiasi di permukaan bumi mulai menurun, merekapun mulai berani kembali ke permukaan dan memulai kembali peradaban ras manusia dari awal.

Menurut peneliti Ufology dan peneliti sejarah peradaban dunia yang kontroversial, peristiwa hampir punahnya ras manusia ini tak hanyak terjadi sekali, namun berkali-kali, dan manusia selalu dapat bertahan hidup walau hanya tersisa ribuan saja dan kembali memulai peradaban baru hingga suatu saat kembali maju dan canggih.


space battle & space wars (ilustrasi)

Dari penemuan-penemuan itu, Dr. Michael Creko membukukan laporan dalam 3 buku yang dicetak tahun 2006. Beberapa diantaranya:

Forbidden Archaelogis, The Hidden History of Human Race, dan Human Devolution, yang isinya menentang teori Darwin, tentang evolusi manusia.

Dr. Rao dari hasil karyanya memperoleh penghargaan “The World Ship Trust Award” dari PBB atas penemuan siklus kehidupan manusia yang memutus teori Darwin.

Pada awalnya, kisah-kisah inilah yang dibukukan dalam kitab Hindu dan menjadi kisah yang menarik tentang perang besar pada zaman dahulu kala ini (Armageddon).

Bahkan di Indonesia saat agama Hindu masuk ke Nusantara, cerita perang ini telah menjadi budaya Indonesia terutama di Jawa dan Bali.

Budaya ini telah melekat di Indonesia hingga kini, salah satunya melalui tradisi Wayang, baik itu wayang orang atau wayang kulit bahkan wayang golek.

Cerita tentang Baratayudha tersebut tetap mengakar hingga ke generasi muda di Indonesia sebagai generasi penerus kebudayaan tua ini. Karena cara ini adalah salah satu jalan agar kisah heriok ini tetap lestari di kemudian hari.

Cara lainnya untuk melestarikan kisah ini juga dilakukan dengan penulisan buku-buku dari banyak literatur-literatur kuno di zaman Hindu. Bahkan sudah ada beberapa permainan (games) elektronik di komputer tentang kisah peperangan Ramayana dan Baratayudha ini.


Di Indonesia, cerita pewayangan seperti perang Bharata Yudha (kisah perang di Mahabharata) masih banyak diceritakan langsung secara turun-temurun oleh para orang tua kepada generasi mudanya.

Selain itu, masih banyak pula kakek-nenek dan orang tua dari generasi sebelumnya terus menceritakan kembali kisah menarik ini kepada anak dan cucunya, termasuk di dalamnya tentang kisah perang Baratayudha.

Namun banyak pula peneliti dan budayawan yang menyatakan bahwa kisah itu hanya sekedar mitos atau fiksi kuno belaka.

Tapi itu semua dapat dipatahkan dengan penemuan-penemuan arkeologi dan sejarah yang sama-sama bersinergi dan dapat membuktikan fakta-fakta yang ada dan telah terjadi di lapangan.

Karena bisa jadi, itu semua memang bagian dari sejarah yang nyata bagi peradaban ras manusia di muka Bumi untuk selalu bertahan dari kepunahan. “Life will find the way…” (berbagai sumber)


UFO Sightings – The Mahabarata

VIDEO TENTANG PERANG BINTANG DI DALAM FILM-FILM FIKSI ILMIAH




»»   Selanjutnya...

Majapahit Adalah Kota Atlantis ??

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Majapahit Adalah Kota Atlantis ??  . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Majapahit Adalah Kota Atlantis ??

Ini bukanlah omong kosong belaka. Tapi memang Kerajaan Majapahit –lah yang pantas disebut sebagai kota dengan berperadaban tinggi itu, yang konon tenggelam dan sirna sebab bencana yang luar biasa besarnya.

Ada beberapa alasan yang membuat penilaian ini sangat akurat dan tak terbantahkan. Pertama, dari segi pengertian, yaitu apa sebenarnya yang dimaksud dengan kota Atlantis, Kerajaan Majapahit sangatlah memenuhi syarat. Kedua, dilihat dari sisi kejayaan dan kebesaran peradabannya. Ketiga, dari sisi sejarahnya yang melegenda.

Bahwa, meski keduanya sangat diyakini sebagai kota atau negeri dengan kejayaan dan kebesaran peradabannya, nyatanya sama sekali tidak menyisakan bukti atau fakta yang mendukung! Keempat, adalah kesimpulan orang-orang sesudahnya yang memiliki kesimpulan yang sama soal Kota Atlantis dan Kerajaan Majapahit, yaitu kota besar, peradaban tinggi, dan legendaris. Keduanya sama-sama menjadi mitos, tetapi sangat dipercaya ia ada dan pernah berdiri di suatu kala.

Mari kita jelajah satu-persatu. Apa yang disebut dengan Kota Atlantis? Sumber pertama yang bicara soal Kota ini adalah Plato. Ia menggambarkan Kota Atlantis sebagai kota besar dengan peradaban yang sangat tinggi. Namuan karena danya bencana alam yang mengerikan, ia tenggelam. Dan, tinggallah ia kemudian menjelma sebatas legenda yang antara ada dan tiada.

Lalu bagamaina dengan Majapahit? Kerajaan ini pun demikian. Para penutur sejarah menggambarkannya dengan istilah terkenal, sirna kertaning bumi. Yang artinya sirna ditelan bumi. Memang, para pakar memaknai istilah ini dengan kode tahun dan penanggalan sejarah akhir keruntuhan Majapahit. Tetapi, menurut saya, sudah sangat jelas apa yang dimaksud sirna kertaning bumi! Yaitu hilang, lenyap, atau sirna!

Mengapa saya berani mengatakan demikian? Sederhana saja, peninggalan-peninggalan Majapahit sangatlah minim. Bukan hanya secara fisik berupa bangunan, tetapi juga secara peradaban dan tokoh-tokoh utama di dalamnya pun sangat minim. Taruhlah sosok Gajah Mada. Hingga kini, tak satu pun yang mengetahui biografi siapa dia sebenarnya!

Dan lagi, kenyataannya beberapa peninggalan Majapahit masih terpendam di kedalaman bahwa tanah. Dan hingga sekarang, masih belum ditemukan, kecuali hanya sedikit saja. Namun dari sedikit tersebut, diyakini sisa peninggalan yang lebih besar ada terpendam di bawah tanah.

Bangsa Yang Buta Sejarahnya Sendiri
Terlepas apakah Majapahit benar-benar representasi Kota Atlantis, dibanding bangsa-bangsa lain di dunia, bangsa kita adalah bangsa yang tanpa bangunan sejarah! Kita ini adalah bangsa yang tak pernah mengenal jatidiri masa lalunya sendiri.

Seberapa besar kita mengenal sejarah Majapahit? Kenapa kita membangga-banggakannya? Bahkan dijadikan landasan spirit bangsa segala? Apa yang dapat diambil dari kerajaan Majapahit, yang bahkan sejarah lengkapnya saja kita tidak tahu sama sekali? Kecuali hanyalah gembar-gembor kebesaran yang tak ada bukti dan faktanya sama sekali itu?

Simpel saja, siapakah Mahapatih Gajah Mada sesungguhnya? Benarkah ia memang betul sosok Panglima yang kuat, cerdas, dan punya cita-cita besar? Kalau memang benar, darimana kita mengetahuinya itu benar, jika sejarah hidupnya saja tidak diketahui oleh sejarah?
Dalam beberapa kasus, peninggalan sejarah kita mengenai Majapahit ditelantarkan! Apa yang sudah kita perbuat dengan sisa peninggalannya? Sama sekali tak ada perhatian berarti, baik oleh pemerintah dan rakyatnya.

Yang miris, banyak sejarah yang menurut saya sangat sarat pecah belah. Yaitu mengenai kedurhakaan Sultan Raden Patah pada Raja Brawijaya. Yang konon katanya menyerang Majapahit sehingga menyebabkan kehancurannya? Juga dikatakan, sampai-sampai dibilang menghancurkan peninggalan-peninggalan Majapahit?

Padahal secara fakta, banyak peninggalan non-Islam masih eksis di Nusantara. Bukti, bahwa tak ada bukti logis bahwa pernah ada pertikaian antara Kerajaan Demak dengan Majapahit!
Sampai saat ini, kita belum pernah mencoba mengeja dan menguji pandangan ini, sekalian menguji kebenaran Majapahit dengan peninggalannya!
»»   Selanjutnya...

Monday, December 24, 2012

Pesan Dari Alien dan Extra Terrestrial Untuk Manusia Penghuni Bumi

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Pesan Untuk Para Dari Alien dan Extra Terrestrial Untuk Manusia Penghuni Bumi . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Pesan Untuk Para Dari Alien dan Extra Terrestrial Untuk Manusia Penghuni Bumi

PESAN UNTUK PARA PENGHUNI BUMI DARI KOMANDO ASHTAR


 Komando Ashtar adalah sekelompok entiti (spiritual beings) di bawah pimpinan ASHTAR yang mempunyai tugas dan dedikasi untuk membantu planet bumi. Mereka berasal dari berbagai sektor di alam semesta.

Pesawat antariksa komando Ashtar itu sejak beberapa tahun senantiasa “stand by” atau siap di sekitar bumi untuk berjaga-jaga dan memantau keadaan bumi. Kalau perlu mereka siap mengevakuasi penduduk bumi yang terpilih, untuk diselamatkan.

Sebuah brosur yang ditujukan kepada “PENDUDUK BUMI” (People of Earth), disebarluaskan oleh GUARDIAN ACTION INTERNATIONAL, USA, memuat suatu pemberitahuan bahwa planet humi mendekati masa peningkatan dari dimensi ke-3 masuk ke dimensi-4. Akan terjadi perubahan pada kehidupan mental, spiritual dan fisik, hal mana berpengaruh juga pada keadaan planet humi.

“Bumi menghadapi bahaya “katalis matik” karena telah terjadi kerusakan-*kerusakan pada medan magnetik yang mengitari bumi. Hal itu antara lain disebabkan oleh getaran-getaran negatif yang dipancarkan oleh manusia selama berabad-abad.

Manusia bumi perlu menyadari bahwa kekalutan di dunia dan bahaya yang mengancam bumi adalah akibat dari ulah dan perilaku manusia sendiri. Karena itu, manusia harus mawas diri, harus mengubah diri, harus berupaya untuk hidup dengan penuh asih kepada sesama. Hidup damai dan berusaha mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bersama (bukan hanya untuk diri sendiri).

Nasib planet bumi dan isinya tergantung pada manusia sendiri. Jika tidak berubah, dikhawatirkan akan ada pembersihan secara besar-besaran. Kami telah mencapai dimensi ke-4 dan ke-5, dan menunggu dengan sabar sampai bangsa manusia bumi mencapai tingkat yang sama, di mana kelak kami akan menuntun anda untuk mencapai kehidupan yang bahagia dan sejahtera.

Kami tidak mau mencampuri dan mengingkari ‘free will” (hak pilih) anda. Itu merupakan hukum, karena itu kami hanya memperhatikan dan menunggu, kadang-kadang kami memperlihatkan diri untuk merangsang pikiran anda. Karena anda tidak memahami hukum kosmik dan fakta-fakta alam, maka kini hidup anda sedang terancam.

KOMANDO ASHTAR mewakili KONFEDERASI PLANET-PLANET yang telah lama menghindari kekerasan dan perang untuk menyelesaikan masalah*-masalah. Mereka datang untuk menunaikan tugas yang diberikan oleh ALIANSI PERDAMAIAN, mewakili DEWAN INTERGALATIK yang berada di bawah pimpinan Hierarki Spiritual dari tata surya. Bumi anda adalah sebuah planet yang amat indah, yang ditakdirkan untuk menjadi satu bintang yang paling cemerlang di alam semesta ini. Semoga Berhasil……!!!”

PESAN-PESAN DARI PENGHUNI PLANET-PLANET LAIN YANG BERSAHABAT DAN INGIN MEMBANTU MANUSIA BUMI MENINGKATKAN DIRI AGAR DAPAT MELEWATI MASA TRANSISI MENUJU ZAMAN BARU DENGAN AMAN

Oleh : SITA SUDJONO


1. MAKHLUK DAN MANUSIA

PLANET LAIN SERING BERKUNJUNG DAN MENELITI BUMI SEJAK ZAMAN PURBAKALA

Alam Semesta Raya ciptaan SANG MAHA PENCIPTA dipenuhi oleh berbagai macam kehidupan. Amat sombong kiranya jika manusia bumi berpikir bahwa bumi adalah satu-satunya planet di alam semesta yang dihuni oleh bangsa manusia.

Di planet- planet, bintang-bintang yang bertebaran di alam semesta yang amat luas itu hidup ciptaan-ciptaan yang beraneka ragam, berbeda warna kulitnya, berlainan jenis dan bentuk, ada yang kerdil, ada juga yang besar tinggi seperti raksasa. Berlainan pula densitas atau kepadatan raganya, sesuai dengan tingkatan evolusi dan perkembangan spiritualnya.

Tidak semua memiliki bentuk dan tubuh jenis humanoid seperti manusia bumi, yaitu yang disebut jenis ADAM KADMON. Di antara mereka itu ada yang bisa terlihat oleh kita, penghuni alam dimensi ke-3, ada juga yang tidak terlihat karena mereka hidup di alam dimensi yang berbeda. Namun mereka yang non-fisik dan berasal dari dimensi lebih tinggi, ada yang bisa memanifestasikan diri secara fisik bila dikehendakinya.

Dorothy Roeder
Sebagai contoh tentang beda bentuk dan rupa, ada keterangan dari makhluk yang menamakan dirinya RANOASH dari planet ATAIEN melalui DR. DOROTHY ROEDER, seorang “Channel” bangsa Amerika, bahwa bentuk tubuhnya mirip seekor belalang kacung (praying mantis), tinggi 6 kaki dan berjalan tegak. Dijelaskan pula bahwa bentuk fisiknya itu senantiasa mengalami perubahan*-perubahan untuk menampung kesadaran dirinya sesuai perkembangan evolusinya, dan juga diselaraskan dengan keadaan habitatnya.

Banyak di antara penghuni planet lain yang sejarah perkembangannya jauh lebih tua dan pengetahuan teknologinya jauh lebih canggih. Bahkan sebelum manusia bumi mengenal ilmu matematika, ada makhluk planet lain yang sudah mampu melakukan perjalanan antar planet dengan menggunakan energi kosmik sebagai tenaga penggeraknya.

Tidak heran jika penghuni planet lain memandang peradaban teknologi manusia bumi masih dalam tingkat primitif dan infantil atau kekanak-kanakan. Namun ada pula di antara mereka yang teknologinya canggih tetapi kesadaran spiritualnya masih rendah.

Terlihat salah-satu bukti artifak disebuah goa pra-sejarah bergambar makhluk luar Bumi dengan antena dikepalanya peninggalan nenek moyang manusia ribuan tahun yang lalu.
Sejak zaman purbakala, bahkan sebelum kehidupan bumi diciptakan sekitar 600 juta tahun yang lalu (menurut keterangan manusia asal Pleiades), banyak makhluk planet lain sudah sering berkunjung ke bumi, bahkan secara berkala bermukim di sini.

Bukti-*bukti dan tanda-tanda kunjungan mereka telah banyak ditemukan oleh para ilmuwan, pakar arkeologi, dan tak sedikit buku-buku telah ditulis mengenai penemuan-penemuan mereka, antara lain dapat dibaca karya ERICH VON DANIKEN dan ZECHARIA SITCHIN.

Salah satu buku Erich Von Daniken yang menghebohkan dunia dan telah di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berjudul: Nenek moyang kita dikunjungi astronaut bintang lain, keluaran tahun 80-an.
ERICH VON DANIKEN dalam tulisan-tulisannya antara lain “chariots of the Gods” dan “Gods from Outer Space”, berdasarkan hasil penelitiannya mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan apakah ada makhluk-makhluk cerdik pandai di kosmos yang mendarat di bumi ribuan tahun yang lalu? Siapa yang membuat piramid dan sphinx di Mesir, patung-patung batu raksasa di kepulauan Easter.

Siapa yang membuat baterai listrik yang ditemukan ternyata sudah berumur ribuan tahun..? Dinilai dari sebutannya yaitu “gods“, manusia luar angkasa itu tentunya memiliki potensi luar biasa.

Sedangkan SITCHIN , juga seorang ilmuwan yang selama puluhan tahun meneliti monumen-monumen, arca-arca dan benda-benda kuno, hasil galian arkeologi, teks purbakala dan lain-lain berhasil menelusuri sejarah kuno bangsa manusia, mendapatkan bukti-bukti bahwa manusia bumi pertama diciptakan oleh makhluk-makhluk dari planet lain yang memiliki kemampuan-kemampuan ilahi dan merupakan leluhur manusia bumi. (When Time Began, The 12th Planet, Cosmic Code)


Terlihat salah-satu artifak peninggalan nenek moyang manusia ribuan tahun yang lalu di sebuah goa pra-sejarah bergambar makhluk luar Bumi memakai pakaian astronaut lengkap dengan helm dikepalanya
Di zaman modern, penampakan piring terbang banyak terjadi sesudah Amerika menjatuhkan bom atom pada tahun 1945 di Jepang, lalu makhluk dan manusia dari planet lain (E.T. = Extra Terrestrial) atau makhluk asing (Alien) banyak diberitakan mendarat di bumi sejak sekitar tahun 1950 .

Mereka yang melakukan kegiatan menculik hewan ternak dan manusia untuk keperluan penelitian, adalah makhluk dari planet peripheral (pinggiran alam semesta). Mereka mempunyai kepentingan tertentu, kebanyakan datang dari planet ZETA RETICULUM. Biasa disebut “The Greys” karena memakai seragam warna kelabu.

Mereka itu tidak termasuk jenis humanoid. “The Greys” melakukan penelitian terhadap hewan dan manusia bumi terutama karena sangat ingin tahu tentang keadaan tubuh manusia. Di mana letak jiwa dan emosi manusia secara biologis, bagaimana perkembangan spiritual manusia bumi.

The Greys
Mereka juga melakukan “cross-breeding“, mencoba berkembang biak dengan manusia bumi dengan tujuan memperbaiki jenis bangsa mereka. Mereka mempunyai keinginan menjadi seperti manusia bumi, karena mereka sendiri sudah sulit berkembang biak, antara lain akibat “cloning“.

Konon “The Greys” dikabarkan telah membuat suatu pakta perjanjian dengan pemerintah Amerika Serikat, yang memberi ijin melakukan penelitian-penelitian dengan imbalan mereka memberi pengetahuan tentang teknologi canggihnya. Dua pangkalan udara di Amerika Serikat disediakan untuk melakukan penelitian bersama.

Namun akhirnya kegiatan mereka melampaui batas, tidak terkendali dan mereka mengingkari perjanjian. Ribuan orang menjadi korban penculikan dan perlakuan tidak manusiawi. Walaupun mereka mampu menghapus memori pengalaman buruk dari ingatan korban, namun banyak orang tidak dapat menghilangkan rasa takut dan traumanya.

Pemerintah Amerika Serikat berupaya keras untuk menutup-nutupi hal-ichwal kerjasama itu. Mass media dan penduduk dilarang keras menyiarkan berita tentang pertemuan dengan makhluk asing, tentang pengalaman diculik agar tidak menimbulkan panik di kalangan masyarakat. Bahkan dibentuk sebuah pasukan khusus terdiri dari petugas-petugas yang berpakaian hitam-hitam (the men in black) yang mengancam dan menteror warga Amerika yang menyiarkan pengalaman-pengalaman mereka. Padahal kantor-kantor pemerintahan dan badan-*badan intelejen penuh dengan laporan-laporan, namun hanya dapat dibaca oleh segelintir orang saja.

EDGAR MITCHELL adalah salah satu dari 12 astronot yang pernah berjalan di bulan. Ia menyatakan di dalam suatu konfrensi tentang UFO (Oktober 1998) bahwa ia telah melihat bukt-bukti otentik bahwa makhluk asing itu benar-benar ada. Pembicaraan- pembicaraan dengan pejabat-pejabat pemerintah dan Angkatan Udara A.S. yang menangani kasus-kasus penampakan piring terbang dan kegiatan makhluk-makhluk asing di bumi telah meyakinkan Mitchell bahwa laporan-laporan tersebut bukan sekedar omong kosong atau khayalan dari orang-orang yang mengaku pernah melihat dan bertemu makhluk atau manusia dari angkasa luar. Edgar Mitchell pernah bekerja sebagai konsultan pada perusahaan film yang membuat film seri “The X-Files”.

Mantan kepala bagian komunikasi dan perancang pesawat antariksa bernama MAURICE CHATELAIN, setelah pensiun dari NASA mengungkapkan bahwa semua penerbangan APOLLO dan GEMINI dibuntuti oleh sejumlah piring terbang, kadang-kadang sangat dekat. Ketika astronot NEIL AMSTRONG dan BUZZ ALDRIN mendarat di bulan mereka menyaksikan sebuah pesawat antariksa asing di tepi salah satu kawah bulan. Namun semua informasi tentang hal-hal seperti itu dilarang disiarkan oleh Mission Control. CHATELAIN adalah penulis buku berjudul : “OUR ANCESTORS CAME FROM OUTER SPACE” — 1979 (Leluhur kita berasal dari angkasa luar).

Banyak sekali hal ikhwal dan penemuan-penemuan tentang kehidupan di angkasa luar yang dirahasiakan oleh para ilmuwan. Hingga kini belum banyak orang mengetahui bahwa di planet MARS terdapat piramida yang mirip seperti piramida di Mesir, dan juga bahwa di planet merah itu terdapat pula sebuah bangunan raksasa berbentuk wajah manusia.

2. PENGHUNI PLANET LAIN YG BERSAHABAT INGIN MEMBANTU DAN SELAMATKAN MANUSIA BUMI DARI BENCANA DAN KEHANCURAN


Billy Meier dan Semjase (ilustrasi)
Dewasa ini makhluk planet lain dari kelompok “The Greys” sudah meninggalkan planet bumi karena mereka sudah tahu bahwa bumi akan mengalami suatu perubahan besar (menuju dimensi lebih tinggi), lalu mereka menyingkir karena kuatir terkena dampaknya. Sebaliknya masih banyak makhluk dan manusia planet lain yang bersahabat, berjaga-jaga di sekitar bumi dan menghalau makhluk-makhluk yang mengganggu atau mempunyai itikad buruk.

Ciptaan-ciptaan (makhluk dan manusia) dari planet lain yang bersahabat itu tergabung dalam KONFEDERASI GALAKTIKA, dan mempunyai misi yang disebut Operasi Peningkatan Manusia (Operation Lift Man), yaitu : misi meningkatkan kesadaran spiritual manusia bumi.

Billy Meier, yang hanya memiliki satu tangan dan satu tangannya lagi buntung, mengaku beberapa kali diajak terbang naik pesawat antariksa dan diberi banyak sekali informasi serta ajaran-ajaran spiritual yang belum diketahui secara luas oleh manusia bumi.
Manusia asal gugus bintang PLEIADES mengaku telah memperhatikan bumi sejak ribuan tahun.

Dari zaman ke zaman mereka berkunjung dan mengadakan kontak dengan penduduk bumi. Mereka telah datang di zaman Alantis, Mesir, Mexico, Peru dan lain-lain tempat.

Sejak 300 tahun terakhir mereka meneliti secara seksama kehidupan di bumi, mempelajari perilaku manusia, bahkan sudah mengetahui semua bahasa yang digunakan oleh penduduk bumi.

Mereka memiliki basis di berbagai negara, antara lain di pegunungan Alpen, Swiss, dan di Mt. Shasta, California, USA.

Semjase sang alien
Seorang petani bangsa Swiss bernama EDUARD BILLY MEIER, sejak masih kanak*-kanak sampai tua mengadakan kontak dengan utusan dari bintang PLEIADES, seorang wanita bernama SEMJASE disekitar tahun 1975.

Meier beberapa kali diajak terbang naik pesawat antariksa dan ia diberi banyak sekali informasi serta ajaran-ajaran spiritual yang belum diketahui secara luas oleh manusia bumi.

Mereka meminta supaya keterangan-keterangan itu disebarluaskan, namun ternyata Meier kurang berani melakukannya.

Dilihat dari kacamata bangsa PLEIADES, manusia bumi merupakan bangsa yang masih sangat terbelakang.


Hidup dalam kebingungan, sering mengambil tindakan-*tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian dan kehancuran.

Menurut mereka itu, keterbatasan pengetahun dan pengertian tentang tujuan hidup manusia yang diberikan oleh berbagai pihak klan otoritas tertentu, membuat manusia hidup dalam kegelapan, menimbulkan kekacauan pikiran, mendorong timbulnya perang dan pertumpahan darah selama ribuan tahun.

3. TUJUAN MANUSIA PLEIADES MENGADAKAN KONTAK DENGAN MANUSIA BUMI

Berhubung manusia Pleiades mengetahui bahwa planet bumi dan penghuninya akan menghadapi suatu perubahan besar, maka kiranya menjadi tugas mereka untuk menyampaikan informasi, antara lain :

Tentang kehidupan di alam semesta raya, bahwa manusia bumi tidak hidup sendiri.
Bahwa ada penghuni planet tertentu yang berniat menduduki bumi
Nafsu rendah dan sifat-sifat hewani manusia merusak ekologi dan lingkungan hidup.
Manusia Pleiades ingin membimbing manusia bumi meningkatkan kesadaran diri spiritual dan memberi pengetahuan teknologi demi kesejahteraan hidup hangsa manusia bumi.
Pengetahuan paling penting yang perlu mereka sampaikan untuk membantu manusia bumi adalah mengenal jati diri, mengetahui maksud dan tujuan hidup. Hendaknya setiap manusia merenung dan memikirkan hal itu, serta mencari tahu tentang kebenaran hidupnya.
Oleh karena perubahan besar akan dialami oleh manusia dengan datangnya zaman Aquarius, maka dirasa lebih mendesak untuk memberitahu manusia tentang tujuan hidup sesuai dengan kehendak SANG PENCIPTA.

Manusia Pleiades menyadari kesulitan yang akan dialami oleh penghuni bumi dalam masa transisi karena mereka sudah pernah mengalaminya. Maka mereka sangat ingin membantu, bersama-sama makhluk dan manusia dari planet lain.

Manusia bumi harus dapat menciptakan rasa persaudaraan yang kuat antara sesama hidup berdasarkan “cinta kasih”, agar dapat diterima dalam lingkungan persaudaraan antar planet, yang kelak harus ditingkatkan lagi masuk ke dalam konfederasi galaktik, universal dan interdimensional.

Manusia Pleiades sangat perhatian dan mencemaskan nasib bumi serta penghuninya karena leluhur mereka dan leluhur manusia bumi adalah sama, yaitu keturunan manusia dari planet di rasi Lyra yang pernah menghuni bumi di masa lalu. Persamaan leluhur itu mendorong mereka untuk ingin membantu manusia bumi.

Mungkin keterangan itu sulit diterima, merupakan hal yang amat fantastik, mustahil dalam pikiran kita, namun para ilmuwan telah menemukan banyak bukti*-bukti keberadaan makhluk planet lain di bumi dan sejarah interaksi mereka dengan leluhur kita di zaman purbakala.

SEMJASE dan rekan-rekannya yang memberi bimbingan selama bertahun-tahun kepada Billy Meier juga mengungkapkan misteri tentang penciptaan alam semesta, asal-usul planet bumi, sejarah bangsa manusia, termasuk peradaban-peradaban sebelum kita.

Tentang proses perkembangan spiritual manusia, keberadaan manusia di zaman baru dan prediksi mengenai kehidupan manusia di masa depan. Semua itu dilaporkan oleh seorang peneliti fenomena UFO bernama RANDOLPH WINTERS, dalam bukunya berjudul “THE PLEIADIAN MISSION”

The Pleiades constellation stars also known as M45 or the Seven Sisters (background) with flying sources on the foreground (illustration)


4. PENGALAMAN DINO KRASPEDON BERTEMU PENJELAJAH ANTARIKSA

DINO KRASPEDON adalah seorang warga kota Sao Paolo, Brazil, yang bertemu seorang kapten pesawat antariksa pada tahun 1954. Rupanya makhluk planet lain yang peradaban dan evolusi spiritualnya tinggi memiliki bentuk tubuh seperti manusia. Wajahnya tampan, tubuhnya tinggi, memilik kepribadian sangat simpatik.

Menurut manusia antariksa yang dijumpai oleh Kraspedon berambut pirang mirip bangsa Swedia, dan mengaku berasal dari salah satu satelit planet Jupiter. Menurut keterangannya, planet-planet yang ada penghuninya adalah: Merkurius, Venus, Mars, Uranus, Neptune dan Pluto. (manusia bumi tak dapat melihat mereka dengan mata kasar, karena beda dimensi).

Didampingi oleh dua orang rekannya, seorang Profesor ilmu fisika dan seorang Profesor ilmu matematika, KRASPEDON mengadakan diskusi dan tanya jawab dengan kapten pesawat antariksa itu mengenai hukum alam, hukum fisika, tentang perputaran planet-planet, pergerakan galaksi dan sebagainya. Diperoleh pula keterangan tentang bagaimana caranya pesawat antariksa atau piring terbang mampu bergerak tanpa suara, bisa berhenti mendadak lalu melesat lagi dengan kecepatan tinggi dan lain-lain.

Manusia dari satelit planet Jupiter itu menjelaskan bahwa ia dan rekan-rekannya datang ke bumi untuk tujuan penelitian, tetapi juga untuk menghimbau kepada manusia bumi untuk mencegah kehancuran dan mengajak hidup damai. Jika manusia mau berubah, SANG PENCIPTA akan melimpahkan rahmatnya.

“Tidak sulit untuk menjadi orang baik, cukup berusaha menghindari tindakan jahat dan TUHAN akan melakukan selebihnya”.

Ia juga mengatakan “Kami telah lama memperhatikan pembunuhan yang dilakukan oleh manusia bumi dan mengharapkan semoga manusia lebih memahami pekerjaan TUHAN dan bertaubat”.

“Kami menunggu terjadinya transformasi ini, tetapi rupanya sia-sia belaka. Manusia menganjurkan perdamaian, tetapi hatinya penuh kebencian dan rasa dendam. Mereka menghendaki kemajuan (progress) tetapi mengabaikan budi luhur dan menjadi makhluk yang lebih ganas dari hewan. Kalau saja manusia bumi berhenti berperang kami akan menunjukkan bagaimana cara mengendalikan energi, apa itu energi atom, matahari, magnetik, bahkan energi kosmik sekalipun. Bila manusia mau belajar untuk menjadi insan-insan yang cinta damai dan penuh kasih sayang, saudara-saudara dari tata surya akan menunjukkan bagaimana caranya mengubah bumi menjadi Taman Firdaus”.

Jika Billy Meier dan Dino Kraspedon bertemu dengan manusia antariksa secara pribadi, di masa kini dengan alasan keselamatan, kebanyakan dari mereka memilih melakukan hubungan secara tidak langsung, yaitu melalui telepati atau cara yang disebut “channeling“. Hal itu disebabkan karena pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu, di mana sering terjadi konfrontasi dan saling melukai satu sama lain. Rasa takut dan curiga manusia bumi ketika bertemu makhluk angkasa luar mengakibatkan tindakan penyerangan yang berakibat fatal.

 In March 1997, UFO sighting over Phoenix, Arizona

5. KOMUNIKASI MELALUI “CHANNELING”

“Channeling” adalah suatu proses dimana seorang manusia membiarkan dirinya menjadi perantara (channel, mediator) dari entity atau energi non-fisik dari dimensi lain yang ingin menyampaikan informasi, ajaran atau pesan-pesan. Disampaikan secara telepatis lalu manusianya meneruskan secara lisan (direct channeling) atau secara tertulis (automatic writing). Channeling ini merupakan fenomena zaman baru, kebanyakan memenuhi keinginan dari entity atau energi dari dimensi lebih tinggi yang ingin membantu manusia dalam masa transisi demi keselamatan bumi dan isinya.

Seorang wanita bangsa Amerika bernama Dr. DOROTHY ROEDER, chiropractor dan juga penyembuh spriritual dari Arizona menjadi “channel” dari 360 cosmic beings (entiti kosmik) Malaikat Agung, Ascended Masters, makhluk-makhluk dan manusia planet lain yang tergabung, dalam Komando Antariksa (Space Command).

Pesan-pesan mereka itu dirangkum dalam sebuah buku berjudul “REACH FOR US”, artinya “Gapailah (atau hubungilah) kami”. Isinya berupa himbauan dari para aulia, manusia-manusia planet lain yang telah mencapai dimensi tinggi, bahkan malaikat-malaikat, antara lain RAPHAEL, MICHAEL, SERAPIS BEY, EL, ELOHIM, MAITREYA, SANAT KUMARA, EL MORYA, DJWAL KHUL, ST. GERMAIN, KHUTUMI, dan lain-lain.

Pada intinya, pesan-pesan mereka ditujukan untuk menimbulkan kesadaran bahwa di luar dunia fisik ada dunia non-fisik (metafisik), dan kedua dunia ini tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

Pengetahuan dan pemahaman tentang alam non-fisik (metafisik) akan sangat membantu peningkatan kesadaran manusia dan akan dapat dipetik pelajaran bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih layak di alam dunia. Kini mereka turun ke bumi untuk membantu manusia mengembangkan pengertian tentang jati diri dan mengenal kemampuan spiritualnya. Dengan begitu manusia akan lebih memahami rencana agung SANG PENCIPTA. Kuncinya adalah mengenal kemampuan terpendam dan kesadaran kreatif yang dimiliki oleh setiap manusia agar dapat membebaskan diri dari keterbatasan kehidupan dunia fisik (dimensi 3).

JOSHUA DAVID STONE, seorang konsultan psikologi transpersonal bangsa Amerika yang menyandang gelar Ph.D., telah membuat risalah dari informasi-*informasi yang diterima melalui berbagai channel, antara lain dan makhluk-makhluk dan manusia-manusia dari PLEIADES, SIRIUS, ORION, UMMO, IARGA, VENUS, ARCTURUS, LYRA, ALPHA CENTAURI, ANTARES, dan sejumlah planet-planet lain yang jarang kita dengar namanya. Rangkuman risalah David Stone dapat dibaca dalam bukunya berjudul “HIDDEN MYSTERIES” (Misteri Tersembunyi).

Dinyatakan bahwa tata surya kita akan pindah (bergeser) ke sektor lain di alam semesta yang frekuensi getarannya lebih tinggi dan berdampak peningkatan dalam segala bidang. Sayang bumi merupakan satu dari dua planet yang belum sinkron atau belum harmonis dengan planet-planet lain dalam tata surya kita ini.

Karena itu, dibutuhkan teknologi canggih untuk mengamankan bumi di saat terjadi transisi. Saudara-saudara antariksa kita dari planet-planet lain siap membantu. Namun tugas mereka diperkirakan sangat berat karena sebagian besar penduduk bumi tidak mengetahui dan tidak menyadari apa yang menghadangnya.


Real UFO, Photograph ©copyrights by Billy Eduard Albert Meier (BEAM) a.k.a. Billy Meier
6. INFORMASI YANG DITERIMA OLEH KELOMPOK RAMALA (DI INGGRIS)

Di Glastonburry, Somerset, Inggris, terdapat suatu kelompok orang-orang yang selama lebih dari 20 tahun menerima ajaran-ajaran dan informasi dari penuntun spiritual (spiritual guides) melalui sepasang suami isteri sebagai channelnya. Kelompok ini membentuk suatu ajang pertemuan yang disebut RAMALA CENTRE.

Kelompok ini juga menerima keterangan mengenai “the space people” atau manusia-manusia antariksa.

Dinyatakan bahwa:

“Saudara-saudara dari angkasa luar datang untuk menyelamatkan bumi. Mereka telah berkali-kali melenyapkan getaran-getaran yang menghambat evolusi anda. Mereka memancarkan sinar-sinar khusus dari planet-planet mereka untuk memperbaiki keadaan atmosfer dan strata-strata yang rusak di sekitar bumi”.

Ketika manusia pertama kali meledakkan bom atomnya, ia telah melepaskan energi yang terlalu kuat dan merusak keseimbangan sistim tatanan planet- planet. Ketika itu manusia dari planet MARS langsung menyiapkan suatu alat untuk menetralisir energi yang mengganggu itu.

Kemudian ketika manusia bumi meledakkan lagi senjata nuklir yang lebih dahsyat dan lebih berbahaya, radiasi dari ledakan-ledakan itu mulai mempengaruhi eksistensi planet-planet lain dan mengancam kelestarian seluruh tata surya kita. Penghuni planet VENUS dengan cepat bertindak mengirim pesawat-pesawat antariksa, memulihkan keseimbangan alam yang rusak itu. Piring-piring terbang yang terlihat di sekitar bumi dikirim untuk tujuan itu. Dan kini, ketika bumi menghadapi keadaan gawat menjelang perubahan besar, mereka datang lagi untuk membantu.

Seorang paranormal dan penulis terkenal di inggeris bernama PEGGY MASON pernah mencari konfirmasi tentang keberadaan dan misi manusia-manusia antariksa itu kepada orang suci SATYA SAI BABA di India, dan ia mendapat jawaban “Ya, semua itu benar…. dan mereka mengemban banyak tugas!”.

Flying sources above the sea level (illustration)
7. MENGENAL JATI DIRI DAN MENINGKATKAN KESADARAN AMAT PENTING AGAR DAPAT MELEWATI MASA TRANSISI DENGAN AMAN DAN SELAMAT

Apakah dengan akan terjadinya trasnsisi itu manusia bumi akan mengalami kiamat?

Ayat-ayat di dalam AL QURAN menyatakan bahwa umat Islam harus meyakini datangnya hari kiamat. Terdapat banyak nubuat, ramalan dan visi paranormal yang menggambarkan kehancuran bumi.

Kaum ilmuwan memprediksi akan terjadi goncangan-goncangan alam setelah memasuki milenium baru, seperti kemungkinan pergeseran poros bumi, mencairnya gunung es di kutub-kutub, gempa bumi dahsyat yang akan menyebabkan perubahan peta bumi dan sebagainya. Kalender Maya dan petunjuk-*petunjuk di dalam piramida di Mesir memberi isyarat bahwa tahun 2012 merupakan awal dari tatanan baru menuju zaman keemasan. (Baca makalah penulis “Selayang Pandang Milenium Baru, THE NEW AGE”) .

Kalau kita menyimak ramalan dan prediksi-prediksi kuno, memang terlintas gambaran tentang masa depan manusia bumi yang suram dan mencemaskan. Namun jika memperhatikan informasi dan pesan-pesan masa kini yang disampaikan melalui “channeling”, terdapat harapan bahwa masa depan kita tidaklah seburuk yang digambarkan, asal saja manusia ikut berusaha. Tidak lagi mengabaikan keberadaan makhluk/manusia planet lain yang datang ke bumi dan ingin membantu. Dan kiranya tidak ada salahnya kita memperhatikan pesan-pesan yang bijaksana, demi kepentingan kita sendiri.

Seorang pengusaha bangsa America bernama LEE CAROLL yang menjadi channel dari entiti bernama KRYON, sudah 3 kali diundang ke PBB di New York, untuk mengadakan “live channeling’”(penyampaian pesan langsung), KRYON menyatakan bahwa semua negara di dunia seharusnya melakukan kerjasama mengumpulkan semua data dan informasi dari “space brothers” (saudara-saudara antariksa) kita, lalu memberi penjelasan kepada warga negaranya masing-masing mengenai kegiatan makhluk/manusia planet lain itu serta meneruskan pesan-*pesannya. Menurut KRYON, untuk waktu ini perdamaian tidak lagi merupakan suatu opsi (option), melainkan menjadi suatu keharusan jika bangsa manusia menginginkan peningkatan dan maju ke depan.

Planet bumi senantiasa mengalami proses evolusi, demikian pula penghuninya. Perubahan dan gejolak alam diperlukan untuk membawa kita pada suatu pembaharuan. Manusia yang masih rendah kesadaran spiritualnya tidak akan dapat menyelamatkan diri, sedangkan yang tersisa akan mendapat tugas untuk mengatur dan menciptakan kehidupan zaman baru. Di saat itu pula makhluk manusia antariksa yang peradaban dan teknologinya lebih tinggi akan datang guna membimbing, mengajar manusia bumi menciptakan kehidupan yang lebih bahagia dan sejahtera.

Sementara itu, apakah yang harus kita lakukan secara pribadi-pribadi? Yang pasti, manusia harus melakukan koreksi diri, mengubah perilaku dan gaya hiclup, menghentikan tindakan-tindakan yang membawa kematian, kehancuran dan kesengsaraan, sebanyak mungkin menebar asih kepada sesama, kepada siapa saja yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, menghilangkan rasa iri cemburu, marah, dendam, mau menang sendiri dan sebagainya.

Setiap orang yang hidup dengan kesadaran baru akan memancarkan getaran positif yang mempengaruhi lingkungannya, ia juga akan membawa perubahan pada orang-orang di sekelilingnya. Energi pembaharuan akan bekerja melalui diri manusia-manusia baru itu.

Jika beberapa tahun yang lalu, KOMANDO ASHTAR sudah bersiap-siap untuk mengevakuasi sejumlah penghuni bumi dengan tujuan penyelamatan, lalu kelak akan dikembalikan lagi ke bumi setelah keadaan bumi cukup nyaman untuk dihuni lagi, komunikasi akhir memberitakan bahwa evakuasi tidak diperlukan lagi karena sudah banyak manusia bumi yang meningkat kesadaran spiritualnya, dan dengan bantuan makhluk/manusia dari planet-planet lain, bumi telah bisa dibuat lebih stabil dan kegoncangan alam bisa dikurangi, sehingga lebih banyak manusia akan bisa selamat.

Di dalam AL QURAN terdapat firman yang berhunyi : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri..” (Surat 13, ayat 11).

Jadi, nasib manusia terletak di tangan manusia itu sendiri. Dengan cara mengubah diri dan hidup sesuai kehendak. YANG MAHA PENCIPTA manusia akan dapat menciptakan kehidupan yang baik di masa depan.

Orang-orang yang mengenal jati dirinya akan menyadari bahwa di dalam dirinya terdapat potensi untuk mengatur realitas hidupnya sendiri. Ia pun akan lebih mudah melakukan hubungan langsung dengan SANG PENCIPTA, sehingga akan selalu digerakkan untuk berada di tempat yang tepat di saat yang tepat, demi keselamatan dirinya. Karena itu hendaknya kita semua berusaha meningkatkan kesadaran spititual kita, mengenal jati diri kita, agar berhasil melampani masa transisi dengan selamat dan selanjutnya dapat menikmati kehidupan yang bahagia dan sejahtera di zaman baru.

(Tulisan ini pertama kali disajikan dalam sarasehan METAFISIKA STUDY CLUB, tahun 1998 * Direvisi dan disempurnakan , Desember 2008)

DAFTAR PUSTAKA
1. THE LIGHT OF EMMANUEL – Ananda
2. THE PLEIADIAN MISSION – Randoplh Winters
3. MY CONTACT WITH UFO’S – Dino Kraspedon
4. HIDDEN MYSTERIES – Joshua David Stone. Ph.D.
S. THE VISION OF RAMALA – The Ramala Source
6. PEOPLE OF EARTH – Ashtar
7. REACH FOR US – Dr. Dorothy Roeder
8. KRYON : PARTNERING WITH GOD – Lee Carroll
9. GODS FROM OUTER SPACE – Erich Von Daniken
10. THE 12th PLANET – Zecharia Sitchin

* * *
Tentang Penulis



Sita Sudjono adalah seorang pengamat pengetahuan tentang parapsikologi dan metafisika. Lahir di Tokyo, Jepang, tahun 1935, puteri mantan Duta Besar RI. Mr. R. Sudjono (alm), yang pernah bertugas di negara-negara Jepang, Brazil dan Swedia.

Sebagai puteri seorang diplomat, Sita memperoleh peluang untuk menghayati pergaulan luas dan kesempatan mengkoleksi berbagai buku dari manca negara. Sejak masa remaja sudah tertarik membaca buku-buku tentang agama-agama, ajaran spiritual kuno, mistik, metafisika dan sebagainya.

Ayahnya, seorang pengagum dari Sri Ramakrishna, Parahansa. Yagananda dan Sathya Sai Baba, serta ibunya Retnowati, dulu anggota perkumpulan spiritual “The Rosicrucian Order”, mendorong Sita untuk menekuni “self-study” dalam bidang parapsikologi dan metafisika.

Selama 11 tahun (1985-1996), Sita menjadi anggota staf pengajar di Sekolah Pengembangan Pribadi “JOHN ROBERT POWERS”, Jakarta, untuk mata pelajaran wiraga (visual poise) dan rata krama pergaulan (etiquette).

Di samping itu, sejak tahun 1968 hingga kini, Sita adalah pelatih dan sekretaris dari YAYASAN ORHIBA PUSAT, Jakarta, suatu organisasi non-komersial yang menyebarluaskan Olah Raga Hidup Baru (ORHIBA), yang membawa manusia pada keadaan sehat jasmani, rohani dan mental. Sita Sudjono adalah salah satu pendiri YAYASAN METAFISIKA SEMESTA. Indonesia (1999), selain itu menjadi pengurus dan penceramah di METAFIS1KA STUDY CLUB, Jakarta (sejak 1998).

(Nur Agustinus, BETA-UFO Indonesia • IndoCropCircles.wordpress.com) 
»»   Selanjutnya...

Banyak Ahli Dan Ilmuwan UFO Tewas Secara Misterius

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Banyak Ahli Dan Ilmuwan UFO Tewas Secara Misterius. Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Banyak Ahli Dan Ilmuwan UFO Tewas Secara Misterius

Laporan penampakan benda terbang aneh atau UFO mengemuka pasca Perang Dunia II. Diawali keterangan pengusaha Amerika Serikat, Kenneth Arnold yang mengaku melihat sembilan obyek terbang melintasi Gunung Rainier pada 24 Juni 1947.

Disusul insiden di Roswell, New Mexico pada 4 Juli 1947 yang termahsyur. Memicu dugaan militer AS menyimpan serpihan piring terbang dan jasad alien di pangkalan rahasia yang disebut Area 51.


Sejak saat itulah, sejumlah orang mendedikasikan diri untuk meneliti fenomena UFO. Hingga saat ini belum ada yang berhasil membuktikannya secara ilmiah, namun kejadian aneh dilaporkan terjadi pada para “peneliti UFO”.

Sejumlah orang yang melakukan penelitian tentang UFO di tahun 1970-an dan 1980-an meninggal secara misterius. Ada kemungkinan mereka dibunuh.

Kesimpulan ini disampaikan astronom amatir sekaligus mantan penasihat dalam pemerintahan AS, Timothy Hood dalam sebuah konferensi internasional tentang pencarian mahluk ekstraterrestrial di Amsterdam, Belanda.

Kesimpulan Hood didasari studi selama 30 tahun mengenai topik ini. Salah satunya adalah astronom tenar asal AS, Morris K. Jessup, yang bukunya tentang mahluk cerdas di luar bumi laris manis dan jadi bestseller.

Ia dinyatakan tewas bunuh diri dengan membuka pipa knalpot, mengunci pintu mobilnya, dan menyalakan mesin. Keracunan karbon monoksida.

Juga Profesor James Edward McDonald, yang pernah menjabat sebagai kepala Institute of Atmospheric Physics of the Earth dan gemar mempelajari obyek terbang tak dikenal. Ia diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri.

Dikutip dari Pravda, Edward Ruppelt yang pernah mengepalai proyek studi benda-benda tak dikenal di langit



Pada 5 November 2011, William Milton Cooper, peneliti UFO terkenal yang sering melancarkan tuduhan bahwa pemerintah AS menyembunyikan kebenaran tentang UFO, tewas ditembak polisi di rumahnya di Arizona. Ia yang menderita delusi, diketahui membeli banyak senjata untuk membentuk unit khusus melawan pemerintahan rahasia yang dipimpin alien.

Sebelum insiden, polisi mengatakan, tindakan Cooper mengancam warga. Polisi pun mengepung peternakan di mana dia tinggal, di bawah ancaman Cooper bahwa ia akan menembak siapapun yang masuk ke propertinya. Akibatnya seorang polisi luka parah, Cooper pun akhirnya tewas.


Ilmuwan juga jadi target

Penulis novel terkenal, Sidney Sheldon yang kala itu sedang menyelesaikan novelnya, “The End of the World”, terkesima dengan serangkaian kematian misterius di kalangan ahli Inggris yang terkait pengembangan senjata luar angkasa atau senjata canggih lainnya.

Ia pun menyusun daftar yang disebut “Sheldon list”. Masuk dalam daftar kematian misterius adalah Professor Arshad Sharif. Pada Oktober 1986 ia diduga tewas bunuh diri dengan cara mengikatkan tambang ke sebuah pohon, lalu ujung satunya ia lilitkan ke lehernya. Sharif lalu diduga masuk mobil dan tancap gas.
Beberapa hari kemudian, profesor dari London lainnya, Vimal Dazibay, menjatuhkan diri ke Jembatan Bristol. Keduanya bekerja dalam proyek pengembangan senjata elektronik milik pemerintah Inggris, serupa dengan “Star Wars” di AS.


Jumlah kematian misterius memuncak di tahun 1987. Pada Bulan Januari, ilmuwan lain, Avtar Singh-Guide, dilaporkan hilang. Belakangan ia dinyatakan telah meninggal dunia.
Pada Februari 1987, Peter Pippel tertabrak mobilnya di garasi rumahnya sendiri. Bulan Maret di tahun yang sama, David Sands dinyatakan bunuh diri dengan menabrakkan mobilnya ke sebuah bangunan.

Masih di tahun 1987, di bulan April, empat developer program luar angkasa meninggal: Mark Wiesner gantung diri, Stuart Gooding jadi korban pembunuhan, David Greenhalgh jatuh dari jembatan, dan Shani Warren karena tenggelam. Di bulan Mei 1987, giliran Michael Baker tewas dalam kecelakaan mobil.
Dalam jangka waktu yang tak seberapa lama 25 orang yang berkaitan dengan program luar angkasa tewas. Sidney Sheldon yang menyusun daftar kematian misterius itu yakin, itu ada hubungannya dengan alien.
Senada, Timothy Hood berpendapat, kematian mereka disengaja. Diduga mereka dibungkam karena dirasa terlalu banyak tahu.

Di tahun 1970-an dan 1980-an, ada sejumlah penelitian UFO rahasia, misalnya di AS seperti “Blue Book”, “Aquarius”, “Area 51″, “Majestic 12″, dan GEIPAN.
Atau kemungkinan yang lebih masuk akal, kematian misterius mereka tak ada kaitannya dengan alien, UFO atau apapun dari dunia lain. Melainkan terkait rahasia militer atau fakta yang sengaja dipalsukan oleh penguasa.
Sumber :
viva.co.id
»»   Selanjutnya...

Sunday, December 23, 2012

Antara Superman, Aliens dan Al-Qur’an


Siapa yang tidak kenal nama Superman, rasanya mulai dari nenek-nenek “peot” sampai anak kecil yang “masih ingusan” tahu dan akrab dengan nama tersebut. Meskipun misalnya mereka mungkin tidak tahu banyak tentang apa dan siapa sosok Superman itu sendiri. Tetapi yang jelas, bila ada pembicaraan mengenai manusia terbang atau ada film animasil yang mengisahkan kemampuan manusia untuk terbang bebas diangkasa tanpa menggunakan pesawat tertentu, memory semua dari kita pasti akan menghubungkannya dengan nama Superman.

Superman sendiri adalah tokoh kartun paling populer dari DC Comics karya Herry Siegel dan Joe Shustler yang meledak dipasaran Amerika dan dunia hingga beberapa kali diangkat kelayar lebar dan sekuel Televisinya pun laku keras termasuk seri variannya yang berjudul Superboy, Lois and Clark The New Advanture of Superman sampai Smallville.

Memang Superman adalah fenomena yang menarik mengenai kemampuan supranatural seorang anak manusia, dimana Clark Kent, seorang reporter berita dari harian Daily News digambarkan selain bisa terbang diudara bebas, dia juga memiliki tenaga yang sangat luar biasa kuatnya, sementara tubuhnya tidak mempan dilukai senjata apapun, matanya bisa melihat tembus segala tembok dan penghalang yang jika ditingkatkan penggunaannya mata itu juga bisa mengeluarkan sinar x yang mampu melelehkan baja sekalipun.

Superman adalah visualisasi toko heroik yang ada dalam mimpi anak-anak sedunia termasuk satu diantaranya adalah saya … harus diakui, bahwa keberadaan tokoh asal planet Krypton ini mampu mengalahkan populeritas tokoh-tokoh lain yang sejenis, baik itu lokal (seperti Gatot Kaca atau Gundala Putera Petir) maupun internasional (seperti Batman, Hawkman,Thor, Ultraman, Spiderman).

 ilustrasi Superman dan para tokoh super hero lain


Tetapi saya kecewa dengan film terbarunya yang berjudul Superman Returns yang diperankan oleh Brandon Routh, sebab dalam sekuel teranyar ini sosok Superman digambarkan sebagai seorang pecundang … baik dalam percintaan sampai dalam kehidupan heroiknya.

Disana sosok Superman diceritakan telah dikhianati oleh kekasihnya, Lois Lane, yang menikah dan memiliki seorang anak dari editorialnya di Daily Planet setelah hampir 5 tahun Superman pergi meninggalkan bumi untuk mencari sisa-sisa peradaban planet Kryptonnya.

Ini mengingatkan saya sejenak pada seri Superman II, dimana Superman (diperankan oleh Christoper Reeve) rela menghancurkan semua kekuatan supernya hanya untuk menjadi manusia biasa demi rasa cintanya kepada Lois Lane. Atau dalam seri televisi Lois and Clark, sosok Superman (diperankan oleh Dean Caine) berhasil merebut kembali dan mengawini kekasihnya Lois Lane yang sempat jatuh dalam perangkap cinta Lex Luthor sampai akhirnya Superman gugur ditangan monster DoomsDay.

Namun, terlepas dari semuanya … Superman sekali lagi adalah tokoh fiktif yang mewakili mimpi-mimpi manusia untuk bisa terbang bebas menjelajah angkasa dengan segudang kesaktiannya.

Lalu seberapa fiktif juga akan keberadaan planet-planet lain diluar bumi ini yang kemungkinan memiliki nafas kehidupan sama seperti bumi sebagaimana yang kita lihat dalam film, novel maupun kartun Superman, Star Trex atau Babilon V ?



Berbicara mengenai kehidupan diluar bumi, kita akan menyinggung mengenai eksistensi makhluk luar angkasa yang akan membawa kita pada kontroversi berkepanjangan yang sampai hari ditulisnya catatan ini pun perdebatan dikalangan ilmuwan dan juga agamawan terus berlanjut. Tidak ada kata sepakat mengenainya.

Ada yang mengkaitkan mereka dengan makhluk jenis Jin, ada juga yang berpendapat bahwa mereka benar-benar ada dan berupa makhluk tersendiri terpisah dari jenis manusia dan jin, ada juga yang mengingkari keberadaannya dan menganggapnya sekedar berita bohong, isapan jempol dan imajinasi belaka.

Padahal seperti yang telah diungkapkan oleh Syaikh Muhammad al-Ghazali dalam bukunya (Syaikh Muhammad al-Ghazali, Studi Kritis Atas Hadis Nabi Saw, antara pemahaman tekstual dan kontekstual, dengan pengantar Dr. M. Quraish Shihab, terj. Muhammad al-Baqir, Penerbit Mizan, Bandung, 1993, hal. 126) , bahwa bumi yang kita diami ini tidaklah lebih dari sebutir debu dialam semesta yang amat besar dan megah dan penuh dengan kehidupan dan makhluk hidup. Kita akan menjadi orang dungu apabila mengira hanya kita sajalah makhluk hidup dalam wujud semesta yang maha luas ini. Allah telah menciptakan begitu banyak galaksi, mungkinkah hanya satu planet saja yang berisi kehidupan ?

 ilustrasi Galaksi dijagad raya ini


Alam ini bagi al-Ghazali sudah penuh sesak dengan makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah yang merujuk pada wujud-Nya dan bersaksi tentang kebesaran-Nya. Senada dengan pernyataan ini, penulis Indonesia kontroversial ditahun 80-an asal Sumatera Barat bernama Nazwar Syamsu berpendapat bahwa banyaknya laporan masyarakat bumi terhadap penampakan UFO atau piring terbang harus menjadi alasan positip yang mengkuatkan adanya kehidupan manusia bermasyarakat diplanet lain seperti halnya yang ada diplanet kita ini (Nazwar Syamsu, Tauhid & Logika, al-Qur’an tentang al-Insan, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta, 1983, hal. 73).

Namun berbeda dengan keduanya, Muhammad Isa Dawud (Muhammad Isa Dawud, Dajjal akan muncul dari segitiga Bermuda, terj. Drs. Tarmana Ahmad Qosim, Pustaka Hidayah, Bandung, 1996) dengan semua uraiannya yang panjang lebar didalam bukunya menyatakan bahwa semua misteri seputar keberadaan piring terbang ataupun makhluk luar angkasa tidak lain hanyalah perbuatan dan tipu daya Iblis bersama Dajjal yang memiliki markas besar disegitiga Bermuda .

Terlepas dari perbedaan pendapat yang ada diatas tadi, maka bagaimanapun logika mereka tidak ada yang menyimpang dari apa yang disampaikan oleh Allah dan Rasul-Nya didalam kitab suci al-Qur’an maupun al-Hadis. Mereka ini pada hakekatnya berbeda dalam cara penafsiran ayat dan hadis sesuai dengan cara maupun sudut pandang masing-masing. Tetapi satu hal yang pasti bahwa semua dalil yang mereka pergunakan sangat patut untuk dijadikan perhatian bagi kita semua, terutama untuk yang tertarik dalam kajian ini.

Cerita mengenai keberadaan dari piring terbang dan manusia-manusia dari luar angkasa sendiri sebenarnya sudah dikenal jauh sebelum teknologi modern manusia dicapai, misalnya dongeng-dongeng mengenai kerajaan Atlantis atau juga kisah mengenai kepahlawanan Hercules yang akhirnya kembali kelangit bersama ayahnya Zeus setelah menyelesaikan tugas dibumi tidak bisa dianggap hanya sekedar cerita pengantar tidur bangsa Yunani kuno bahkan cerita keperkasaan Gatot Kaca dalam wayang purwa yang memiliki baju terbang bernama “Kotang Antakusuma” dan helm “Basunanda” lengkap dengan sepatu pelindung “pada kacarma” juga menjadi suatu teori tersendiri oleh sejumlah peneliti masalah piring terbang.


Lalu bagaimana sebenarnya pendapat al-Qur’an sendiri mengenai hal-hal yang masih merupakan misteri besar ini ?

Kitab suci al-Qur’an memang tidak bercerita secara jelas (didalam ayat-ayat Muhkamatnya) kepada kita mengenai keberadaan makhluk hidup diluar manusia berikut planet dimana mereka tinggal. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa secara simbolik (melalui ayat-ayat Mutasyabihatnya) al-Qur’an juga menolak keabsahan teori-teori tersebut, sebab sebaliknya justru al-Qur’an menggambarkan kekuasaan Tuhan disemua alam semesta yang melingkupi seluruh makhluk hidup yang ada dan tersebar disemua penjuru galaksi.

    Dan diantara ayat-ayat-Nya adalah menciptakan langit dan bumi ; dan Dabbah yang Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya. – Qs. 42 Asy-Syura :29

    Dan Allah telah menciptakan Dabbah dari almaa’; diantara mereka ada yang berjalan diatas perutnya dan ada juga yang berjalan dengan dua kaki dan sebagiannya lagi berjalan atas empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki, karena sesungguhnya Allah berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.. – Qs. 24 An-Nur :45

Melalui surah asy-syura ayat 29 diatas kita memperoleh gambaran dari al-Qur’an bahwa Allah telah menyebarkan dabbah ( دَابَّةٍ ) disemua langit dan bumi yang telah diciptakan-Nya. Pengertian dari istilah Dabbah dengan kata-kata sama (دَابَّةٍ) ini bisa kita lihat pada surah an-Nur ayat 45, yaitu makhluk hidup yang memiliki cara berjalan berbeda-beda, ada yang merayap seperti hewan melata ada yang berjalan dengan dua kaki sebagaimana halnya dengan manusia dan ada pula yang berjalan dengan empat kaki seperti kuda, anjing, kucing dan seterusnya sehingga merujuk istilah Dabbah yang ada dilangit dengan makhluk berjenis Jin atau Malaikat saja dan mengabaikan kemungkinan adanya makhluk jenis lain berarti bertentangan dengan maksud kitab suci sendiri.

    Dan hanya kepada Allah saja bersujud semua yang ada dilangit dan dibumi, mulai dari Dabbah hingga para malaikat; sementara para malaikat itu tidak pernah berbuat angkuh – Qs. 16 an-Nahl : 49

Sementara itu Allah menyatakan mengenai aneka ragam jenis dan sifat Dabbah itu, sebagaimana pada surah 8:22 bahwa Dabbah yang jahat ialah orang-orang yang tidak memikirkan hidupnya, dan pada surah 8:55 dinyatakan pula sebagai Dabbah yang kafir menurut hukum Islam.

Istilah دَابَّةٍ pada surah 42 ayat 29 yang berpadanan dengan surah 24 ayat 45 jelas tidak merujuk pada malaikat, sebab malaikat tidak berjalan dengan dua kaki tetapi terbang dengan sayapnya seperti disitir dalam surah Fathir ayat 1.

    الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dalam surah 65/12 istilah Samawaat bisa kita terjemahkan pula sebagai planet-planet yang bersamaan wujud dan rupanya dengan bumi kita ini. Dalam ayat-ayatnya yang lain secara tersirat, Al-Qur’an juga mempertegas dengan mengatakan bahwa dibumi-bumi lainnya itu ada tumbuhan, bebatuan dan lain sebagainya.

    Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasannya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (QS. 65:12)

    “Hai anakku, sekiranya ada seberat biji sawi yang berada dalam batu karang yang besar atau di planet ataupun didalam bumi ini, Allah akan menunjukkannya. Sungguh, Allah itu Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. 31:16)

    Tidakkah kamu perhatikan bahwa Allah telah mengedarkan untukmu apa yang diplanet dan apa yang di bumi serta menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin ? Dan di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (QS. 31:20)

    Katakanlah: “Serulah mereka yang kamu anggap selain Allah ! Tidaklah mereka memiliki seberat zarrahpun diplanet dan tidak pula di bumi ini, karena mereka tidak bersekutu pada keduanya dan tiada mereka sebagai pembantu bagiNya”. (QS. 34:22)

Adanya kehidupan dipermukaan planet-planet pada bahagian langit yang lainnya sebagaimana maksud ayat-ayat suci yang telah kita kutipkan diatas, dapatlah dijadikan anak kunci bagi membuka lembaran baru tentang Astronomi yang dalam teori sarjana-sarjana barat selama ini terkandung keraguan dan kontradiksi yang tidak terpecahkan.

Adanya UFO /Unidentifiet Flying Objects/ yang pesawatnya berbentuk piring terbang, ribuan kali telah terlihat nyata diangkasa bumi, begitupun pendapat-pendapat yang sering kita dengar bahwa pesawat itu dikendalikan dan diawaki oleh manusia cerdas dari planet lain /ETI = Extra Terrestrial Intelligence Being/ menjadi alasan positif yang menguatkan pendapat adanya kehidupan manusia dan juga makhluk-makhluk hidup lainnya yang bermasyarakat sebagaimana yang berlaku dibumi.

ilustrasi


Peradaban mereka yang sedemikian majunya sehingga mereka bisa melawan hukum-hukum alam yang manusia bumi abad ke-20 ini belum mampu melakukannya, hal ini terlihat dengan mampunya UFO itu terbang mengambang diatas permukaan bumi tanpa adanya pengaruh apapun dari gaya gravitasi bumi yang didalam AlQur’an disebut dengan Rawasia yang selalu diterjemahkan oleh para penafsir Qur’an selama ini dengan pengertian Gunung.

Karena itu tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada mereka yang menolak keberadaan makhluk hidup diluar jenis manusia dan jin sekaligus menyatakan bahwa hanya diplanet bumi ini sajalah makhluk hidup ciptaan Allah, menurut pendapat penulis pribadi, maka dijaman yang serba modern dan canggih ini apalagi didukung oleh ayat-ayat al-Qur’an sendiri tidaklah bisa dibenarkan. Adalah mustahil kebohongan dilakukan oleh hampir separuh penghuni bumi ini dalam waktu yang berbeda dan bahkan dipisahkan oleh kurun masa berabad-abad dari sekarang.

Su’ud Muliadi ( Su’ud Muliadi, Sm Hk, Mahluk Angkasa Luar dan al-Qur’an, Penerbit PT. Garoeda Boeana Indah, Pasuruan, 1993, hal. 17. ) misalnya menyatakan dalam bukunya itu bahwa laporan paling tua mengenai pesawat dari luar angkasa yang mendarat dibumi ini berasal dari abad ke-15 sebelum Masehi, yaitu pada sebuah tulisan Mesir kuno (papirus) yang merupakan bagian dari buku harian Raja Thutmosis III (1504-1450 SM) yang merupakan raja Mesir terbesar dimasa lalu dengan daerah kekuasaannya sampai kesungai Euphrat dan Sudan.

Laporan itu terjadi pada salah satu ekspedisi penaklukkan yang dipimpinnya langsung, dimana dalam perjalanannya Thutmosis III melihat adanya sebuah lingkaran api muncul diangkasa dengan panjang sekitar 1 rod atau ± 5 meter tanpa mengeluarkan suara dan perlahan bertambah tinggi naik keangkasa menuju keselatan dan menghilang dikegelapan malam.

Seterusnya beberapa penemuan Arkeologi kerajaan Romawi kuno juga menunjukkan bahwa penampakan dari piring terbang juga pernah terjadi dimasa lalu. Salah satu penemuan itu berupa mata uang logam Romawi kuno yang berukiran gambar bintang dan sebuah bola dengan antena mirip satelit yang ada dijaman kita modern ini. Pendapat awal yang memperkirakan bahwa bola berantena ini merupakan ukiran matahari akhirnya kandas setelah penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan adanya kenyataan empat sinar cahaya dari bola itu dipancarkan dengan cara yang berlainan terhadap cahaya dari matahari. Apalagi pada mata uang logam tersebut terdapat kata-kata Providentia Deorum yang memuliakan para dewa dan terdapat seorang wanita dalam wujud Providentia muncul dari cahaya yang bersinar tersebut .

Selanjutnya berturut-turut Yves Naud dalam bukunya berjudul Peninggalan Masa Lampau yang misterius dan UFO, dan Erich Von Daniken dengan bukunya Adakah makhluk lain dari angkasa luar  (Kedua buku ini bisa didownload langsung melalui Internet dari website Beta-UFO dengan alamat http://www.betaufo.com/  dalam format file PDF) memberikan kehadapan kita banyak sekali data-data yang memastikan mengenai apa yang telah disampaikan oleh ayat-ayat al-Qur’an tadi. Bahkan menurut Yves Naud berdasarkan penelitiannya yang panjang, teknologi yang pernah dicapai oleh nenek moyang manusia jaman dahulu kala jauh melebihi apa yang sudah dicapai oleh manusia modern sekarang ini.

Hal ini dibuktikannya dengan keberadaan Peta Piri Reis yang merupakan suatu peta dengan rancangan ilmu geografis sangat akurat Konon pada awal abad ke delapan belas, di istana Topkapi Turki, ditemukan peta-peta kuno. Peta itu adalah milik seorang perwira tinggi Angkatan Laut Turki Laksamana Piri Reis. Dua buah atlas yang disimpan di perpustakaan negara di Berlin yang memuat gambar yang tepat dari laut Tengah dan daerah sekitar laut Mati, juga berasal dari Laksamana Piri Reis ini. Semua peta ini telah diserahkan kepada Arlington H. Mallerey seorang Kartograf Amerika untuk diteliti.


Mallerey memperkuat fakta yang luar biasa bahwa semua data geografi terdapat pada peta-peta itu, tetapi tidak digambar pada tempat yang semestinya. Ia minta bantuan dari Walters seorang kartograf dari Biro Hidrografi Angkatan Laut Amerika Serikat. Mallerey dan Walters bersama-sama menyusun suatu skala dan mentransformasikan peta itu menjadi bola dunia. Mereka membuat penemuan yang menggemparkan.

Petanya memang cermat, bukan hanya mengenai Laut Tengah dan Laut Mati saja melainkan pantai-pantai Amerika Utara dan Selatan bahkan garis-garis tinggi Permukaan Samudra Antartika pun dilukiskan dengan persis sekali pada peta Piri Reis itu. Peta itu bukan hanya memproduksikan garis besarnya benua-benua melainkan juga topografi dari daerah-daerah pedalaman. Pegunungan, puncak gunung, pulau, sungai dan dataran tinggi; semuanya digambarkan de ngan ketepatan yang luar biasa.

Dalam tahun 1957, peta-peta itu diserahkan kepada Jesnit Lineham, yang menjabat direktur dari Weston Observatory merangkap juru potret pada Angkatan Laut Amerika Serikat. Setelah memeriksanya dengan cermat, Lineham pun hanya dapat memperkuat ketepatannya yang fantastis itu bahkan sampai mengenai daerah daerah yang di masa sekarang jarang sekali dipelajari. Yang paling menonjol ialah bahwa pegunungan di Antartika yang baru ditemukan pada tahun 1952, dalam peta Reis telah terdapat. Pegunungan itu telah tertutup oleh es beratus-ratus tahun lamanya. Peta kita sekarang dibuat berdasarkan hasil pemetaan dengan menggunakan alat-alat gema suara.

Penyelidikan terakhir yang dilakukan oleh Profesor Charles. H. Hapgood dan ahli matematika Richard W. Strachan telah memberikan informasi yang lebih mengherankan lagi. Setelah diadakan perbandingan dengan hasil pemotretan bulatan dunia kita yang di lakukan secara modern dari satelit, perbandingan itu menunjukkan bahwa peta aslinya dari Piri Reis itu pasti telah dibuat berdasarkan hasil pemotretan dari udara dengan ketinggian yang jauh sekali.

Sebuah kapal ruang angkasa terbang diam di atas Kairo dan membidikkan kameranya lurus ke bawah, setelah filmnya dicuci maka akan terdapat gambaran ini; segala sesuatu yang ada dalam radius kira-kira 5.000 mil dari Kairo akan direproduksikan secara tepat, karena semuanya ada di bawah lensa. Tetapi negara-negara dan benua-benua di luar radius itu akan berubah reproduksinya dari keadaan sebenarnya. Semakin jauh pandangan kita dari titik pusat gambar, semakin banyak penyimpangan atau perubahan gambarnya. Mengapa ini semua? karena bumi ini berbentuk bulatan, benua-benua yang jauh dari titik pusat seolah tenggelam ke bawah. Negara Amerika Selatan misalnya, tampaknya berubah dengan janggal sekali pada ukuran memanjangnya, persis seperti perubahan pada peta Piri Reis ! Dan juga persis seperti hasil-hasil pemotretan yang dilakukan satelit buatan dari Amerika.

Bagaimana kita bisa menjelaskan hal demikian itu, bagaimana mungkin nenek moyang kita mampu membuat peta seakurat ini dengan pengetahuan mereka yang konon menurut buku-buku sejarah masih dalam taraf hidup didalam gua dan mengembara (nomaden) ? Tidakkah teori yang menyatakan bahwa nenek moyang manusia sebenarnya pernah mencapai kemajuan dibidang ilmu dan teknologi canggih sebelum akhirnya melalui sebuah banjir besar telah melemparkan manusia kembali kejaman batu, bisa diterima ? Bisakah ajaran Islam yang diklaim sebagai ajaran Tuhan semesta alam menjawab semuanya ?

    Dan orang-orang yang hidup sebelum mereka sekarang ini telah pernah mendustakan Kami, padahal mereka yang ada sekarang ini belum sampai pada sepersepuluh yang pernah Kami berikan kepada mereka dahulu kala. – Qs. 34 Saba’ : 45

Beberapa penafsir kitab suci ada yang merujuk maksud dari orang-orang yang hidup sebelumnya pada ayat tersebut sebagai orang-orang kafir Mekkah yang sudah meninggal sebelum kenabian Muhammad, akan tetapi adalah sah-sah saja bila kita menafsirkannya dengan makna yang lebih luas dari itu dan menghubungkan ayat ini dengan teori yang sudah kita bahas sebelumnya. Apalagi dalam catatan kakinya yang menjelaskan ayat ini, Departemen Agama Republik Indonesia menulis maksud dari sepersepuluh yang kami berikan kepada orang-orang sebelumnya itu adalah pemberian Allah seputar kepandaian ilmu pengetahuan, umur panjang, kekuatan jasmani, kekayaan harta benda dan sebagainya.( al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama Republik Indonesia, Jakarta, Penerbit Gema Risalah Press Bandung, Edisi refisi tahun 1989, Catatan Kaki no 1244, hal. 691 ).

Seperti yang sering saya singgung, bahwa al-Qur’an harus dipahami  secara universal dan aktual, sehingga kemonotonan penafsiran yang ada pada tafsir Qur’an tradisional tidak membuat kitab suci ini sebagai sesuatu yang hanya menjadi pajangan dimasjid ataupun bacaan saat menjelang sholat Jum’at. Kita harus melanjutkan misi aktualisasi kitab suci yang sudah dirintis oleh Syaikh Muhammad Abduh dan muridnya Rasyid Ridha diawal abad 20.

Bangsa Indonesia sendiri memiliki banyak cendikiawan muslim modern yang telah mencoba memberikan tafsiran baru ayat-ayat al-Qur’an. Sebut saja misalnya nama-nama seperti Dr. Ir. Hidajat Nataatmadja melalui bukunya versi baru Ihya Ulumiddin (Dr. Ir. Hidajat Nataatmadja, Karsa Menegakkan jiwa agama dalam dunia ilmiah, versi baru Ihya Ulumiddin, Penerbit Iqra, Bandung, 1982) atau Nurcholish Madjid dalam Khazanah Intelektual Islam (Nurcholish Madjid, Khazanah Intelektual Islam, Penerbit Bulan Bintang, Jakarta, 1984) serta nama Nazwar Syamsu yang terkenal dengan bukunya Tauhid dan Logika (Nazwar Syamsu, Tauhid dan Logika, al-Qur’an dasar tanya jawab Ilmiah, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta, 1980).

Dengan begitu, maka kita bisa mendapatkan kitab suci al-Qur’an benar-benar sebagai kitab petunjuk yang bermanfaat bagi manusia didalam mempelajari ilmu dunia maupun ilmu akhirat.

Keberadaan planet-planet yang berfungsi sebagai tempat hidup dan berkehidupan makhluk berjiwa seperti bumi misalnya secara eksplisit bisa juga kita peroleh didalam ayat al-Qur’an :

    Allah menciptakan tujuh langit dan seperti itu juga bumi; berlaku hukum-hukum Allah didalamnya, agar kamu ketahui bahwa Allah sangat berkuasa terhadap segala sesuatu; dan Allah sungguh meliputi segalanya dengan pengetahuan-Nya. – Qs. 65 ath-Thalaq : 12

Jika kata langit dan bumi disebut dengan bilangan tujuh yang berarti banyak (lebih dari satu), maka tentu yang dimaksud dalam ayat ini adalah kemajemukan gugusan galaksi yang terdiri dari jutaan bintang dan planet-planet yang ada sebagaimana yang kita ketahui dari ilmu astronomi modern. Oleh karenanya secara tidak langsung al-Qur’an menyatakan kepada kita bahwa Bumi yang kita diami ini bukanlah satu-satunya bumi yang ada dijagad raya.

    Makhluk-makhluk yang ada dilangit dan dibumi memerlukan Dia, setiap waktu Dia dalam kesibukan. – Qs. 55 Ar-Rahman :29

Setelah berkali-kali mengadakan pengamatan secara teliti menggunakan teleskop-teleskop Observatorium W.M. Keck Hawaii, Observatorium Lick di California dan Observatorium McDonald di Texas sejak bulan Juli 2003 yang lalu, maka hari selasa tanggal 31 Agustus 2004 sejumlah astronom mengumumkan penemuan jenis planet baru yang memiliki lebih banyak kesamaan dengan Bumi dibanding dengan planet-planet gas raksasa yang pernah ditemukan sebelumnya (Kompas Cyber Media, http://www.kompas.com/teknologi/news/0409/01/173543.htm, rubrik Sains & Teknologi)

Planet-planet mirip bumi tersebut yang pertama berada di gugusan Leo memiliki massa 21 kali ukuran bumi dan waktu rotasi 2,64 hari dengan perkiraan jarak lebih kurang 33 tahun cahaya dari Bumi kita sedangkan planet berikutnya berada digugusan Cancer memiliki massa 18 kali dari bumi dan waktu orbit 2,81 hari dengan jarak dari bumi ini sekitar 41 tahun cahaya. Atas penemuan kedua planet ini baik Barbara McArthur, peneliti dari Universitas Texas di Austin maupun Anne Kinney, direktur Direktorat Misi Ilmiah Divisi Jagad Raya NASA sama-sama mengungkapkan rasa optimisnya bahwa teka-teki keberadaan makhluk hidup lain diluar bumi akan segera terjawab.

Planet lainnya yang baru ditemukan dan diduga memiliki juga persamaan dengan bumi adalah planet yang mengorbit bintang Gliese 876 berjarak sekitar 15 tahun cahaya dari bumi pada arah rasi bintang Aquarius dengan massa sebesar 5,9 hingga 7,5 kali massa bumi (Harian umum Berita Pagi, Planet Baru itu, Kecil dan Berbatu, No. 37 Tahun 1, Rabu, 15 Juni 2005 hal 1).

Sementara misi antariksa tanpa awak Voyager 1 yang diluncurkan atas kerjasama NASA dan Caltech pada tanggal 5 September 1977 sudah berada diluar tata surya kita dengan jarak 14 milyar kilometer dari planet bumi dan tengah menyelidiki heliopause dan medium antar bintang, ini adalah satu-satunya benda buatan manusia modern yang berada jauh diruang angkasa sehingga untuk dapat menangkap sinyalnya dipusat kontrol Jet Propulsion Laboratory di dekat Pasadena, California dibutuhkan waktu lebih dari 13 jam. (Wikipedia Indonesia, ensiklopedi bebas berbahasa Indonesia, http://id.wikipedia.org/wiki/Voyager_1)


Akhirnya, bersikap terlalu skeptis terhadap sejumlah kalangan yang menyibukkan dirinya untuk melakukan eksplorasi angkasa raya guna menemukan peradaban lain maupun mentertawakan sejumlah penelitian terhadap ilmu pengetahuan yang pernah dicapai oleh nenek moyang manusia dimasa lalu sungguh bukan perbuatan yang bijaksana dan bertentangan dengan kitab suci.

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memperolok-olok suatu kaum yang lain, karena boleh jadi mereka itu lebih baik dari mereka yang mengoloknya; dan jangan juga para wanita saling memperolok sesamanya sebab boleh jadi wanita yang diperolokkan itu lebih baik dari wanita yang memperoloknya ; dan jangan kamu mencela dirimu sendiri serta jangan kamu saling memanggil dengan gelar yang jahat. Sejahat-jahat panggilan adalah yang jahat setelah ia beriman dan siapa saja yang tidak bertobat, maka mereka adalah orang yang zhalim. – Qs. 49 al-Hujuraat : 11

Kita selaku manusia modern ini harus segera berhenti meneruskan perilaku pongah yang disertai stagnasi pendapatnya yang usang, keberadaan para aliens alias makhluk berjiwa diplanet bumi yang lain nun jauh dikedalaman langit jangan sampai menimbulkan kekhawatiran berlebihan bahwa pendapat manusia sebagai makhluk termulia akan dilecehkan atau menjadi rusak. Pada hakekatnya manusia ini cuma sekedar makhluk yang hina (al-Qur’an surah 32 as-Sajdah ayat 8) dengan kediaman berada dipinggiran galaksi tak lebih dari setitik debu berjarak ± 300 juta miliar km dari pusat Bimasakti. Mari kita berhenti berpikir egois dan merasa sebagai makhluk yang paling diperhatikan Tuhan, padahal nyaris setiap hari kita melupakan Tuhan dan bergulat dengan dosa, zinah, korupsi, dusta dan seribu satu macam kufur nikmat lainnya, manusia terlampau membumi sehingga tidak kuasa melepas ke-’akuannya’.

Demikian …

Sumber
»»   Selanjutnya...