Showing posts with label Berita Unik. Show all posts
Showing posts with label Berita Unik. Show all posts

Wednesday, November 14, 2012

Akhir Dunia Terjadi Pada Tahun 2028

ilustrasi
Akhir Dunia Terjadi Pada Tahun 2028 - "Tidak ada yang radikal tentang hal yang kita bicarakan," tutur jurnalis dan aktivis perubahan iklim Bill McKibben di hadapan 1.000 orang di University of California Los Angeles kemarin malam. "Orang yang radikal bekerja untuk perusahaan minyak."

Pernyataan seperti itu mungkin terdengar berlebihan bagi kebanyakan orang Amerika. Namun, siapa pun yang mengikuti penuh kuliah McKibben akan tahu dia tidak berlebihan.

McKibben berada di Los Angeles sebagai bagian dari tur nasionalnya, "Do the Math". Berdasarkan artikel terbarunya di Rolling Stone, ("Dengan Justin Bieber sebagai model sampulnya," canda McKibben) acara itu pada dasarnya adalah sebuah rangkaian kuliah yang didasarkan pada premis tunggal: perubahan iklim adalah matematika sederhana — dan hasil perhitungan tidak terlihat baik. Jika para pemimpin dunia tidak segera mengambil tindakan: "Planet ini akan hancur."

Matematika iklim, McKibben menjelaskan, bekerja seperti ini. Pemimpin dunia baru-baru ini mencapai suatu perjanjian internasional yang didasarkan pada pemahaman ilmiah bahwa kenaikan suhu global 2 derajat Celsius akan menimbulkan bencana bagi masa depan umat manusia.

Untuk mencapai temperatur global yang mengkhawatirkan itu, bumi melepaskan 565 gigaton karbon dioksida ke atmosfer. Inilah masalahnya: perusahaan bahan bakar fosil saat ini memiliki 2.795 gigaton karbon dioksida dalam cadangan bahan bakar mereka — dan bisnis mereka tergantung pada bahan bakar yang dipasarkan dan digunakan. Pada tingkat konsumsi saat ini, dunia akan melewati ambang batas 565 gigaton dalam waktu 16 tahun.

Untuk mencegah kiamat, industri yang paling menguntungkan dalam sejarah umat manusia justru perlu ditutup.

"Malam ini," kata McKibben, "kita akan mencecar industri bahan bakar fosil."

Bukan hal yang mudah. Industri minyak memberikan keuntungan tahunan sebesar $137 miliar (sekitar Rp1,3 kuadriliun) dan kekuasaan politik. McKibben mencatat, "perusahaan minyak patuh hukum karena mereka bisa mendikte hukum."

Namun, ada beberapa angka yang menguntungkan McKibben. Jajak pendapat terbaru menunjukkan 74 persen orang Amerika sekarang percaya pada perubahan iklim, dan 68 persen menganggap itu sebagai sesuatu yang berbahaya. Masalah yang dihadapi aktivis lingkungan adalah bagaimana menerjemahkan angka-angka itu menjadi tindakan nyata.

Munculah "Do the Math."

Menggunakan popularitas McKibben sebagai seorang penulis, kegiatan kuliah diubah menjadi mesin politik. Sebelum mengadakan kuliah umum, Do the Math dengan cerdas bekerja sama dengan kelompok-kelompok lingkungan setempat. Sebelum perkuliahan McKibben dimulai, kelompok-kelompok ini diperbolehkan naik ke atas panggung dan berbicara tentang isu-isu setempat yang perlu diperjuangkan.

Informasi kontak dikumpulkan untuk menjaga penonton selalu mengetahui upaya terbaru tentang isu-isu tersebut. Para penonton ternyata tidak hanya menjadi pendengar kuliah McKibben, mereka tiba-tiba menjadi bagian dari gerakan lokal lingkungan mereka.

Ini adalah strategi cerdas, dan penting — karena masalah perubahan iklim hampir secara eksklusif bersifat politis. Antara energi yang dapat diperbaharui dan teknik yang lebih efisien, teknologi sudah ada untuk mencegah bencana pemanasan global.

Meskipun penerapannya di Amerika Serikat masih tertinggal, teknologi itu sedang digunakan dalam skala massal di negara-negara lain. Di Cina dengan populasi miliaran dan kesenjangan kekayaan yang luar biasa, 25 persen negara itu masih menggunakan panel surya untuk memanaskan air. Jerman — negara dengan perekonomian kuat di Eropa — selama hampir satu dekade, berhasil mendapatkan setengah energi dari sumber yang berkelanjutan.

Hal yang sama bisa terjadi di Amerika asalkan negara itu memiliki kemauan untuk mewujudkannya. Menurut McKibben, kunci untuk mewujudkan tujuan itu adalah dengan memerangi industri bahan bakar fosil dari akarnya.

Untuk memulainya, dia menyerukan pembebasan global dari perusahaan bahan bakar fosil. "Kami meminta orang-orang yang percaya pada masalah perubahan iklim untuk menghentikan mencari nafkah dari itu. Sama seperti dengan gerakan pembebasan apartheid di Afrika Selatan, kita harus mengeliminasi perusahaan minyak yang dianggap terhormat. "

Melanjutkan aksi protes terhadap proyek-proyek energi yang tidak berkelanjutan juga akan sangat penting. McKibben akan berada di Washington, D.C. pada 18 November untuk memimpin unjuk rasa menentang perubahan iklim dan Keystone Pipeline. "Kita tidak bisa lagi hanya berasumsi bahwa Presiden Obama akan melakukan segala yang dijanjikannya selama kampanye. Kita perlu mendorongnya. "

"Saya tidak tahu apakah kita akan menang. Namun, saya tahu kita akan berjuang.”

Sumber Takepart.com
»»   Selanjutnya...

Monday, October 22, 2012

Unik Hanya Bisa Buka Mata Kalau Sedang Menyanyi

Wrexham, Inggris, Semakin lanjut usia seseorang maka fungsi tubuhnya akan semakin menurun, tak terkecuali fungsi penglihatan dan pendengaran. Namun hal aneh terjadi pada seorang nenek asal Wrexham, Inggris ini. Nenek bernama Moira Gleed ini mengidap penyakit langka yang membuatnya tak bisa membuka matanya, kecuali ketika bernyanyi.

Penyakit langka yang diderita Gleed itu disebut dengan focal dystonia atau gangguan neurologis yang mempengaruhi otot-otot di seputar mata dan menyebabkan kelopak mata menutup dengan sendirinya, tapi masih bisa berkedut dan berkedip.

Gleed pun hampir menghabiskan seumur hidupnya dalam kegelapan hingga suatu ketika ia menemukan cara untuk meredakan kondisinya, walaupun hanya sementara, yaitu bernyanyi.

"Awalnya kedua mata saya berwarna sangat merah, meradang, gatal dan perih. Lalu saya mulai menyadari jika kelopak mata saya bisa menutup sendiri. Saya tak tahu bagaimana menggerakkannya, kecuali jika saya mengangkatnya dengan jari-jari saya," ungkap Gleed.

Menurut Gleed, kondisi ini mengganggu hidupnya karena ia harus kehilangan pekerjaan sebagai penasihat karir, bahkan ia tak bisa mengemudikan mobilnya sendiri.

Keajaiban datang ketika pada suatu hari di tempat Gleed berlatih paduan suara, ia bernyanyi dengan sepenuh hati dan tiba-tiba ia sadar jika ia bisa melihat sang pemimpin orkes. "Kedua mata saya terbuka!" katanya.

Layaknya tunanetra, Gleed harus berjalan dengan menggunakan tongkat dan kacamata hitam. "Sepertinya ini karena mata saya sangat sensitif terhadap cahaya ekstrim. Awalnya saya tak mempertanyakannya tapi kemudian setelah terkena cahaya itu mata saya mulai terasa perih dan kering. Saya pun pergi ke dokter spesialis mata dan mereka menduga mata saya meradang. Namun obat-obatan yang diberikan pada saya tak memberikan perbedaan apapun," tuturnya.

Berbagai obat juga telah dicoba oleh Gleed tapi hasilnya nihil. Beberapa diantaranya adalah obat-obatan yang dijual bebas di apotek hingga suntikan botoks yang harus dipakai setiap 10 menit untuk merilekskan otot-otot di sekitar matanya.

Gleed menambahkan sepanjang hari ia merasa ada pasir di dalam kedua matanya dan rasanya kering sepanjang waktu. Keduanya juga tak dapat membuka dan menutup sepenuhnya sehingga menambah nyeri yang dirasakan Gleed. Namun gejala ini tak terjadi ketika Gleed bernyanyi.

Beruntung Gleed telah menemukan cara jitu untuk mengatasi kondisi itu sekaligus hobinya selama ini yaitu bernyanyi.

"Bernyanyi juga membuat saya melupakan masalah barang sejenak. Meski sebenarnya agak aneh karena ketika saya berhenti menyanyi, mungkin pada saat intro atau jeda piano, mata saya menutup tapi seketika saya mulai bernyanyi, mereka akan terbuka kembali," ujarnya.

Focal dystonia hanyalah salah satu dari jenis penyakit langka yang menyerang sedikitnya 70.000 anak-anak dan orang dewasa di Inggris.

"Dystonia adalah gangguan neurologis dimana otak mengirimkan sinyal yang salah sehingga menyebabkan otot-otot yang menerima sinyal itu menjadi terlalu aktif. Kondisi ini dapat menyerang berbagai bagian tubuh yang berbeda, termasuk membuatnya lumpuh atau menyebabkan nyeri jika digerakkan," terang Paul King, kepala eksekutif Dystonia Society seperti dilansir dari dailymail, Selasa (23/10/2012).

Namun King mengaku tak tahu apa alasan di balik itu. Hanya saja menurut King terkadang pengalihan perhatian pada kondisi ini dapat menyebabkan gejala sakitnya menghilang untuk sementara. Itulah mengapa sejumlah penderita bisa menemukan pereda sakitnya dari hal-hal yang tak terduga.

Misalnya, ada penderita yang bisa meneriaki anjing tetangga tapi tak bisa berbicara dengan lancar, bisa menari dengan baik tapi tak bisa menapakkan kakinya dengan normal ke lantai atau bisa berlari untuk mengambil jemuran saat turun hujan tapi kesakitan saat berusaha berjalan biasa.

"Sayangnya, gejala-gejala itu cenderung muncul lagi seketika aktivitas lain yang dijadikan pengalihan itu berhenti," tambahnya.
»»   Selanjutnya...

Friday, October 19, 2012

Bola Mata Raksasa Misterius Ditemukan di Tepi Pantai

Para peneilti asal University of Newcastle, Inggris menemukan suara paling tak mengenakkan untuk didengar bagi manusia.

Temuan ini didapat setelah peneliti melihat interaksi di dalam otak sekitar 13 relawan yang diminta mendengar bunyi-bunyian dari 74 bunyi berbeda. Para relawan diminta mendengarkan bunyi-bunyian tersebut sambil otaknya dipindai menggunakan mesin MRI.

Dari penelitian itu ditemukan, gesekan pisau pada botol kaca menempati suara paling tak mengenakkan untuk didengar manusia.

Suara paling tak mengenakkan nomor dua adalah gesekan ujung mata garpu ke kaca. Sementara bunyi yang paling nyaman didengar dari seluruh sampel tadi adalah suara aliran air.

Sukhbinder Kumar, penanggung jawab penelitian ini mengatakan, ia dan rekannya, Tim Griffiths memilih suara-suara yang tidak memiliki koneksi pengalaman pahit atau emosi tak mengenakkan dalam diri relawan.

Hasil pindai menunjukkan, suara tak mengenakkan bukan saja meningkatkan aliran darah ke korteks auditori otak seseorang, tempat suara diproses, tetapi juga memicu amygdala, area primitif pada otak yang memproses emosi.

"Temuan ini juga menjelaskan kaitan antara korteks auditori dan amygdala. Kami berhasil mengetahui jaringan di dalam otak yang menghubungkan suara dan perasaan tak mengenakkan," jelas Griffiths.

Suara yang berada dalam frekuensi 2000-5000 Hertz adalah suara yang paling tak mengenakkan untuk didengar manusia, kata Kumar.

Temuan ini diharapkan bisa membantu para peneliti mengerti apa yang membuat sebagian orang lebih sensitif terhadap suara tertentu ketimbang orang lain, kata Kumar.

Harapannya, hal ini bisa membantu memberi jalan lain untuk melihat masalah misophonia, yakni intoleransi/kesensitivitasan berlebih terhadap bunyi, yang sedang didalami oleh Kumar.
»»   Selanjutnya...