Showing posts with label Berbagi Kisah. Show all posts
Showing posts with label Berbagi Kisah. Show all posts

Sunday, December 30, 2012

Kisah Budak Kulit Hitam Yang Selamat Karena Berpura-Pura Membaca Koran

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Kisah Budak Kulit Hitam Yang Selamat Karena Berpura-Pura Membaca Koran . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Kisah Budak Kulit Hitam Yang Selamat Karena Berpura-Pura Membaca Koran


Harriet Tubman adalah seorang budak yang berhasil meloloskan diri dan kabur ke Amerika Utara pada tahun 1849. Setelah itu, ia membantu keluarganya dan sejumlah orang lainnya melarikan diri dari Selatan. Akhirnya dia berhasil menyelamatkan 70 orang dalam 13 berjalanan.

Terkadang ia dijuluki "Musa" karena membebaskan orang-orang. Bagaimana dia bisa melakukannya dari orang-orang yang mengejarnya?

Ia bermuslihat dengan membaca koran! Lebih tepatnya, berpura-pura membaca koran karena para budak saat itu tidak mendapatkan pendidikan, apalagi diajarkan membaca.

Ia panik ketika melihat mantan majikannya berada di kereta yang sama dengannya. Kemudian dia memungut sebuah koran untuk menutupi wajahnya dan sang mantan majikan pun tidak memerhatikannya karena dia tahu Tubman tidak bisa membaca.

Harriet sangat bersyukur ia selamat karena mengangkat koran itu pada waktu itu.
»»   Selanjutnya...

Kisah Orang Batak Yang Lolos Dari Kekejaman Hitler

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Kisah Orang Batak Yang Lolos Dari Kekejaman Hitler. Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Kisah Orang Batak Yang Lolos Dari Kekejaman Hitler

Sahabat unikei di dalam tubuh Parlindungan Lubis, tidak setetes pun mengalir darah Yahudi. Dia Batak tulen dari Mandailing. Namun kenyataannya, dia harus mendekam selama lima tahun di kamp konsentrasi NAZI , dan masih beruntung bisa keluar dari tempat penyiksaan dan pembantaian yang sadis tiada tandingannya itu. Lubis mengisahkan pengalamannya yang luar biasa itu dalam sebuah otobiografi. Sudah agak lama beredar; namun buku tersebut masih tetap aktual sampai sekarang.

Pasalnya, dialah satu-satunya orang Indonesia yang mengalami langsung hari-hari mencekam di kamp konsentrasi Nazi. Tempat pembantaian yang mengerikan itu sengaja dibangun untuk mewujudkan impian gila Hitler, yaitu memusnahkan etnis Yahudi, kaum gay, orang-orang cacat, gipsi dan Saksi Jehovah. Berikut ini Anda bisa menyimak mosaik-mosaik pengalaman Pandapotan Lubis yang sungguh dramatis itu, melalui resensi buku tersebut yang ditulis oleh Koencoro : Otobiografi Parlindoengan Loebis.

LUBIS berangkat ke Negeri Belanda untuk belajar Kedokteran, setelah lulus Kandidat I di Betawi (begitu dia menuliskannya). Semasa di Betawi, ia sempat aktif di Jong Islamieten Bond dan Jong Batak, yang kemudian bersama perhimpunan mahasiswa lain (selain Jong Java) bersatu membentuk PPPI dan Indonesia Moeda.

Di Leiden, tak lama ia direkrut Perhimpoenan Indonesia. Sepeninggal Hatta cs, PI bersifat kekirian, dengan garis Stalinis yang jelas. Sempat Lubis menjadi ketua, selama 3 tahun, dan membawa PI ke arah yang tak begitu kiri. Kerjasama dengan Partai Komunis Belanda dihentikan, lalu bekerjasama dengan Partai Sosialis (SDAP).

Kemudian PD II pecah. Mei 1940, saat Jerman bergerak ke barat, Belanda menyerah nyaris tanpa perlawanan. Dan bahkan kemudian kehidupan masih tampak normal dalam pendudukan Jerman. Sebelum serangan Jerman pun, partai NSB yang pro Jerman pernah memperoleh suara cukup besar (separuh suara) dari rakyat Belanda. http://anehdidunia.blogspot.com

Selama pendudukan Jerman ini, Lubis sempat menyelesaikan kuliah di Leiden, lalu menikah di Haarlem, menjajagi bekerja di Utrecht, dan akhirnya membuka praktek di Amsterdam. Tapi kemudian, 26 Juni 1941, dua orang reserse Belanda menjemputnya. Loebis dipenjarakan, dan kemudian dipindahkan ke Kamp Konsentrasi. (Baru pada tahun 1945, Loebis mengetahui alasan penahanannya:

Ternyata Jerman sedang membuka front baru melawan Sovyet, dan para aktivis gerakan pro komunis ditakutkan menjadi partisan di belakang front). Kamp Konsentrasi yang pertama dihuni adalah Kamp Schoorl. Di sini, tawanan belum disuruh bekerja, tetapi hanya disuruh apel dan berolah raga. Kemudian seluruh isi kamp ini digabungkan ke Kamp Amersfoort. Di sini, tawanan memperoleh perkerjaan konstruksi, termasuk memasang kawat berduri. Juga mulai sering disiksa secara kejam, baik oleh orang Jerman, maupun terutama oleh orang NSB.

Lubis kemudian dipindahkan ke Kamp Buchenwald di Jerman. Di sini Lubis mulai kehilangan harapan untuk dibebaskan, kecuali perang berakhir dengan kekalahan Jerman. Ia memutuskan untuk hidup secara efisien dan tanpa hati, untuk bertahan hidup selama mungkin. Di Buchenwald, mereka membuka hutan di pegunungan berkabut, memecah batu, membuat barak, saluran air, listrik, bengkel, dll, selama 7 hari seminggu, 14 jam sehari. Tawanan sering dipukuli, bahkan hingga mati. Tawanan yang mengobrol ditembak.

Namun kemudian Lubis dipindahkan lagi, pada Oktober 1942, ke Sachsenhausen, ke instalasi pabrik pesawat perang Heinkel. Di sini situasi lebih baik. Kamp lebih difokuskan pada pekerjaan teknis, biarpun kekejaman masih berlangsung, dan menyita nyawa manusia segala bangsa di sana. Kali ini, dia ditugaskan sebagai dokter kamp, sehingga tugasnya lebih ringan. Lubis jarang mengulas tentang Yahudi. Ia beralasan bahwa barangkali para Yahudi dipisahkan, dan ditempatkan di kamp tersendiri. Atau barangkali … entahlah. Saat akhirnya pasukan sekutu berhasil masuk ke Jerman, Kamp kacau


Para tawanan dan penjaga membentuk barisan tak teratur yang terus bergerak ke barat. Tawanan yang keluar barisan langsung ditembak di belakang kepala. Tapi banyak juga penjaga yang juga lari memisahkan diri. Mereka akhirnya berhenti di kampung Grabouw. Sempat barisan dari kamp lain bergabung. Dan akhirnya tentara Russia masuk juga ke kampung itu. Mereka resmi lepas dari tawanan. Tapi perlu waktu untuk memulihkan diri, dan mencari cara untuk lepas dari kawasan Russia, menyeberangi sungai Elbe, masuk ke kawasan Sekutu Barat, dan akhirnya kembali ke Belanda dengan kereta ke Maastricht, lalu naik mobil ke keluarganya di Amsterdam.

Namun, nun di timur, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, dan pada akhir 1945, berita itu mulai terdengar masyarakat Indonesia di Belanda. Lubis dkk langsung menyatakan diri bagian dari Republik Indonesia yang merdeka, dan kekikukan kemudian terjadi lagi. Sempat ada Kongres Pemuda Demokrat Sedunia di Cekoslovakia, dan Loebis ingin menghadiri kongres ini, atas nama Indonesia. Tentu Belanda tak memberikan pass, tetapi atas bantuan Inggris, dia bisa berangkat.

Sambutan untuk Indonesia amat meriah, membuat berang para pemuda Belanda. Lubis kembali ke Belanda menumpang tim Belgia. Pemerintah Belanda akhirnya memperbolehkan orang Indonesia kembali ke negerinya. Namun dengan status sebagai NICA. Banyak yang mengira bahwa ini adalah support yang baik, karena tidak menyadari bahwa NICA justru memusuhi Pemerintah Indonesia Merdeka. Lubis sempat menyadari, dan memberi peringatan kepada lainnya.

Namun saat ia bertolak pulang, ia diberi juga pangkat Mayor NICA, yang tentu ia tolak. Ia mengambil status sebagai dokter kapal, dan dalam status itu sempat menyelundupkan Dr Setia Boedi (Douwes Dekker) kembali ke Indonesia. Di Indonesia, Lubis meneruskan karir sebagai dokter, dan menolak berpolitik. Bekerja sebagai dokter di PT Timah, Belitung. Zaman kaum komunis Indonesia bangkit, Lubis difitnah dan dipensiunkan dini, karena dianggap tak mau mendukung kaum komunis. Tapi ia tetap tinggal di Belitung. Saat istrinya meninggal, baru ia pindah ke Jakarta. Lubis meninggal di ujung tahun 1994, nyaris tanpa perhatian dari bangsa kita.
»»   Selanjutnya...

Friday, December 28, 2012

Kisah Tukang Sayur Sumbang Rp 318 Juta Untuk Anak-Anak

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Kisah Tukang Sayur Sumbang Rp 318 Juta Untuk Anak-Anak. Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Kisah Tukang Sayur Sumbang Rp 318 Juta Untuk Anak-Anak

Chen adalah satu dari enam pemenang Ramon Magsaysay Award tahun ini. Chen, yang hidup sederhana di wilayah Taitung dan memberikan semua pendapatannya dari berjualan sayuran, menyumbangkan sekitar 10 juta dolar Taiwan (sekitar Rp 318 juta), untuk membiayai anak-anak setempat dan memperbaiki hidup mereka.

"Anda bisa saja menghabiskan uang itu dalam sehari. Tapi, Anda juga bisa menghabiskannya dengan cara sederhana. Menyumbangkan uang kepada orang-orang yang membutuhkan adalah suatu kebahagiaan untuk saya," ujarnya.

Saat masih kecil, Chen dan keluarganya mendapatkan bantuan dari lembaga sosial, setelah ibunya meninggal dunia.

Namun, perasaan 'selalu dibantu' amat membuatnya merasa tidak nyaman. Pengalaman itu memotivasi Chen untuk menyimpan uang sebanyak yang dia bisa, untuk membantu orang lain.

"Selama saya masih hidup, saya akan terus melakukan apa yang selalu saya inginkan, yaitu membantu orang lain," tutur Chen.

Wanita itu menggambarkan dirinya sebagai seorang rendahan, dan mengaku senang karena masyarakat menganggap baik apa yang dia lakukan.

Chen yang tidak menyelesaikan SD karena miskin, berterima kasih kepada orangtua dan gurunya, atas apa yang telah mereka lakukan terhadapnya.

Chen berada di Manila untuk menerima Ramon Magsaysay Award, Jumat (31/8/2012). Chen juga mendonasikan uang sebesar 50 ribu dolar AS untuk Rumah Sakit Mackay di Taitung, untuk membangun unit perawatan intensif (ICU).

Lima peraih penghargaan lainnya adalah Romulo Davide dari Filipina, Kulandei Francis dari India, Syeda Rizwana Hasan dari Bangladesh, Yang Saing Koma dari Kamboja, dan Ambrosius Ruwindrijarto dari Indonesia.
»»   Selanjutnya...

Tragis Inilah 7 Narapidana yang Diputuskan Tidak Bersalah Setelah Dieksekusi Mati

Unikei - Seorang ahli hukum dari Inggris, William Blackstone pernah berkata, "Lebih baik sepuluh orang bersalah di bebaskan daripada satu orang yang tidak bersalah menderita." Bahkan pengacara diindoktrinasi dengan konsep ini sejak awal pendidikan di sekolah hukum.

Terlepas Apakah Anda mendukung hukuman mati atau tidak, kebanyakan orang akan setuju dengan pernyataan di atas. ada beberapa kasus di mana orang mungkin tidak bersalah dihukum karena suatu kejahatan yang tidak dilakukannya, beberapa bahkan dihukum mati.

Sayangnya, kita tidak pernah bisa mendapatkan kesempatan untuk menemukan kebenaran. Baru-baru ini dimasukkannya bukti DNA dalam percobaan telah digunakan dalam beberapa kasus untuk melepaskan banyak orang tidak bersalah dihukum. Ada 7 kasus baru-baru ini orang-orang yang dianggap bersalah, tetapi tidak terbukti bersalah,setelah mereka dihukum mati.

1. Carlos De Luna dieksekusi mati pada tahun 1989 : 

Pada bulan Februari 1983, Wanda Lopez, ditikam sampai mati pada saat bekerja shift malam di stasiun pompa bensin di mana ia bekerja. Setelah perburuan singkat, polisi menemukan De Luna bersembunyi di bawah truk pick-up. Dimana Baru-baru ini ia dibebaskan dari penjara, tetapi melanggar pembebasan bersyaratnya dengan minum - minum di depan umum.

De Luna mengatakan kepada polisi bahwa dia tidak bersalah dan ia menyebutkan nama orang yang ia lihat di pom bensin sebelum kejadian pembunuhan tersebut.namun polisi mengabaikannya, juga fakta ba tidak terdapat setetespun darah korban pada dirinya, meskipun di TKP banyak berlumuran darah. De Luna ditangkap terlalu cepat setelah kejahatan itu.

Saksi mata tunggal untuk kasus itu, Kevin Baker, menegaskan kepada polisi bahwa De Luna adalah pembunuhnya .Di persidangan De Luna menyatakan melihat Carlos Hernandez sebagai orang yang dilihatnya di dalam pompa bensin sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut, De Luna melihatnya dari seberang jalan dari bar tempat ia minum.

Hernandez dan DeLuna yang sangat mirip dalam penampilan tetapi, tidak seperti DeLuna, Hernandez memiliki sejarah panjang penyerangan dengan menggunakan senjata tajam. dan dia berulang kali mengatakan kepada teman-teman dan kerabatnya bahwa ia telah melakukan pembunuhan itu.

Teman-temannya menegaskan bahwa dia tertarik dengan Lopez juga. pengacara De Luna tahu tentang masa lalu kriminal Hernandez tapi mereka tidak pernah menyelidiki secara menyeluruh kejahatan sebelumnya. Pada tanggal 7 Desember 1989, Texas ,Carlos De Luna 27 tahun dieksekusi.

2. Larry Griffin Dieksekusi mati pada tahun 1995: 


Pada tanggal 26 Juni 1980 di St Louis, Missouri, 19 tahun Quintin Moss tewas didalam kendaraanya, karena ditembak. Kesaksian tersebut sebagian besar didasarkan pada kesaksian dari Robert Fitzgerald, criminal berkulit putih, yang berada di lokasi pada saat pembunuhan itu.

Ia bersaksi bahwa ia melihat tiga orang kulit hitam di dalam mobil ketika tembakan ditembakkan dan bahwa Larry Griffin menembak korban melalui jendela mobil dengan tangan kanannya. Hal ini di sampaikan pengacara korban pada saat sidang pembunuhan pertama Griffin, dan dia tidak menentang kesaksian tersebut meskipun dirinya adalah kidal.

Ia juga gagal membawa saksi alibi yang bersama Griffin pada saat pembunuhan itu terjadi.sidik jari Griffin juga tidak ditemukan di mobil atau disenjata, semua bukti terhadap dirinya adalah mendalam. Ada bukti yang menyatankan Fitzgerald dijanjikan pengurangan hukuman sebagai imbalan atas kesaksiannya.

Jaksa juga gagal ke alamat dua saksi lain yang membenarkan bahwa Griffin tidak melakukan pembunuhan tersebut dan mereka menemukan tiga orang lainnya yang menguatkan keyakinannya bahwa Griffin adalah pelakunya, Griffin dieksekusi dengan suntikan mematikan pada tanggal 21 Juni 1995.

Griffin mempertahankan hak tidak bersalah sampai dengan eksekusinya. Pada tahun 2005, seorang profesor Universitas Michigan Law School membuka kembali kasus ini. investigasi-Nya menyimpulkan bahwa Griffin tidak bersalah.

3. Ruben Cantu Dieksekusi mati pada tahun 1993 : 


Pada malam tanggal 8 November 1984, Ruben Cantu dan temannya David Garza, masuk ke sebuah rumah kosong di San Antonio yang sedang dalam pembangunan renovasi dan melihat dua orang sedang dirampok di bawah todongan senjata.

Dua korban tersebut Pedro Gomez dan Juan Moreno,mereka adalah pekerja yang tidur di kasur lantai di lokasi konstruksi, menjaga barang-barabg kontruksi terhadap pencurian. para perampok tersebut mencoba mengambil uang mereka, dan terganggu oleh upaya Gomez saat berusaha untuk mengambil pistol yang tersembunyi di bawah kasur nya.

Perampok tersebut menembak Gomez hingga tewas. Mereka berpikir telah membunuh kedua orang pekerja tersebut, kemudian meninggalkan TKP.Polisi menunjukkan foto-foto tersangka kepada Moreno , termasuk gambar Ruben Cantu, dan ia tidak dapat mengidentifikasi penyerangnya.

Atas dasar tidak ada bukti fisik, dan hanya kesaksian Moreno , sehingga kasus tidak dapat dilanjutkan. Tetapi selanjutnya Juan Moreno mengatakan bahwa ia merasa mendapat tekanan dari polisi untuk mengakui keterlibatan Ruben Cantu. Sedangkan David Garza, teman Cantu, telah mengakui keterlibatannya dalam serangan, pencurian dan pembunuhan.

Dia mengatakan masuk ke dalam rumah dengan anak laki-laki lain, dan tidak terlibat didalam perampokan, tetapi melihat pembunuhan terjadi, sayangnya David Garza tidak menyebutkan bahwa anak laki-laki lain yang bersamanya adalah Ruben Cantu , tanggal 24 Agustus 1993, Ruben Cantu pada usia 26 dieksekus dengan suntikan mematikan. permintaan terakhir-Nya adalah untuk sepotong permen karet, yang ditolak.

 4. Spence David Dieksekusi mati tahun 1997 : 


Pada tahun 1982, David Spence dituduh meperkosaan dan melakukan pembunuhan terhadap dua gadis berumur 17 tahun dan satu anak laki-laki berumur 18 tahun di Waco, Texas.

Dia menerima hukuman mati dalam dua persidangan atas pembunuhan. Muneer Deeb, seorang pemilik toko, menyewa Spence untuk melakukan pembunuhan dan dia juga didakwa dengan hukum mati. Dia menerima hukuman percobaan dan pada tahun 1993 dibebaskan.

Jaksa membangun kasus terhadap Spence berdasarkan bukti bekas gigitan yang menurut ahli negara cocok dengan gigi Spence.dan Dua dari enam saksi penjara yang bersaksi di persidangan kemudian menarik kembali kesaksian mereka, dengan mengatakan mereka diberi rokok, hak istimewa televisi dan alkohol, dan kunjungan suami-istri untuk kesaksian mereka.

Pasca eksekusi Spence's ,mantan pengacaranya memiliki studi panel buta di mana lima ahli mengatakan tanda gigitan tidak dapat dicocokkan dengan Spence's. Bahkan penyidik pembunuhan asli pada kasus ini mengatakan ia memiliki keraguan yang serius tentang kesalahan Spence, dan seorang detektif mantan polisi kota Waco yang terlibat dalam kasus ini mengatakan dia tidak berpikir Spence melakukan kejahatan. David Spence dieksekusi dengan suntikan mematikan pada tanggal 14 April 1997.

5. Jesse Tafero dieksekusi mati pada tahun 1990 : 


Pada pagi hari tanggal 20 Februari 1976, petugas Highway Patrol, Phillip Black , dan Donald Irwin, mendekati sebuah mobil yang diparkir di halte istirahat untuk pemeriksaan rutin. Jesse Tafero dan rekannya Sonia "Sunny" Jacobs juga Walter Rhodes ditemukan tertidur di dalam mobil.

Kedua polisi tersebut melihat pistol tergeletak di lantai mobil mereka dan membangunkan ketiganya juga meminta mereka keluar dari mobil. Menurut Rhodes, Tafero kemudian menembak Phillip Black dan Donald Irwin dengan pistol, yang secara ilegal terdaftar atas nama Jacobs, setelah kejadian itu mereka melarikan diri dari TKP.

Ketiga orang itu ditangkap dalam suatu hambatan yang di buat oleh polosi. Dan ditemukan Pistol di pinggang Tafero's.Di persidangan mereka, Rhodes bersaksi bahwa Tafero dan Jacobs yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu. Selanjutnya Jacobs dihukum seumur hidup dan Tefaro’s dijatuhi hukuman mati sementara Rhodes juga dihukum dengan hukuman seumur hidup.

Rhodes pada tahun 1994 dikeluarkan dengan pembebasan bersyarat untuk perilaku yang baik. Karena juri telah merekomendasikan hukuman seumur hidup untuk Jacobs, pengadilan memutuskan hukuman untuk Jacobs 'penjara seumur hidup, tetapi tidak dengan Tafero's. dan Rhodes kemudian dibebaskan setelah setuju untuk tawar-menawar pembelaan.

Sebelum pembebasannya, Rhodes mengaku beberapa kali bahwa dia tidak terlibat dalam penembakan itu. tetapi Sunny Jacobs mengklaim bahwa Rhodes lah yang menembak kedua polisi tersebut, bukan Tafero. karena Rhodeslah satu-satunya orang yang ditemukan jejak mesiu pada dirinya, Tafero dieksekusi oleh kursi listrik pada tanggal 4 Mei 1990.

6. Ellis Wayne Felker Dieksekusi mati pada tahun 1996: 


Ellis Wayne Felker adalah seorang tersangka dalam hilangnya seorang wanita Georgia, Evelyn Joy Ludlum pada tahun 1981,yang bekerja sebagai pelayan koktail. Dan selama kurun waktu 2 minggu polisi polisi melakukan pencarian, akhirnya tubuh Ludlum ditemukan di sungai kecil dalam kondisi diperkosa, ditikam dan dibunuh.

Otopsi dilakukan oleh teknisi terlatih dan menemukan bahwa tubuh Ludlum telah mati selama lima hari. Informasi ini kemudian diubah setelah menyadari hal ini akan menghilangkan Ellis Wayne Felker sebagai tersangka. otopsi Independen menemukan bahwa tubuh Ellis telah mati tidak lebih dari tiga hari.

Pada tahun 1996, pengacara Felker's menemukan bukti kotak,yang telah ditahan oleh jaksa penuntut termasuk bukti DNA dan pengakuan yang ditulis oleh tersangka lain. Bahkan hakim ketua di dalam pra pradilan kasus Felker menyatakan bahwa haknya untuk mendapatkan pengadilan yang adil telah terancam.

Meskipun semua bukti meragukan , Mahkamah Agung Georgia menolak sidang baru untuk Felker atau memberikan lebih banyak waktu untuk menunjukan bukti-bukti baru dalam persidangan, Felker dieksekusi dengan kursi listrik pada November 15, tahun 1996 pada usia 48.

Dan pada tahun 2000, seorang hakim Georgia memutuskan bahwa tes DNA dapat dilakukan dalam upaya pertama kali membebaskan orang , oleh pengadilan untuk yang dilaksanakan di Amerika Serikat. Hasilnya meyakinkan jika Felker bukanlah pembunuhnya.

7. Jones Leo, Dieksekusi mati tahun 1998 : 


Pada tanggal 23 Mei 1981 di Jacksonville, petugas polisi Thomas Szafranski tewas ditembakkan didalam mobil polisinya, ketika ia berhenti di sebuah persimpangan. Dalam beberapa menit, polisi merusak apartemen Leo Jones 'di mana mereka menemukan Jones dan sepupunya, Bobby Hammonds.

Polisi kemudian membawa keduanya kekantor polisi untuk diinterogasi dan menjadikan Jones sebagai tersangka pembunuhan tersebut, dimana polosi mengklaim telah mendapat pengakuan dari Hammonds yang telah memberikan sebuah pernyataan, bahwa ia melihat Jones meninggalkan apartemen dengan senapan dan kembali setelah dia mendengar beberapa kali bunyi tembakan,pada tahun 1997.

Seorang perwira polisi pensiunan, Cleveland Smith, memberikan keterangan baru mengenai kasus Leo Jones, bahwa dia medapatkan pengakuan bahwa Jones adalah pelakunya melalui penyiksaan.

Smith menunggu begitu lama kesaksiannya dikarenakan ia ingin mengamankan pensiunnya.Seorang Hakim Agung Florida Leander Shaw menulis bahwa kasus Jones 'telah menjadi "kuda warna yang berbeda".

Bukti baru ditemukan, Shaw menulis, "mendapatkan keraguan serius pada rasa bersalah Jones, Shaw dan satu hakim lainnya memilih untuk memberikan Jones hukuman percobaan. Namun mayoritas lima hakim memutuskan bersalah. Jones Leo dieksekusi oleh kursi listrik pada tanggal 24 Maret 1998.

Sumber: http://zonapencarian.blogspot.com/2012/09/7-narapidana-yang-diputuskan-tidak.html
»»   Selanjutnya...

Monday, December 24, 2012

Tunggu Ayah di Pintu Surga


Unikei - Seandainya saja bunuh diri itu halal, saya pasti lakukan dulu sebelum jenazah putra saya satu-satunya dan istri dikuburkan. Untuk apa lagi saya hidup ketika seluruh keluarga saya yang selama ini menjadi penghibur hati dan harapan saya telah pergi meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Ketika saya bertanya pada Pak Haji yang membesarkan hati waktu itu, ia hanya diam saja. Saat histeris dan berteriak-teriak marah pada diri sendiri yang tak bisa mencegah musibah itu, tetap saja tak seorangpun berkata apa tujuan hidup saya berikutnya selain kata-kata membujuk untuk sabar. Sabar? Untuk apa?

Saya seorang suami, menikahi wanita Aceh yang baik hati. Ia tak terlalu cantik, tapi orangnya sangat baik dan benar-benar polos. Saat menikahinya, gadis Aceh itu masih sangat muda. Umurnya saja baru 17 tahun dan baru tamat SMU. Saya memboyongnya ke Jakarta setelah berhenti bekerja di Aceh. Sayangnya saat bencana tsunami melanda Meulaboh, seluruh keluarga istri saya menghilang tanpa jejak. Waktu saya dan istri berhasil mencapai kota itu beberapa minggu setelah bencana, tak ada yang tersisa selain lantai keramik rumah yang juga terkelupas sebagian. Istri saya sempat shock hebat. Tapi akhirnya kami bisa melewati masa-masa itu dengan saling menguatkan.

Lama sekali kami baru dikaruniai seorang anak, karena istri saya memiliki kista endometrium. Kami sempat berobat di dokter, tapi harus dioperasi. Istri saya tidak berani menjalani operasi, lalu kami pun pindah ke pengobatan alternatif. Setelah menjalani pengobatan lebih dari setahun, barulah istri hamil. Tepatnya lima tahun setelah menikah, istri saya melahirkan seorang anak laki-laki. Saya bangga bukan main karena anak itu terlahir dengan ukuran tubuh hampir 4 kg. Hebatnya lagi, istri saya melahirkan normal.

Pekerjaan saya yang baru juga sekarang benar-benar mengangkat ekonomi keluarga kami. Saya bisa membeli rumah dan mobil di tahun yang sama setelah Raihan lahir. Kebanggaan saya makin lengkap ketika Raihan terpilih sebagai pemenang lomba bayi sehat.

Dua tahun berlalu, Raihan tumbuh jadi anak yang aktif. Dia sudah pandai bicara, hanya bisa tidur kalau saya yang menidurkannya. Makanya saya pun membeli rumah dekat kantor, agar tiap siang bisa pulang sebentar untuk mengurus Raihan. Kata orang-orang, Raihan mirip sekali dengan Bapaknya. Setali tiga uang dalam segala hal. Raihan memang manja sekali sama saya. Kalau hanya bersama Ibunya, dia biasa-biasa saja tapi begitu saya datang, maka penyakit manjanya langsung kambuh. Maunya digendong saja. Saat itu Raihan suka sekali kalau digelitiki, tertawanya bisa kedengaran sampai ke seluruh kompleks. Saya sering membawanya digendong di pundak sambil berkeliling kompleks dan menyapa para tetangga. Semua orang bilang, duh cakepnya Raihan ini. Raihan memang mewarisi mata Ibunya dan rambut ikal saya yang tebal. Kulitnya putih dan badannya tak terlalu gemuk.

Saya pikir hidup saya sudah sangat sempurna. Istri yang manis, anak yang ganteng dan tambah lengkap lagi ketika istri saya memberitahu kalau ia sudah terlambat haid dua bulan. Waktu itu saya berniat mengajaknya ke dokter untuk periksa. Saya berharap, kali ini dia melahirkan anak perempuan agar melengkapi kebahagiaan saya. Tapi karena di kantor lagi sibuk, saya memintanya pergi sendiri dengan taksi.

Istri saya bilang saat itu, dia maunya saya yang mengantar. Karena itu saya pun mengalah dan berjanji nanti akhir minggu itu kami ke dokter.

Siapa sangka itulah awal malapetaka. Saat tidak ada orang di rumah, istri dan anak saya mengalami musibah. Saya tak bisa dihubungi karena saat itu berada dalam pesawat. Saya melakukan perjalanan dinas ke Nusa Tenggara Barat. Ketika sampai, saya hanya dikabari kalau istri dalam keadaan koma di rumah sakit. Detik itu juga saya memburu tiket untuk pulang ke Jakarta. Di bandara, saya menghubungi handphone istri. Tapi yang menjawab Bapak saya yang meminta saya pulang ke rumah. Padahal saya mau langsung ke rumah sakit melihat istri. Bapak hanya meminta saya pulang dulu anak saya di rumah yang katanya memerlukan saya.

Sampai di rumah, lemas lutut saya ketika melihat bendera kuning kecil sudah berkibar di pagar rumah saya. Ketika itu saya mengira hanyalah istri yang pergi meninggalkan saya untuk selamanya. Tapi ternyata ketika masuk, dua jenazah berjajar menanti kepulangan saya. Saya bingung, jenazah siapa ini?

Bapak mencegah saya melihat kedua jenazah, tapi saya terus memaksa. Dan ketika melihat jenazah anak saya juga terbaring di samping jenazah istri saya, rasanya hati saya hancur bukan main menyaksikan dua orang yang paling saya sayangi sudah tiada. Bapak pun menceritakan apa yang terjadi sesungguhnya, kalau Istri saya mengalami pendarahan hebat, lalu ia meminta tolong tetangga kami untuk dibawa ke rumah sakit. Karena terburu-buru, mereka melewati lintasan kereta api tanpa mendengar sinyal kereta mau lewat. Dan ketiganya tewas di tempat, tertabrak kereta.

Saya marah sekali. Menyesali diri sendiri karena tak bisa mencegah musibah terberat dalam hidup saya. Minggu-minggu pertama itu, saya seperti orang gila dan terus berteriak-teriak marah. Bapak dan Ibu berkali-kali menyuruh saya untuk sholat. Tapi saya malah marah pada mereka dan menyalahkan mereka karena tak mau menemani istri saya saat saya tinggal keluar kota. Ibu dan Bapak sampai menangis mendengar kata-kata saya.

Setelah empat puluh hari lewat, Bapak tetap tak mengizinkan saya hidup sendirian di rumah. Dia masih tinggal bersama ibu. Bedanya ibu di kamarnya yang biasa kalau menginap di rumah saya, sementara saya dan Bapak selalu tidur di kamar tempat Raihan biasa bermain. Saya memang tidur melingkar terus di kasur tipis tempat Raihan biasa bergulingan sendiri. Beberapa kali timbul keinginan untuk mati menyusul mereka. Tapi Bapak terus mendampingi saya. Dia sholat di samping saya, berzikir kalau sedang duduk menemani bahkan sesekali dia mencoba berbicara dengan saya. Tapi pikiran saya benar-benar kosong melompong, hati dan jiwa saya seperti ikut mati bersama keluarga saya.

Suatu subuh, saya terbangun dan sayup-sayup mendengar Bapak berzikir di dekat saya yang lagi tidur. Saya mendengar Bapak juga berdoa lama sekali, entah apa isi doanya tapi Bapak sampai terisak-isak menangis. Saya juga ikut meneteskan airmata dan baru menyadari kalau Raihan juga adalah cucu satu-satunya Bapak. Saya memang punya tiga orang adik, tapi baru saya yang sudah menikah dan punya anak.

Saya duduk dan menyentuh bahu Bapak. Bapak menoleh, tapi berusaha keras tersenyum. “Sholat, nak. Doakan anak dan istrimu, ya!”

Saat itulah, saya seperti disadarkan dari kesedihan. Saya pun bangkit dan untuk pertama kalinya setelah musibah saya sholat kembali. Saya menangis ketika berdoa, menyesal dan memohon ampun.

Bapak duduk di samping saya menunggu saya selesai sholat. Ketika selesai, Bapak dan saya duduk berdampingan seperti saya masih kecil dulu. Pelan-pelan Bapak menasehati saya.

“Kehilangan anak dan istrimu memang musibah besar dalam hidupmu, Nak. Tapi terus menerus menangisi mereka, itu perbuatan yang sia-sia. Di dunia ini kita hanya bersentuhan dengan dua hal, perbuatan baik atau perbuatan buruk. Itu saja. Karena Allah lebih mencintai anak dan istrimu, agar mereka berdua tak berbuat buruk dan berdosa lebih banyak itu sebabnya Allah mengambil dan menjaga mereka berdua. Ini juga sebagai ujian untukmu dan untuk kita sekeluarga. Apakah kita bisa bersama-sama keluar dari ujian kesabaran ini dan menjadi semakin beriman, atau malah jatuh menjadi hambaNya yang berputus asa?”

“Kalau mau jujur, Bang. Andaikata Bapak ini bisa menangis darah, maka darahlah yang keluar dari mata ini, Nak. Bapak juga sakit di dalam hati sini karena Bapak juga sayang pada menantu Bapak yang soleha dan anakmu yang gagah itu. Tapi seluruh kebahagiaan dunia itu fana. Kebahagiaan sesungguhnya nanti di surga, anakku. Almarhumah istri dan anakmu sudah menantimu di pintu surga. Maukah kau bertahan tetap hidup di dunia dan menjalani hidup yang lebih baik agar nanti bisa bertemu mereka lagi? Dengan mendekatkan diri pada Illahi, insya Allah kau juga bisa melewati ujian ini dengan mudah. Jangan sia-siakan penantian mereka di sana dengan membuat dirimu terjerumus dosa, Bang.”

Saya menangis, kali ini bukan karena kehilangan tapi menyesali perbuatan saya selama ditinggalkan orang-orang tercinta. Saya bukannya mendekatkan diri dengan mereka, tapi malah semakin menjauhi mereka. Mereka menanti saya di pintu surga, saya malah berjalan menuju neraka. Saya pun berjanji pada Bapak untuk berubah. Dan sekarang sudah berbulan-bulan berlalu dari hari yang malang itu, saya masih belum bisa melupakan kenangan indah keluarga saya itu, hanya sekarang saya terus berupaya tetap berada di jalan yang lurus, jalan di mana kelak berujung dengan surga tempat kedua orang yang saya cintai menunggu.

Tunggu saya di pintu surga, sayangku dan kebanggaanku! Nanti kita berjalan bersama menuju kebahagiaan sejati itu
»»   Selanjutnya...

Friday, December 21, 2012

Renungan: Memulai Kebajikan Walaupun Kecil

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Renungan: Memulai Kebajikan Walaupun Kecil . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia , Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Renungan: Memulai Kebajikan Walaupun Kecil


Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati angin laut yang
segar menerpa bibir pantai.

Di kejauhan dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut dan melemparkannya kembali ke dalam air.

Setelah mendekati anak itu, lelaki tua itu bertanya heran, “Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke dalam air?”

“Karena bila dibiarkan hingga matahari pagi datang menyengat, bintang laut yang terdampar itu akan segera mati kekeringan, “Jawab si kecil itu.

“Tapi pantai ini luas dan bermil-mil panjangnya,” Kata lelaki tua itu sambil menunjukkan jarinya yang mulai keriput ke arah pantai pasir yang luas itu.

“Lagi pula ada jutaan bintang laut yang terdampar. Aku ragu apakah usahamu itu sungguh mempunyai arti yang besar,” Lanjutnya penuh ragu.

Anak itu lama memandang bintang laut yang ada di tangannya tanpa berkata sepatahpun. Lalu dengan perlahan ia melemparkannya ke dalam laut agar selamat dan hidup. kemudian dengan tersenyum pada lelaki tua itu, ia berkata, “Aku membuat perubahan untuk satu hal. Satu Tindakan Sebuah kebaikan yang sederhana dapat membuat sebuah perubahan untuk keluargamu, temanmu, bahkan untuk wajah wajah asing yang kadang tidak kita kenal. Saya yakin usahaku sungguh memiliki arti yang besar sekurang-kurangnya bagi yang satu ini.” Kata si kecil itu.

Pesan Moral : kadang-kadang, kita selalu merasa tidak bisa
berbuat apa apa seperti layaknya anak kecil itu, namun walaupun itu cuma tindakan kebaikan sederhana, tapi membuat begitu banyak perbedaan untuk Bintang laut itu sendiri Ketika anda memberikan sedikit senyuman untuk orang lain, baik itu keluarga anda, teman anda ataupun orang asing yang anda temui, anda telah membuat perbedaan besar bagi mereka.

Tindakan kecil yang sederhana dapat membuat perbedaan besar kepada seseorang yang sedang membutuhkan. Menyelamatkan Bintang laut adalah sedikit aksi yang membuktikan kebenaran itu.

Kita sering mendambakan untuk melakukan sesuatu yang besar, namun sering kali kita lupa bahwa yang besar itu sering dimulai dengan sesuatu yang kecil. Mulailah berbuat kebajikan pada hal-hal kecil, maka engkau akan diberkati dalam hal-hal besar.

Sumber  Renungan: Memulai Kebajikan Walaupun Kecil
»»   Selanjutnya...

Saturday, December 8, 2012

Renungan Bagi Para Orangtua Yang Selalu Menginginkan Yang Terbaik Untuk Anaknya

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Renungan Bagi Para Orangtua Yang Selalu Menginginkan Yang Terbaik Untuk Anaknya. Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Renungan Bagi Para Orangtua Yang Selalu Menginginkan Yang Terbaik Untuk Anaknya


Ranking 23 : "Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan"

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap
mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan
dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang
sesungguhnya.

Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun
anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati.



Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya
atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji "Superman
cilik" di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar
saja.

Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga
memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak nomor 23 di keluarga kami
tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku
menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi,
timbul keirian dalam hatinya sampai matanya bersinar-sinar.

Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9
tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati pilu kepada anak
kami: Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar
biasa? Anak kami menjawab: Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan
kepandaian luar biasa. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya
tanpa tertahankan tertawa sendiri.

Pada pertengahan musim gugur, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk
merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di restoran. Topik
pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak
masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah
cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain
piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut
mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½
tahun juga menyatakan kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi,
semua orang bertepuk tangan mendengarnya.

Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sibuk sekali sedang
membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau
hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang
banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku
dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu
anak-anak menyanyi, menari dan bermain-main.

Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian
menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: Saya
ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan
memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa
mereka ke teras rumah untuk melihat bintang-bintang. Semua sanak keluarga
tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut
muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan
membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK? Apakah kami tetap akan
membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?

Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai
sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di
tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.
Anak kami juga sangat penurut, dia tidak membaca komik lagi,tidak ikut kelas
origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu juga tidak dilakukan
lagi. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung
menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan tanpa henti. Namun
biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan
lagi dan terserang flu berat.Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang,
dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang
radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat kurus banyak. Akan
tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa
atau menangis, tetap saja nomor 23.

Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan
hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku
semakin pucat saja. Apalagi, setiap kali akan ujian, dia mulai tidak bisa
makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir
hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku
secara diam-diam melepaskan aksi menarik bibit ke atas demi membantunya
tumbuh ini. Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami
mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan
majalah "Humor anak-anak" dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi
tenteram kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami
sungguh tidak mengerti akan nilai sekolahnya.

Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang
mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami
dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan,
ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek. Anak
kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan gembira. Dia
sering kali lari ke belakang untuk menjaga bahan makanan. Merapikan kembali
kotak makanan yang terlihat agak miring, mengetatkan tutup botol yang
longgar atau mengelap jus sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali
bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak
lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa
Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan menjepit sebuah kue beras ketan di
atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau
membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali
tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada
hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan
cara sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.

Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku
terus membuat guyonan dan membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti.
Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk
binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus
memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan
guntingan kertas hewan shio masing-masing.

Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada
wajah suamiku timbul senyum bangga.

Sehabis ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.

Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas
menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak
diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama 30 tahun
mengajar.

Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang
paling kamu kagumi dan alasannya. Selain anakku, semua teman sekelasnya
menuliskan nama anakku.

Alasannya sangat banyak: antusias membantu orang, sangat memegang janji,
tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis
adalah optimis dan humoris. Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia
dijadikan ketua kelas saja. Dia memberi pujian: Anak anda ini, walau nilai
sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang,
benar-benar nomor satu.

Saya berguyon pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang
merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir
sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: "Guru pernah mengatakan
sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan
di tepi jalan." Dia pelan-pelan melanjutkan: "Ibu, aku tidak mau jadi
pahlawan, aku ingin jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan." Aku
terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.

Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda
dipilinnya bolak balik di jarum bambu, sepertinya waktu yang berjalan di
tangannya mengeluarkan kuncup bunga. Dalam hatiku terasa hangat seketika.
Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin
menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita
ingin menjadi pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana
ini. Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak
ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi
seorang biasa yang baik hati dan jujur.

Jika anakku besar nanti, dia pasti akan menjadi seorang isteri yang berbudi
luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja
yang suka membantu, tetangga yang ramah dan baik. Apalagi dia mendapatkan
ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa
senang dan tidak merasa puas? Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang
lain dan lebih menonjol lagi? Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak
di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan
kami?
PESAN : SYUKURI APA YG ADA, BUKAN MEMIKIRKAN APA YG TIADA..
»»   Selanjutnya...

Kisah Nyata, Cerita Cinta Dari Orang Yang Sudah Meninggal

Unikei - Saat ini kalian sedang membaca artikel Kisah Nyata, Cerita Cinta Dari Orang Yang Sudah Meninggal. Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Kisah Nyata, Cerita Cinta Dari Orang Yang Sudah Meninggal


Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Kisah ini merupakan kisah nyata yang saya alami, saya punya pacar ketika saya Kuliah semester pertama di bangku kuliahku teknik arsitektur, kami begitu dekat, dia seorang yang sangat baik.

Seorang wanita yang sangat saya sayangi, begitu juga dia kepada saya, berselang 2 Tahun kemudian, ketika diperjalanan menuju sebuah kota, dia pergi sendirian menggunakan motor bebek yang sering dia pakai kemana-mana.



Sebelum berangkat dia sempat sms "aku pergi ya, jaga diri baik-baik" nanti aku kabarin kalo udah sampe sana, ternyata hari itu dan sms itu merupakan sms terakhir dia untuk saya.

Hari naas itu terjadi pada dirinya, tidak lama dari berangkat sekitar 30 menit diperjalanan dirinya kecelakaan, sebuah mobil melaju kencang menyerempet, dia terseret sekitar 10 meter dan terdapat luka besar dibagian kepala, saya pun tidak tau itu terjadi, dengan tenangnya saya masih sempat sms dia setelah kecelakaan, dengan bercanda, "iya aku tunggu kamu sampai, hati-hati dan baik, jangan lupa kasih kabar ya".

Sudah larut malam tidak ada kabar sedikitpun dari dirinya, saya bingung harus melakukan apa, saya coba main belakang, itu karena rasa prustasi saya yang sudah berlebihan.

Keesokan harinya saya mencoba menelponnya pagi-pagi buta, handphonenya masih saja tidak aktif, saya pasrah kemudian saya berpikir mungkin chargenya tertinggal.

Dia yang waktu itu sudah dibawa kerumah sakit terdekat blom sadarkan diri, disaat saya bertanya dimanakah dia ?

Siang itu menjelang, saya mencoba jalan-jalan untuk refreshing, tidak lama kemudian ada suara sms di handphoneku, yang berisikan "adik imam, reina sudah pergi",. itu merupakan sms dari kakaknya yang sudah akrab dengan saya.

saya pun menjawab sms itu dengan simple "iya mbak aku sudah tau kok, kemeren kan dia pergi".

disaat saya sedang duduk bersama teman teman, tidak lama handphone kembali bersuara, ada sms balesan dari kakaknya, "imam reina sudah pergi, dan dia pergi untuk selamanya". saya kemudian lemas dengan harapan kalo pergi untuk selamanya bukan meninggal melainkan pindah rumah.

saya langsung menelpon, ketika diangkat tidak ada sedikitpun percakapan, selain saya mendengar raung tangisan yang sejadi jadinya. tidak lama saya pingsan.

saya pun sudah sadar ketika saya sudah dirumah, saya tidak tau apa yang terjadi, yang saya tau hanya saya ingin bertemu reina, saya langsung pergi kerumahnya malam itu, saya melihat sudah ramai orang orang berpeci, saya masih sempat bingung apa yang terjadi, ketika saya masuk, saya melihat sebujur mayat di tengah tengah ruangan tamu rumah itu.

Saya terhenyak, dan saya dengan sekejab mendekat,saya bertanya kepada orang-orang, siapa yang meninggal, dan mereka mengatakn reina,saya berteriak sejadi-jadinya, saya melihat wajah reina yang terdapat goresan-goresan luka, saya tidak bisa membayangkan lemahnya saya saat itu.

Seseorang yang sudah sangat lama saya kenal pergi untuk selamanya,saya sadar kematian bisa kepada siapapun, saya, anda dan siapapun, sesuai kehendak dan waktunya.

3 Tahun berselang, saya berulang kali mimpi tentang dirinya, terakhir 5 hari yang lalu tepat tanggal 15 oktober saya kembali bermimpi, mimpi yang menyadarkan saya betapa sayang dia kepada saya, dan menyadarkan saya bahwa apa yang harus kita lakukan di dunia ini lebih baik.

dalam mimpi itu, saya bermimpi seperti nyata dan benar-benar terlihat nya, kami bertemu di depan kampus, saya bercerita-cerita, didalam mimpi itu saya sadar bahwa dirinya sudah meninggal, saya bilang sudah lama kita tidak bertemu ya, "iya sudah hampir 3 tahun ini" jawabnya, saya kangen kamu timpal kembali jawaban saya.

Saya bertanya, selama 3 tahun didalam kubur apa yang kamu lakukan, Dia menjawab dengan santai, tapi ternyata ini adalah peringatan besar untuk saya, dan anda, jawabannya sangat sederhana " mam kalo saya ceritakan apa yang terjadi kepada saya selama 3 tahun didalam kuburan, tidak akan ada lagi kejahatan di dunia".

Siksaan dan hukuman yang tidak pernah dibayangkan orang yang masih hidup, dan kamu berbuat sebaik mungkin sebelum ajal dan meninggal seperti aku.
Aku pengen hidup sehari saja untuk memperbaiki semua kesalahan aku.
itu kalimat ucapan reina yang membuat jantung saya langsung berdetak.

Tidak lama dalam mimpi itu dia mau pamit dan pergi, dan yang saya sangat herankan seperti sebuah kenyataan, ini seperti reka ulang 3 tahun yang lalu, dia pamit seperti disaat saat kematiannya, dia bilang baik-baik ya, jaga diri, dia pergi menggunakan motor dan pakaian yang sama pada saat kecelakaan, aku bilang, aku mau ikut, aku tidak mau kamu pergi, gak usah ikut aku. tidak lama dia pergi, aku kejar dan dia telah menghilang.

saya tersadar dari tidur dan disaat saya tersadar, tubuh langsung merinding, tapi sangat segar tidak seperti biasanya, saya berpikir mungkin mimpi itu membawa saya kedalam alam lain, karena konon 1 hari di dunia, perbandingannya sekian kali lipat di alam sana.

Sampai saat ini saya masih saya masih sangat terpikir dengan pesan-pesannya, bahwa betapa menyesalnya kita bila kita tidak berbuat sebaik mungkin di dunia, karena kita tidak tau ketika kita sudah meninggal, apa yang akan terjadi dialam sana, semoga dengan cerita saya ini bisa menggugah kita.

Mari kita menabung amal ibadah kita dari sekarang, karena ketika kita mati sudah tidak ada kesempatan lagi.


Wallahua’lam bish Shawwab...
»»   Selanjutnya...